Polri Prediksi Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang, Ini Jadwal Lengkapnya

Polri Prediksi Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang, Ini Jadwal Lengkapnya
Polri Prediksi Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang, Ini Jadwal Lengkapnya

JAKARTA - Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, kesiapan pengamanan dan pengaturan lalu lintas mulai menjadi perhatian utama aparat kepolisian. 

Lonjakan mobilitas masyarakat setiap musim mudik mendorong Polri untuk memetakan pola pergerakan sejak jauh hari. Tahun ini, arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan tidak terjadi secara merata, melainkan terbagi dalam dua gelombang besar.

Prediksi tersebut menjadi dasar bagi kepolisian dalam menyusun strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas, termasuk penempatan personel serta pendirian posko di berbagai titik strategis. Dengan potensi pergerakan ratusan juta orang, koordinasi lintas sektor dinilai krusial untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

Baca Juga

Program Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka, Simak Informasi Lengkapnya di Sini

Perkiraan Dua Gelombang Arus Mudik

Polri memprediksi gelombang arus mudik Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026 terjadi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama terjadi pada 14 sampai 15 Maret 2026. Sedangkan gelombang kedua arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 18 sampai 19 Maret 2026.

"Gelombang pertama itu tanggal 14 sampai tanggal 15 Maret 2026. Kemudian gelombang kedua tanggal 18 sampai tanggal 19 Maret 2026," ujar Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo saat ditemui di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.

Pembagian dua gelombang ini diperkirakan berkaitan dengan perbedaan jadwal cuti, libur sekolah, serta kebijakan kerja di berbagai sektor. Dengan adanya dua puncak pergerakan, kepolisian dapat mengantisipasi kepadatan lebih terukur dibandingkan jika lonjakan terjadi dalam satu waktu bersamaan.

Potensi Pergerakan 143,9 Juta Orang

Adapun pada Lebaran 2026, Polri memperkirakan pergerakan 143,9 juta orang selama libur Idul Fitri 1447 H.

Angka tersebut menurun dibandingkan dengan realisasi pada Lebaran 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

"Dari hasil survei Menteri Perhubungan, tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri Perhubungan, bahwa potensi pergerakan masyarakat di libur Lebaran tahun 2026 ini sebesar 143,9 juta orang. Angka tersebut menurun bila dibandingkan tahun 2025 sebesar 2,57 orang atau 1,75 persen," kata Dedi.

Meski mengalami penurunan sebesar 2,57 juta orang atau sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka 143,9 juta tetap menunjukkan skala mobilitas yang sangat besar. Dengan jumlah tersebut, pengelolaan arus lalu lintas dan pengamanan jalur transportasi menjadi tantangan tersendiri bagi aparat.

Penurunan ini bisa dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, pola perjalanan masyarakat, hingga kebijakan transportasi yang diterapkan pemerintah. Namun demikian, potensi kepadatan di jalur utama mudik tetap tinggi, terutama di jalan tol, jalur arteri, serta kawasan pelabuhan.

Operasi Ketupat 2026 dan Pengerahan Personel

Demi mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026, Polri menggelar Operasi Ketupat mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Sebanyak 161.243 personel gabungan akan diterjunkan dalam operasi tersebut untuk mengamankan jalur mudik, pusat keramaian, serta objek-objek vital lainnya.

Jumlah personel yang besar ini mencerminkan skala operasi pengamanan yang komprehensif. Tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, Operasi Ketupat juga mencakup pengamanan tempat ibadah, terminal, stasiun, bandara, pusat perbelanjaan, hingga kawasan wisata yang berpotensi dipadati masyarakat selama libur Lebaran.

Selain itu, Polri akan mendirikan 2.746 posko yang terdiri atas 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu.

Keberadaan ribuan posko ini diharapkan dapat memberikan layanan cepat bagi masyarakat, mulai dari informasi jalur alternatif, bantuan kesehatan, hingga respons terhadap kondisi darurat di lapangan.

Rekayasa Lalu Lintas dan Strategi Pengaturan Jalur

Untuk mengurai potensi kemacetan, Polri juga menyiapkan sejumlah skema manajemen dan rekayasa lalu lintas di berbagai jalur utama, khususnya di jalan tol.

"Nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan," ujar Dedi.

Penerapan sistem ganjil genap, one way, dan contraflow menjadi strategi yang telah digunakan pada periode mudik sebelumnya dan dinilai cukup efektif dalam mengendalikan arus kendaraan. Sementara itu, delaying system dan buffer zone di pelabuhan bertujuan untuk mencegah penumpukan kendaraan secara berlebihan di titik penyeberangan.

Langkah-langkah tersebut akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan. Evaluasi berkala selama periode Operasi Ketupat akan menjadi dasar penyesuaian kebijakan agar tetap responsif terhadap dinamika arus kendaraan.

Dengan prediksi dua gelombang arus mudik serta potensi pergerakan ratusan juta orang, koordinasi antarinstansi menjadi elemen kunci dalam menjaga kelancaran dan keamanan Lebaran 2026. Polri menegaskan kesiapan personel dan strategi rekayasa lalu lintas sebagai bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Zulhas Tegaskan Impor 1.000 Ton Beras dari AS Hanya untuk Beras Khusus Industri dan Restoran

Zulhas Tegaskan Impor 1.000 Ton Beras dari AS Hanya untuk Beras Khusus Industri dan Restoran

Polda Aceh Pastikan Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Sesuai Tahapan dan Tepat Waktu

Polda Aceh Pastikan Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Sesuai Tahapan dan Tepat Waktu

Pemprov Sumut Targetkan Zero Pengungsi Pascabencana Hidrometeorologi Saat Idul Fitri 2026

Pemprov Sumut Targetkan Zero Pengungsi Pascabencana Hidrometeorologi Saat Idul Fitri 2026

Prabowo Perintahkan Zulhas Jaga Harga Sembako Tetap Stabil Selama Ramadhan hingga Lebaran 2026

Prabowo Perintahkan Zulhas Jaga Harga Sembako Tetap Stabil Selama Ramadhan hingga Lebaran 2026

DPR Pastikan Program MBG Tidak Pangkas Anggaran Infrastruktur Pendidikan Nasional

DPR Pastikan Program MBG Tidak Pangkas Anggaran Infrastruktur Pendidikan Nasional