Mentan Tegaskan Swasembada Beras Berkelanjutan dan Indonesia Siap Ekspor Nasional
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Ketersediaan beras nasional yang semakin kuat mendorong pemerintah melangkah ke fase baru dalam pengelolaan pangan.
Tidak lagi sekadar mengejar kecukupan dalam negeri, Indonesia kini mulai mempersiapkan diri sebagai negara penyuplai beras ke pasar internasional. Penegasan ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seiring meningkatnya produksi dan cadangan beras pemerintah yang terus menunjukkan tren positif.
Dalam situasi global yang masih diwarnai ketidakpastian pasokan pangan, capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari konsistensi kebijakan pertanian nasional. Pemerintah menilai fondasi swasembada yang dibangun saat ini tidak bersifat sementara, melainkan diarahkan untuk berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.
Baca JugaKemenhub Perkuat Pengamanan Simpul Transportasi Demi Kelancaran Angkutan Lebaran 2026 Nasional
Stok Nasional Jadi Fondasi Swasembada Berkelanjutan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan stok beras nasional menjadi elemen kunci dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan di Jakarta, Rabu, saat ia memimpin Rapat Koordinasi Nasional Pertanian bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, jajaran Eselon I dan II, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.
"Penguatan stok beras nasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada pangan dan kesiapan ekspor," kata Mentan.
Pemerintah memastikan bahwa surplus produksi yang saat ini terjaga akan terus diperkuat. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri, tetapi juga siap berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan negara lain.
Lonjakan Produksi Dorong Kesiapan Ekspor Beras
Mentan memaparkan bahwa stok cadangan beras pemerintah secara nasional saat ini mencapai sekitar 3,5 juta ton. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring panen raya dan tren produksi yang mengalami kenaikan sekitar 15 persen hingga Maret.
“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila konsistensi produksi dapat dijaga hingga akhir tahun, potensi surplus nasional diperkirakan bisa mencapai sekitar 9 juta ton. Capaian tersebut disebut sebagai prestasi besar seluruh insan pertanian di Indonesia.
“Ini puncak prestasi Bapak Ibu semua. Tetapi jangan lengah. Swasembada ini harus kita pertahankan dan tingkatkan,” katanya.
Dengan proyeksi stok yang semakin kuat, pemerintah mulai menjajaki peluang ekspor beras ke sejumlah negara sahabat, di antaranya Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini.
“Kalau tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, kita siap ekspor. Bahkan kita dorong dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini,” ungkapnya.
Arahan Presiden dan Penguatan Posisi Indonesia
Mentan juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan secara langsung di forum internasional mengenai keberhasilan Indonesia dalam menekan impor dan memperkuat swasembada pangan. Pernyataan tersebut menjadi penegasan posisi Indonesia yang kian percaya diri di tengah dinamika pangan global.
Keberhasilan ini dinilai tidak lepas dari konsistensi kebijakan nasional dalam menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan cadangan. Pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap peningkatan produksi diikuti dengan sistem penyerapan dan pengelolaan stok yang memadai, sehingga tidak menimbulkan gejolak harga maupun pasokan.
Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan Jadi Penopang Utama
Mentan menegaskan bahwa keberlanjutan swasembada tidak hanya ditentukan oleh produksi jangka pendek, tetapi oleh penguatan fondasi struktural. Dua program utama yang menjadi tulang punggung strategi tersebut adalah cetak sawah dan optimalisasi lahan atau oplah.
Tahun lalu, realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare, dan pada tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare. Sementara itu, program oplah telah berjalan ratusan ribu hektare dalam dua hingga tiga tahun terakhir sebagai upaya memperkuat kapasitas produksi nasional.
“Ini yang membuat swasembada kita sustain. Minimal bertahan 5 sampai 7 tahun, bahkan bisa 10 tahun kalau berlanjut,” ucap Amran.
Menurutnya, keberlanjutan ini menjadi kunci agar Indonesia tidak kembali bergantung pada impor ketika menghadapi gangguan cuaca, dinamika pasar global, atau krisis pangan internasional.
Capaian Komoditas dan Fokus Tantangan Berikutnya
Saat ini, terdapat sembilan komoditas yang telah mencapai swasembada, yaitu beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Meski demikian, Mentan mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan.
“Kedelai dan bawang putih ini fokus kita berikutnya. Kedelai memang agak berat, bawang putih relatif lebih memungkinkan. Kita selesaikan satu per satu,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah menargetkan swasembada gula konsumsi dapat tercapai pada tahun ini, sementara gula industri diharapkan menyusul dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Dalam arahannya, Mentan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pertanian daerah yang ia sebut sebagai “pahlawan pangan” atas kontribusi mereka dalam menjaga produksi dan memperkuat swasembada nasional. Ia juga meminta agar momentum peningkatan produksi terus dijaga, realisasi program dipercepat, dan pengawasan dilakukan secara efektif.
"Sekarang tugas kita mempertahankan dan meningkatkan (swasembada),” kata Mentan.
Dengan fondasi produksi yang kian kokoh, pemerintah optimistis Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga melangkah sebagai negara yang siap berkontribusi dalam pemenuhan pangan dunia.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Presiden Prabowo Dijadwalkan Bertemu Raja Yordania di Amman Bahas Kerja Sama Strategis
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Daftar 53 Komoditas Pertanian Indonesia Bebas Tarif AS, Daya Saing Ekspor Menguat
- Rabu, 25 Februari 2026
Tol Palembang–Betung 53,2 Km Dibuka Gratis untuk Dukung Arus Mudik Lebaran 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
Proyek Giant Sea Wall Belum Dikerjakan dalam Waktu Dekat, Ini Penjelasan Pemerintah
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
15 Rekomendasi Tempat Bulan Madu Romantis di Bali
- 25 Februari 2026
2.
20 Rekomendasi Oleh Oleh Surabaya yang Tahan Lama dan Lezat
- 25 Februari 2026
3.
10 Rekomendasi Hotel di Cilacap, Fasilitasnya Lengkap
- 25 Februari 2026











