JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu pagi, 25 Februari 2026, dengan pergerakan positif setelah menunjukkan penguatan sejak awal sesi.
Kinerja pasar saham domestik ini mencerminkan optimisme investor yang mulai kembali terbentuk, meskipun pergerakan indeks masih sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa menit awal perdagangan.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat berada di level 8.318,145. Seiring berjalannya waktu, indeks bergerak dinamis mengikuti aktivitas jual beli saham di pasar reguler. Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat bergerak naik dan turun sebelum akhirnya kembali menguat hingga menjelang pertengahan sesi pagi. Kondisi ini menggambarkan adanya tarik-menarik sentimen antara pelaku pasar yang melakukan aksi beli dan sebagian investor yang memilih untuk merealisasikan keuntungan jangka pendek.
Baca JugaPanduan Cara Download Bukti Pemesanan BI Pintar untuk Penukaran Uang Lebaran
Mengacu pada data RTI yang tercatat hingga pukul 09.35 WIB, IHSG menguat 47,559 poin atau setara dengan kenaikan 0,57 persen ke posisi 8.328,393. Capaian tersebut menandakan bahwa indeks utama Bursa Efek Indonesia masih mampu bertahan di zona hijau, meskipun tekanan jual tetap muncul di sejumlah saham.
Pergerakan Saham Pagi Hari Didominasi Aksi Selektif Investor
Aktivitas perdagangan saham pada pagi hari menunjukkan pola pergerakan yang cukup berimbang. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 264 saham emiten tercatat mengalami penguatan. Di sisi lain, 270 saham berada di zona merah atau melemah, sementara 188 saham lainnya tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Komposisi pergerakan ini mengindikasikan bahwa investor masih bersikap selektif dalam memilih saham. Tidak semua sektor bergerak searah, sehingga penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh saham-saham tertentu yang memiliki sentimen positif. Kondisi ini juga mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons berbagai faktor eksternal maupun domestik yang masih memengaruhi arah pasar saham.
Dari sisi nilai transaksi, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.35 WIB mencapai Rp5,594 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 12,562 miliar saham. Angka tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan yang relatif aktif pada awal sesi, menandakan minat investor masih cukup terjaga di tengah dinamika pasar.
Level Teknis IHSG Masih Jadi Perhatian Pelaku Pasar
Meskipun IHSG menguat pada pagi hari ini, sejumlah analis menilai pergerakan indeks masih berada dalam fase pengujian level teknis penting. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa IHSG berpeluang mencoba menembus level resistance yang cukup kuat.
“IHSG pada perdagangan hari ini akan mencoba untuk break resistance kuat di 8.450. Tapi hati-hati jika belum break di atas level tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas. Diperkirakan support IHSG 8.320-8.350 dan resist IHSG 8.450-8.500,” ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun tren jangka pendek terlihat positif, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai jika IHSG gagal menembus area resistance. Level support dan resistance menjadi acuan penting bagi pelaku pasar, khususnya bagi investor jangka pendek yang mengandalkan analisis teknikal dalam pengambilan keputusan.
Sentimen Perdagangan Sebelumnya dan Peran Investor Asing
Kinerja IHSG pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari capaian positif pada sesi sebelumnya. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat sebesar 1,5 persen. Penguatan tersebut juga disertai dengan aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai Rp1,1 triliun.
Adapun saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing pada perdagangan sebelumnya antara lain BBRI, BMRI, ANTM, TINS, dan TLKM. Aksi akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar tersebut turut memberikan dorongan positif bagi pergerakan IHSG secara keseluruhan.
Masuknya dana asing sering kali menjadi salah satu faktor penopang utama penguatan indeks, terutama pada saham-saham unggulan. Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati konsistensi aliran dana asing, mengingat pergerakannya sangat dipengaruhi oleh sentimen global dan arah kebijakan moneter di negara maju.
Pengaruh Pasar Global dan Bursa Asia terhadap IHSG
Dari sisi global, pergerakan pasar saham Amerika Serikat memberikan sentimen positif bagi pasar domestik. Indeks-indeks utama Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa, didorong oleh penguatan sektor teknologi. Investor global saat ini tengah menantikan laporan kinerja perusahaan teknologi besar, khususnya Nvidia, yang dinilai dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap sektor kecerdasan buatan.
Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik 370,44 poin atau 0,76 persen menjadi 49.174,5. Indeks S&P 500 menguat 52,32 poin atau 0,77 persen ke level 6.890,07. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat kenaikan sebesar 236,41 poin atau 1,04 persen ke posisi 22.863,68.
Di kawasan Asia, pergerakan pasar saham menunjukkan variasi. Pasar saham Asia pada Senin (23/2) bergerak beragam, seiring investor masih menunggu kejelasan kebijakan tarif Amerika Serikat. Selain itu, pelemahan dolar AS turut menjadi perhatian pelaku pasar global. Sentimen juga dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kinerja perusahaan chip berbasis kecerdasan buatan, yang dinilai akan menjadi ujian bagi optimisme pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan kombinasi sentimen domestik dan global tersebut, pergerakan IHSG ke depan masih berpotensi bergerak dinamis. Investor diharapkan tetap mencermati perkembangan pasar global, aliran dana asing, serta level teknis indeks sebagai dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Cara Membuat Saus Mentai Tanpa Tobiko, Creamy dan Cocok Aneka Topping
- Rabu, 25 Februari 2026
5 Cara Membuat Kue Kering Lebaran Tanpa Oven, Cukup Modal Teflon dan Kompor
- Rabu, 25 Februari 2026
Panduan Cara Download Bukti Pemesanan BI Pintar untuk Penukaran Uang Lebaran
- Rabu, 25 Februari 2026
IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.328 Pagi Ini, Investor Kembali Bergairah
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Update Harga Emas Antam 25 Februari 2026: Turun ke Rp3.023.000 per Gram
- Rabu, 25 Februari 2026
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Tertekan terhadap Dolar AS Rabu 25 Februari 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
Kemendagri Dorong Perencanaan Anggaran Daerah Matang dan APBD Lebih Optimal
- Rabu, 25 Februari 2026
Menhub Pastikan Distribusi Logistik Aman dan Terkendali Saat Lebaran 2026
- Rabu, 25 Februari 2026











