TNI dan Kemenko Polkam Salurkan Air Siap Minum untuk Warga Terdampak Banjir di Agam

TNI dan Kemenko Polkam Salurkan Air Siap Minum untuk Warga Terdampak Banjir di Agam
TNI dan Kemenko Polkam Salurkan Air Siap Minum untuk Warga Terdampak Banjir di Agam

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus dilakukan melalui berbagai langkah nyata di lapangan. 

Salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak adalah ketersediaan air layak konsumsi. Menjawab kebutuhan tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menghadirkan solusi praktis dengan mendistribusikan air siap minum ke wilayah yang kesulitan memperoleh air bersih, khususnya di Kecamatan Tanjung Raya.

Kehadiran mobil penjernih air siap minum milik Kemenko Polkam menjadi tumpuan harapan warga Nagari Sungai Batang. Armada tersebut langsung melayani pengisian air menggunakan galon milik masyarakat, sehingga warga tidak perlu lagi berjalan jauh untuk memperoleh air minum yang aman. Bantuan ini terasa semakin penting setelah banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025 merusak sumber-sumber air bersih warga.

Baca Juga

Delapan Rekomendasi DPR untuk Mempercepat Reformasi Polri Secara Nasional

Air Bersih Jadi Kebutuhan Mendesak Pascabencana

Pasca banjir bandang, sebagian besar sumur dan sumber air warga tercemar lumpur dan material banjir. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air layak minum. Mobil penjernih air siap minum yang dioperasikan TNI bersama Kemenko Polkam hadir untuk menjawab persoalan tersebut.

Mobil tersebut langsung melayani pengisian galon di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Warga cukup datang membawa galon masing-masing untuk mendapatkan air siap minum. Cara ini dinilai efektif karena lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kami sangat terbantu dengan bantuan air siap minum dari TNI dan Menko Polkam, karena kesulitan mendapatkan air bersih usai banjir bandang melanda daerah itu,” kata salah seorang warga Sungai Batang Putri (25) di Lubuk Basung, Senin.

Sebelum adanya layanan ini, Putri mengaku harus berjalan ratusan meter untuk mengambil air minum dari masjid terdekat. Kini, ia hanya perlu datang ke lokasi mobil penjernih air dengan membawa galon.

“Saya membawa dua unit galon air untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk kebutuhan mandi, ada sumur galian di rumah,” katanya.

Mobil Penjernih Air Layani Warga Secara Mobile

Distribusi air siap minum tidak dilakukan di satu titik saja. Armada penjernih air dioperasikan secara mobile ke nagari-nagari yang paling terdampak dan mengalami kesulitan air bersih. Dengan pola ini, jangkauan bantuan menjadi lebih luas dan merata.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sungai Batang Kopda Novianto Budi menjelaskan bahwa TNI bekerja sama dengan Kemenko Polkam menyediakan mobil penjernih air siap minum untuk membantu masyarakat di Kecamatan Tanjung Raya.

“Keberadaan mobil ini untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk diminum di daerah terdampak bencana di Tanjung Raya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa mobil tersebut telah beroperasi sejak Sabtu (24/1) dan terus berpindah dari satu nagari ke nagari lain sesuai kebutuhan warga. Dengan sistem ini, bantuan tidak terpusat hanya di satu lokasi, melainkan menjangkau daerah-daerah yang akses air bersihnya paling terbatas.

Kapasitas Produksi dan Pola Distribusi Air

Mobil penjernih air siap minum memiliki kapasitas produksi sekitar 250 liter air dalam satu kali proses. Dengan kapasitas tersebut, armada mampu mengisi sekitar 20 galon milik masyarakat dalam satu putaran distribusi.

“Apabila habis persediaan air, langsung kita jemput ke sumber dan sebanyak 100 galon milik masyarakat yang kita isi setiap harinya,” kata Kopda Novianto.

Pola kerja ini memastikan bahwa stok air selalu tersedia dan masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama. Air yang telah dijernihkan kemudian langsung didistribusikan kepada warga tanpa proses yang berbelit.

Keberadaan mobil penjernih air ini menjadi bagian dari rangkaian bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh TNI bersama instansi pemerintah pusat dan daerah. Sebelumnya, TNI juga telah terlibat dalam berbagai upaya penyediaan air bersih di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam, termasuk di hunian sementara (huntara) dan wilayah Palembayan.

Respons Positif Warga dan Harapan Pemulihan

Bantuan air siap minum mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai kehadiran TNI dan Kemenko Polkam bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberi rasa aman dan perhatian di tengah situasi sulit pascabencana.

Selain mengurangi beban warga dalam mencari air minum, distribusi ini juga membantu mencegah risiko penyakit akibat konsumsi air yang tidak layak. Dengan tersedianya air siap minum, masyarakat dapat menjaga kesehatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia yang paling rentan terdampak kondisi lingkungan pascabanjir.

Ke depan, masyarakat berharap distribusi air bersih dan air siap minum dapat terus dilakukan hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih dan sumber air alami kembali layak digunakan. Pemerintah daerah bersama TNI dan kementerian terkait diharapkan tetap melakukan pemantauan terhadap kebutuhan dasar warga terdampak.

Langkah kolaboratif antara TNI dan Kemenko Polkam dalam pendistribusian air siap minum ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat. Melalui bantuan tersebut, warga Kecamatan Tanjung Raya perlahan dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang di tengah proses pemulihan wilayahnya.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indonesia Terima Tiga Jet Tempur Rafale, Ini Spesifikasi Lengkapnya dan Keunggulan

Indonesia Terima Tiga Jet Tempur Rafale, Ini Spesifikasi Lengkapnya dan Keunggulan

Komdigi Tegaskan Grok Masih Diblokir Sementara Menunggu Kepatuhan Regulasi Indonesia Digital

Komdigi Tegaskan Grok Masih Diblokir Sementara Menunggu Kepatuhan Regulasi Indonesia Digital

Update Harga Pangan Selasa 27 Januari 2026, Cabai dan Bawang Merah Nasional Kompak Turun

Update Harga Pangan Selasa 27 Januari 2026, Cabai dan Bawang Merah Nasional Kompak Turun

BNI Salurkan Rp1,5 Triliun Dukung Program Makan Bergizi Gratis Nasional Pemerintah

BNI Salurkan Rp1,5 Triliun Dukung Program Makan Bergizi Gratis Nasional Pemerintah

Kemenag Fokus Rehabilitasi Pendidikan dan Ibadah Pascabanjir di Wilayah Terdampak

Kemenag Fokus Rehabilitasi Pendidikan dan Ibadah Pascabanjir di Wilayah Terdampak