Bupati Laporkan Ratusan Huntara Rampung untuk Korban Bencana Aceh Timur

Bupati Laporkan Ratusan Huntara Rampung untuk Korban Bencana Aceh Timur
Bupati Laporkan Ratusan Huntara Rampung untuk Korban Bencana Aceh Timur

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur terus berjalan melalui pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. 

Pemerintah daerah menempatkan penyediaan tempat tinggal layak sebagai kebutuhan mendesak agar para korban dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan manusiawi.

Di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung, sebagian huntara kini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini menjadi kabar penting bagi ribuan keluarga yang sebelumnya harus bertahan dalam kondisi darurat akibat kerusakan rumah mereka. Pemerintah daerah menilai keberadaan huntara bukan hanya solusi sementara, tetapi juga simbol awal pemulihan sosial bagi warga terdampak bencana.

Baca Juga

Delapan Rekomendasi DPR untuk Mempercepat Reformasi Polri Secara Nasional

"Sebanyak 124 unit huntara selesai dibangun dan sudah ditempati. Sedang 732 unit lainnya masih dalam proses pembangunan," kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky ketika dihubungi dari Banda Aceh.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa program pembangunan hunian sementara sudah memasuki tahap pemanfaatan, meski masih menghadapi pekerjaan besar dalam penyelesaian unit lainnya.

Progres Pembangunan yang Masih Berjalan

Bupati menjelaskan bahwa dari 732 unit huntara yang masih dalam tahap pengerjaan, sebagian telah menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 410 unit di antaranya telah mencapai progres lebih dari 50 persen. Sementara itu, 322 unit lainnya masih berada pada tahap awal dengan capaian pembangunan di bawah 50 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan huntara dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan material, akses lokasi, serta koordinasi antar pihak pelaksana. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan proyek agar pembangunan dapat selesai sesuai target.

Menurut Bupati, total huntara yang sedang dibangun saat ini mencapai 856 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 744 unit yang dibangun secara insitu atau di lokasi rumah masyarakat yang rusak, serta 112 unit yang dibangun secara komunal atau terpusat di satu lokasi.

Model pembangunan ini dipilih agar bisa menyesuaikan kondisi lapangan. Huntara insitu memungkinkan warga tetap tinggal di sekitar lingkungan asal mereka, sedangkan huntara komunal digunakan pada wilayah yang tingkat kerusakannya tidak memungkinkan pembangunan di lokasi semula.

Sebaran Huntara yang Telah Selesai

Dari total 124 huntara yang telah selesai dibangun, Bupati menyebutkan bahwa 102 unit merupakan hunian komunal dan 22 unit merupakan huntara insitu. Huntara insitu tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Madat sebanyak tujuh unit, Pante Bidari tiga unit, dan Peureulak Barat sebanyak 12 unit.

Sementara itu, huntara komunal dibangun di beberapa kecamatan dengan jumlah bervariasi. Di Kecamatan Julok terdapat 10 unit, Simpang Ulim sebanyak 63 unit, Idi Rayeuk 24 unit, serta Pante Bidari lima unit.

"Huntara komunal tersebut dibangun BUMN Adhi Karya dan Hutama Karya serta BNPB," katanya.

Keterlibatan berbagai pihak, baik BUMN maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menunjukkan bahwa pembangunan huntara merupakan kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra pelaksana. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penyediaan hunian bagi warga terdampak.

Gambaran Total Kebutuhan Huntara di Aceh Timur

Iskandar Usman Al-Farlaky juga memaparkan bahwa total huntara yang direncanakan dibangun di Kabupaten Aceh Timur mencapai 3.413 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.592 unit merupakan huntara insitu dan 821 unit merupakan huntara komunal.

Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak bencana hidrometeorologi terhadap permukiman warga. Ribuan rumah mengalami kerusakan sehingga membutuhkan solusi cepat berupa hunian sementara sebelum pembangunan hunian tetap dilakukan.

Namun demikian, tidak semua unit huntara saat ini sudah masuk tahap pembangunan. Bupati menjelaskan bahwa huntara yang belum dalam proses pembangunan masih cukup banyak, yakni mencapai 2.557 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 1.848 unit huntara insitu dan 709 unit huntara komunal.

"Huntara yang belum dibangun tersebut tersebar di 10 kecamatan terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur. Kami berharap pembangunan huntara ini segera dilakukan, sehingga korban bencana hidrometeorologi mendapatkan tempat tinggal layak," kata Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memenuhi seluruh kebutuhan hunian sementara bagi warga terdampak.

Harapan Pemulihan bagi Warga Terdampak

Pembangunan huntara tidak hanya bertujuan menyediakan atap bagi korban bencana, tetapi juga memulihkan stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan adanya tempat tinggal yang lebih layak, warga dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang, termasuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan.

Keberadaan huntara juga penting untuk mengurangi risiko kesehatan akibat tinggal terlalu lama di pengungsian darurat. Lingkungan hunian yang lebih tertata memungkinkan pemerintah memberikan layanan dasar dengan lebih efektif.

Meski 124 unit huntara telah selesai dibangun dan ditempati, kebutuhan di Aceh Timur masih jauh dari terpenuhi. Pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan dapat dilakukan agar seluruh warga terdampak segera memperoleh hunian sementara yang memadai.

Dengan masih tersisa ribuan unit yang belum dibangun, tantangan utama ke depan adalah memastikan kelancaran proses pembangunan di seluruh kecamatan terdampak. Koordinasi lintas instansi dan dukungan berbagai pihak menjadi kunci agar target penyediaan huntara dapat tercapai.

Program pembangunan huntara di Aceh Timur mencerminkan upaya nyata pemerintah dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi. Melalui penyediaan hunian sementara, diharapkan para korban dapat melewati masa transisi dengan lebih baik sambil menunggu proses pembangunan hunian permanen di masa mendatang.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indonesia Terima Tiga Jet Tempur Rafale, Ini Spesifikasi Lengkapnya dan Keunggulan

Indonesia Terima Tiga Jet Tempur Rafale, Ini Spesifikasi Lengkapnya dan Keunggulan

Komdigi Tegaskan Grok Masih Diblokir Sementara Menunggu Kepatuhan Regulasi Indonesia Digital

Komdigi Tegaskan Grok Masih Diblokir Sementara Menunggu Kepatuhan Regulasi Indonesia Digital

Update Harga Pangan Selasa 27 Januari 2026, Cabai dan Bawang Merah Nasional Kompak Turun

Update Harga Pangan Selasa 27 Januari 2026, Cabai dan Bawang Merah Nasional Kompak Turun

BNI Salurkan Rp1,5 Triliun Dukung Program Makan Bergizi Gratis Nasional Pemerintah

BNI Salurkan Rp1,5 Triliun Dukung Program Makan Bergizi Gratis Nasional Pemerintah

Kemenag Fokus Rehabilitasi Pendidikan dan Ibadah Pascabanjir di Wilayah Terdampak

Kemenag Fokus Rehabilitasi Pendidikan dan Ibadah Pascabanjir di Wilayah Terdampak