KBRI Beijing Hadirkan Buka Puasa dan Tarawih Harian Selama Ramadhan

KBRI Beijing Hadirkan Buka Puasa dan Tarawih Harian Selama Ramadhan
KBRI Beijing Hadirkan Buka Puasa dan Tarawih Harian Selama Ramadhan

JAKARTA - Suasana Ramadhan di Beijing tahun ini terasa lebih hidup bagi komunitas Muslim Indonesia dan internasional. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menghadirkan rangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung setiap hari sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. 

Tidak hanya menjadi sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan, silaturahmi, dan penguatan identitas bagi Warga Negara Indonesia yang berada jauh dari Tanah Air.

Berbeda dari tahun sebelumnya, KBRI Beijing memperluas cakupan kegiatan Ramadhan dengan menggelar buka puasa bersama dan salat tarawih setiap hari. Kegiatan ini dimulai sejak 24 Februari hingga akhir Ramadhan pada pertengahan Maret 2026, dan terbuka bagi seluruh WNI serta umat Muslim dari berbagai negara yang berada di Beijing dan sekitarnya.

Baca Juga

Seskab: Indonesia Targetkan Kuasai Teknologi Strategis melalui Kerja Sama Danantara–Arm

Buka Puasa dan Tarawih Digelar Setiap Hari

Perwakilan Lintas Komunitas Muslim Indonesia–Tiongkok (LKMIT), Muhammad Iqbal Agustian Doro Putra, menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa dan tarawih harian menjadi salah satu fokus utama Ramadhan tahun ini di KBRI Beijing.

“Kami setiap harinya akan mengadakan buka puasa bersama dan tarawih, termasuk pesantren Ramadhan,” kata Doro.

Pelaksanaan kegiatan harian ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan Ramadhan tahun lalu, ketika KBRI Beijing hanya menyelenggarakan buka puasa dan tarawih sebanyak tiga kali dalam sepekan, yaitu setiap Rabu, Jumat, dan Minggu. Selain itu, pada Ramadhan sebelumnya, pesantren Ramadhan belum menjadi bagian dari agenda resmi.

Dengan adanya kegiatan rutin setiap hari, KBRI Beijing berharap dapat memberikan ruang ibadah yang lebih konsisten dan inklusif bagi komunitas Muslim, khususnya WNI yang menetap atau menempuh pendidikan di Tiongkok.

Pesantren Ramadhan Libatkan Berbagai Komunitas

Selain buka puasa dan tarawih, KBRI Beijing juga menyelenggarakan pesantren Ramadhan yang melibatkan berbagai organisasi dan komunitas. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara KBRI Beijing dengan LKMIT, Majelis Taklim At-Taqwa KBRI Beijing, Lintas Pengajian Beijing, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, serta PCI Muhammadiyah.

Pesantren Ramadhan dirancang untuk memberikan pembinaan ibadah dan keilmuan secara lebih terstruktur. Rangkaian kegiatannya mencakup monitoring Mutaba’ah Yaumiyah, sesi motivasi dan berbagi mingguan, kajian bersanad, kelas bahasa Mandarin, kajian daring, hingga pelaksanaan salat Idul Fitri bersama.

“Kegiatannya ada yang dilakukan secara langsung, seperti buka puasa bersama dan tarawih berjamaah yang dilanjutkan dengan kultum. Ada juga yang dilakukan secara daring dan terbuka untuk umum, baik mahasiswa, pekerja, maupun masyarakat umum,” ujar Doro, yang merupakan mahasiswa semester pertama program magister di salah satu universitas di Beijing.

Model kombinasi luring dan daring ini memungkinkan partisipasi yang lebih luas, tidak hanya dari warga Indonesia di Beijing, tetapi juga dari daerah lain di Tiongkok, bahkan dari Indonesia.

Inovasi Mutaba’ah dan Penceramah dari Indonesia

Salah satu hal yang membedakan pesantren Ramadhan tahun ini adalah adanya monitoring Mutaba’ah Yaumiyah. Program ini memungkinkan peserta untuk mengevaluasi ibadah harian mereka secara rutin, dengan pendampingan dari mentor yang telah ditunjuk.

