Pemprov Sumut Targetkan Zero Pengungsi Pascabencana Hidrometeorologi Saat Idul Fitri 2026
- Selasa, 03 Maret 2026
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat berbagai langkah pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025.
Fokus utama pemerintah daerah bukan hanya menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan seluruh warga terdampak tidak lagi tinggal di lokasi pengungsian saat Lebaran tiba.
Target ambisius tersebut dirumuskan dalam komitmen mewujudkan zero atau nol pengungsi pada momen Idul Fitri tahun ini. Dengan percepatan pembangunan hunian sementara di berbagai titik, Pemprov Sumut optimistis seluruh masyarakat terdampak dapat merayakan hari raya dengan kondisi tempat tinggal yang lebih layak.
Baca JugaProgram Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka, Simak Informasi Lengkapnya di Sini
Percepatan Pembangunan untuk Wujudkan Zero Pengungsi
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan zero atau nol pengungsi pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumut pada Hari Raya Idul Fitri 2026.
"Kita terus mempercepat pembangunan sebagai upaya mewujudkan zero pengungsi di Lebaran," tutur Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung di Kantor Gubernur Sumut.
Langkah percepatan ini menjadi bagian dari strategi tanggap darurat yang berlanjut ke tahap rehabilitasi. Pemerintah daerah berupaya agar masyarakat yang terdampak tidak perlu lagi merayakan Lebaran di tenda atau lokasi pengungsian darurat.
Hingga kini, lanjut dia, sebanyak 1.427 unit hunian sementara tengah dipercepat pembangunannya yang tersebar di berbagai titik di dua kabupaten se-Sumut, yakni Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Jumlah tersebut menunjukkan skala proyek yang cukup besar, mengingat pembangunan dilakukan di sejumlah kecamatan dengan kondisi geografis yang beragam.
Sebagian Huntara Sudah Ditempati Pengungsi
Sebagian di antaranya hunian sementara (huntara) di tiga kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah telah ditempati oleh pengungsi.
"Saat ini, jumlah masyarakat yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa," kata Basarin yang juga Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut.
Data ini menunjukkan bahwa proses relokasi secara bertahap telah berjalan. Ribuan warga sudah mulai menempati hunian sementara yang disediakan pemerintah, meski masih terdapat ratusan kepala keluarga yang menunggu penyelesaian unit lainnya.
Data Pemprov Sumut menyebutkan, lokasi ribuan unit huntara bagi korban bencana hidrometeorologi terjadi akhir November 2025 di tiga kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Distribusi huntara tersebar di beberapa wilayah terdampak paling parah, sehingga penanganan dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokasi.
Sebaran Unit Huntara di Tiga Kabupaten
Meliputi Tapanuli Selatan dengan lima titik di lima kecamatan, yakni Angkola Barat 123 unit, Angkola Sangkunur 11 unit, Batang Toru 245 unit, Angkola Selatan 186 unit telah dihuni, dan Siporok 118 unit telah dihuni.
Kemudian, Tapanuli Utara dengan satu titik di satu kecamatan yakni Adiankoting 40 unit telah dihuni, dan Tapanuli Tengah 13 titik di enam kecamatan yakni Pandan di Rusunawa Pandan 77 unit dan lahan eks Lapangan Golf Mangga Dua 500 unit.
Lalu, Sibabangun di Puskemas Pembantu Muara Sibuntuon 4 unit dan Balerong Muara Sibuntuon 8 unit, Tapian Nauli 75 unit, dan Badiri 250 unit.
Terakhir, Sitahuis di Balerong Rampah Sitahuis 16 unit dan Balerong Nauli Sitahuis 8 unit, serta Tukka di Sipange rencana 80 unit dan Tanah Merah Hutanabolon 30 unit.
Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah dengan jumlah unit terbanyak, termasuk pembangunan di lahan eks Lapangan Golf Mangga Dua yang mencapai 500 unit. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan relokasi warga.
Tahap Akhir Penyelesaian dan Harapan Lebaran
"Untuk Kecamatan Pinangsori di kawasan Asrama Haji Pinangsori 46 dari 52 unit ditempati, Tukka di Balerong Pasar Tukka 12 unit ditempati, dan Pandan di Lahan Rusunawa Pandan 84 unit dari 90 unit sudah ditempati," tutur Basarin.
Pihaknya kembali memastikan, bahwa sejumlah titik pembangunan ribuan unit huntara lainnya, khusus di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan masih dalam tahap penyelesaian akhir.
"Dengan demikian, semua pengungsi tertampung di huntara. Mudah-mudahan mereka bisa merayakan Lebaran tahun ini dengan tinggal di huntara," ungkap Basarin.
Tahap akhir penyelesaian ini menjadi kunci pencapaian target zero pengungsi. Pemerintah daerah berharap tidak ada lagi warga yang bertahan di lokasi pengungsian darurat ketika Idul Fitri tiba.
Hunian sementara memang bukan solusi permanen, namun keberadaannya memberikan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan terorganisir dibandingkan tenda darurat. Dengan fasilitas yang lebih memadai, warga terdampak dapat mulai menata kembali kehidupan mereka sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap.
Komitmen Pemprov Sumut untuk memastikan seluruh pengungsi tertampung di huntara sebelum Lebaran menjadi simbol keseriusan dalam penanganan pascabencana. Jika target tersebut tercapai, Idul Fitri 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi ribuan warga terdampak untuk memulai lembaran baru dengan kondisi yang lebih stabil dan penuh harapan.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Perak Hari Ini 3 Maret 2026 Anjlok Rp2.900, Kini Bertahan di Rp56.200 per Gram
- Selasa, 03 Maret 2026
BPJPH Dorong Akselerasi Industri Halal Nasional pada 2026, Target Lebih Global
- Selasa, 03 Maret 2026
Mahindra Scorpio Pickup Jadi Andalan Operasional KDKMP 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya
- Selasa, 03 Maret 2026
Produksi CPO Nasional Dipastikan Aman, Pasokan Minyak Goreng Lebaran 2026 Terjaga
- Selasa, 03 Maret 2026
Kemenhub Tutup Sementara Penyeberangan Bali Saat Nyepi 2026, Cek Jadwal Lengkapnya
- Selasa, 03 Maret 2026
Berita Lainnya
Polri Prediksi Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang, Ini Jadwal Lengkapnya
- Selasa, 03 Maret 2026
DPR Pastikan Program MBG Tidak Pangkas Anggaran Infrastruktur Pendidikan Nasional
- Selasa, 03 Maret 2026

.jpg)










.jpg)