Cara Praktis Membuat Arem-Arem Tanpa Daun Tetap Gurih, Rapi, dan Tidak Pecah
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Ketersediaan daun pisang yang tidak selalu mudah ditemukan membuat banyak orang mencari alternatif dalam membuat arem-arem.
Padahal, makanan tradisional ini kerap dipilih sebagai camilan, menu sarapan, hingga ide usaha rumahan karena rasanya yang gurih dan mengenyangkan. Tanpa daun pisang, arem-arem tetap bisa dibuat dengan hasil yang rapi dan lezat jika tekniknya tepat.
Daun pisang memang berfungsi sebagai pembungkus sekaligus pemberi aroma khas. Namun, dengan pendekatan yang benar, fungsi tersebut dapat digantikan oleh bahan lain tanpa mengurangi kualitas rasa dan tekstur. Kunci keberhasilan arem-arem tanpa daun terletak pada pengolahan nasi, cara membentuk, teknik pembungkusan, serta proses pengukusan yang tepat.
Baca JugaCara Mengatasi Sakit diBawah Perut diAtas Kemaluan Panduan Lengkap
Persiapan Bahan Arem-Arem Tanpa Daun
Sebelum mulai memasak, pastikan semua bahan sudah disiapkan dengan baik. Untuk bagian nasi, gunakan beras yang telah dicuci hingga air benar-benar jernih agar nasi tidak mudah basi dan teksturnya bersih saat matang.
Bahan nasi meliputi beras, santan encer, garam, dan daun salam untuk menambah aroma. Sementara itu, isian dapat disesuaikan dengan selera, seperti ayam suwir, abon, atau tumisan sayur. Isian sebaiknya dimasak lebih dulu agar bumbu meresap sempurna.
Sebagai pengganti daun pisang, gunakan plastik food grade tahan panas, aluminium foil, atau baking paper. Bahan-bahan ini relatif mudah ditemukan dan praktis digunakan, terutama untuk kebutuhan produksi dalam jumlah banyak.
Cara Memasak Nasi Agar Padat dan Mudah Dibentuk
Tekstur nasi menjadi penentu utama keberhasilan arem-arem tanpa daun. Nasi yang terlalu lembek akan sulit dibentuk, sedangkan nasi yang terlalu kering akan membuat hasil akhir terasa keras.
Berikut langkah-langkah memasak nasi:
Masak beras bersama santan encer, garam, dan daun salam menggunakan rice cooker atau panci.
Aduk sesekali selama proses memasak agar santan tidak pecah dan nasi matang merata.
Masak hingga nasi setengah matang dan cairan santan terserap.
Setelah matang, aduk nasi untuk mengeluarkan uap panas.
Diamkan nasi sekitar 10 menit agar teksturnya lebih pulen namun tetap padat.
Nasi yang sudah diistirahatkan akan lebih mudah dibentuk dan tidak mudah hancur saat diisi maupun dikukus.
Teknik Membentuk dan Mengisi Arem-Arem Tanpa Daun
Setelah nasi siap, proses pembentukan menjadi tahap penting agar arem-arem terlihat rapi dan kokoh.
Langkah-langkah membentuk dan mengisi arem-arem:
Ambil 2–3 sendok makan nasi, lalu pipihkan di atas plastik atau baking paper.
Tekan nasi perlahan agar tidak berongga dan membentuk lapisan yang padat.
Letakkan satu sendok makan isian di bagian tengah nasi.
Tutup isian dengan sedikit nasi tambahan jika diperlukan.
Pastikan isian berada tepat di tengah agar tidak keluar saat digulung.
Tahap ini menentukan apakah arem-arem akan tetap utuh saat dikukus atau justru pecah karena isian tidak tertutup sempurna.
Cara Membungkus Tanpa Daun Pisang
Pembungkusan berfungsi menjaga bentuk arem-arem sekaligus mencegah air kukusan masuk ke dalam nasi.
Berikut teknik membungkus yang dapat dilakukan:
Gulung nasi yang sudah diisi menggunakan bantuan plastik, aluminium foil, atau baking paper.
Tekan perlahan sambil menggulung agar bentuknya silinder dan padat.
Jika menggunakan plastik tahan panas, ikat kedua ujungnya dengan rapi.
Jika memakai aluminium foil, lipat bagian samping dengan rapat tanpa celah.
Pastikan pembungkus tertutup sempurna agar air tidak meresap ke dalam arem-arem.
Pembungkusan yang rapat akan membantu menjaga tekstur nasi tetap kering dan tidak lembek.
Cara Mengukus dan Menyimpan agar Tidak Mudah Basi
Tahap akhir adalah pengukusan yang berfungsi mematangkan nasi sekaligus menyatukan seluruh komponen arem-arem.
Langkah-langkah mengukus dan menyimpan arem-arem:
Panaskan kukusan hingga air benar-benar mendidih sebelum memasukkan arem-arem.
Susun arem-arem tanpa saling menumpuk agar panas merata.
Kukus selama 20–30 menit hingga arem-arem padat dan matang sempurna.
Lapisi tutup kukusan dengan kain agar uap air tidak menetes ke makanan.
Setelah matang, angkat dan biarkan hingga hangat sebelum membuka bungkusnya.
Untuk penyimpanan, arem-arem dapat disimpan di suhu ruang maksimal enam jam. Jika ingin disimpan lebih lama, masukkan ke dalam wadah tertutup dan simpan di lemari es. Saat akan dikonsumsi kembali, kukus ulang hingga hangat agar tekstur dan rasa tetap terjaga.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, arem-arem tanpa daun tetap bisa dihasilkan dengan tekstur padat, rasa gurih, dan tampilan rapi. Metode ini cocok diterapkan untuk kebutuhan rumah tangga, bekal, maupun usaha kuliner skala kecil.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Presiden Prabowo Dijadwalkan Bertemu Raja Yordania di Amman Bahas Kerja Sama Strategis
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Rekomendasi 10 Menu Takjil Nasi Rp10 Ribuan yang Murah Mengenyangkan Saat Ramadan
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
15 Rekomendasi Tempat Bulan Madu Romantis di Bali
- 25 Februari 2026
2.
20 Rekomendasi Oleh Oleh Surabaya yang Tahan Lama dan Lezat
- 25 Februari 2026
3.
10 Rekomendasi Hotel di Cilacap, Fasilitasnya Lengkap
- 25 Februari 2026