“Yang cukup berbeda adalah adanya monitoring Mutaba’ah Yaumiyah sehingga peserta dapat mengevaluasi ibadah hariannya. Nantinya ada mentor yang membimbing, dan pada Idul Fitri akan diberikan apresiasi bagi peserta terbaik,” kata Doro.

Selain itu, panitia juga menghadirkan sejumlah penceramah utama dari Indonesia. Salah satunya adalah KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, yang dijadwalkan memberikan kajian secara daring kepada para peserta.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 87 peserta telah mendaftar untuk mengikuti pesantren Ramadhan, dengan target mencapai 100 orang. Panitia berharap jumlah tersebut dapat terus bertambah seiring berjalannya waktu.

“Karena kita ingin menumbuhkan rasa persaudaraan rekan-rekan yang di Beijing maupun di luar Beijing karena menggunakan sistem daring, jadi kami ingin merangkul sebanyak mungkin orang dari setiap daerah, bahkan dari Indonesia juga banyak yang ikut,” tambah Doro.

Ruang Kebersamaan dan Keberagaman di KBRI Beijing

Kegiatan buka puasa bersama di KBRI Beijing juga menjadi simbol keberagaman dan toleransi. Wakil Duta Besar RI untuk China, Irene, menyampaikan bahwa momen Ramadhan mencerminkan nilai kebhinekaan yang menjadi kekuatan Indonesia.

“Saya kebetulan bukan Muslim, tetapi ibu saya seorang Muslim sehingga saya terbiasa merayakan Ramadhan, Lebaran, dan juga Natal. Keluarga kami sangat berbhineka sekali,” tuturnya.

Menurut Irene, keberagaman tersebut justru menjadi teladan yang dapat ditunjukkan kepada dunia internasional. Ia berharap rangkaian kegiatan Ramadhan ini dapat mempererat kebersamaan seluruh komunitas Indonesia di Beijing.

“Saya berharap rangkaian kegiatan Ramadhan ini hingga Idul Fitri nanti dapat mempererat kebersamaan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Semoga KBRI Beijing bisa menjadi rumah untuk semua teman-teman dan adik-adik baik untuk belajar dan berdoa dan berkumpul bersama saudara-saudara dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Hidangan Nusantara Lengkapi Suasana Ramadhan

Dalam salah satu acara buka puasa bersama yang diikuti sekitar 70 orang, KBRI Beijing menyajikan berbagai hidangan khas Nusantara. Menu yang disajikan antara lain soto Bandung, ayam semur, sayur lodeh, telur, nasi putih, dan kerupuk.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para peserta melaksanakan salat magrib berjamaah, dilanjutkan dengan santap buka puasa bersama. Setelah itu, kegiatan diteruskan dengan salat tarawih berjamaah hingga sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Melalui rangkaian kegiatan Ramadhan yang lebih lengkap dan terbuka ini, KBRI Beijing tidak hanya menghadirkan fasilitas ibadah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial, spiritual, dan kebangsaan bagi komunitas Indonesia dan Muslim internasional di Tiongkok selama bulan suci.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemprov DKI Buka Mudik Gratis 2026 untuk Warga Jakarta dan Non-DKI

Pemprov DKI Buka Mudik Gratis 2026 untuk Warga Jakarta dan Non-DKI

Menteri LH Tegaskan TPA Open Dumping Berakhir 2028, Pemda Diminta Percepat Pengelolaan Sampah

Menteri LH Tegaskan TPA Open Dumping Berakhir 2028, Pemda Diminta Percepat Pengelolaan Sampah

Jadwal Lengkap Lokasi Layanan SIM Keliling DIY Rabu 25 Februari 2026 Hari Ini

Jadwal Lengkap Lokasi Layanan SIM Keliling DIY Rabu 25 Februari 2026 Hari Ini

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Pekan Akhir Februari 2026, Cek Jam Keberangkatan Terbaru

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Pekan Akhir Februari 2026, Cek Jam Keberangkatan Terbaru

Jadwal Mudik Gratis PLN 2026 Dibuka Ramadhan, Keberangkatan Dimulai H-7 Lebaran

Jadwal Mudik Gratis PLN 2026 Dibuka Ramadhan, Keberangkatan Dimulai H-7 Lebaran