Mensesneg Pastikan Enam Proyek Hilirisasi Pemerintah Mulai Jalan Akhir Januari 2026
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Pemerintah bersiap memacu penguatan sektor industri nasional melalui percepatan proyek hilirisasi yang telah lama direncanakan.
Pada penghujung Januari 2026, enam proyek strategis di sektor hilirisasi dijadwalkan memasuki tahap awal pembangunan. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi berbasis pengolahan sumber daya dalam negeri, bukan sekadar mengekspor bahan mentah.
Tahap awal atau peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek-proyek tersebut akan menjadi pijakan penting bagi pergerakan sektor riil sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dalam jangka panjang. Pemerintah menilai hilirisasi sebagai kunci peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.
Baca JugaBMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Ekstrem di Berbagai Wilayah Indonesia
Enam Proyek Hilirisasi Siap Groundbreaking Akhir Januari
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa peresmian awal enam proyek hilirisasi direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026. Menurutnya, agenda tersebut telah disiapkan sebagai bagian dari rangkaian kebijakan strategis pemerintah di awal tahun.
"Di akhir bulan ini rencananya akan ada kurang lebih enam proyek hilirisasi yang akan dilakukan groundbreaking," ujar Prasetyo.
Ia menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut tidak hanya bersifat simbolis, melainkan benar-benar siap memasuki tahap pembangunan fisik. Groundbreaking ini diharapkan menjadi pemicu percepatan proyek-proyek lanjutan yang telah dirancang pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan.
Dorong Sektor Riil dan Fondasi Ekonomi Nasional
Prasetyo menjelaskan bahwa peresmian awal proyek hilirisasi ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menggerakkan sektor riil. Menurutnya, sektor ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, terutama di tengah tantangan global yang dinamis.
Dengan mendorong hilirisasi, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar di dalam negeri. Proyek-proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun struktur ekonomi yang lebih kuat dan tahan terhadap gejolak eksternal. Hilirisasi menjadi instrumen penting untuk menciptakan rantai pasok domestik yang lebih panjang dan bernilai tambah tinggi.
Kalimantan Barat Jadi Salah Satu Lokasi Strategis
Dalam keterangannya, Prasetyo menyebutkan bahwa Kalimantan Barat akan menjadi salah satu provinsi yang menjadi lokasi proyek hilirisasi tersebut. Pemilihan wilayah ini tidak terlepas dari potensi sumber daya alam yang besar serta peran strategisnya dalam peta industri nasional.
Prasetyo menambahkan bahwa pemerintah tidak berhenti pada enam proyek awal saja. Setelah tahap ini, masih ada sejumlah proyek lain yang telah disiapkan untuk memasuki fase serupa dalam waktu dekat.
"Kalimantan Barat itu juga, ya salah satunya. Jadi, ada enam proyek. Mohon doa restunya supaya selebihnya masih ada kurang lebih 12 lagi bisa pada bulan Februari, paling lambat pada bulan Maret semuanya sudah bisa kita mulai," imbuh Prasetyo.
Dengan target tersebut, pemerintah berharap seluruh rangkaian proyek hilirisasi dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan dampak ekonomi secara bertahap sepanjang 2026.
Belasan Proyek Tambahan Menyusul Februari 2026
Selain enam proyek yang akan dimulai pada akhir Januari, pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 12 proyek hilirisasi tambahan yang direncanakan diresmikan pada Februari 2026. Proyek-proyek ini menjadi kelanjutan dari agenda besar hilirisasi yang telah dicanangkan sebelumnya.
Tahap lanjutan ini diharapkan memperluas cakupan sektor industri yang disentuh oleh kebijakan hilirisasi, sekaligus mempercepat realisasi investasi di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan agar seluruh proyek tersebut dapat mulai berjalan paling lambat pada Maret 2026.
Percepatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan hilirisasi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar terealisasi di lapangan.
Danantara Siapkan Proyek Strategis Beragam Sektor
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk melakukan groundbreaking sejumlah proyek hilirisasi pada Februari 2026. Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis.
"Itu ada bauksit, aluminium di Balikpapan, kemudian ada bioavtur, kemudian ada refinery juga. Kemudian ada (budidaya) unggas di lima tempat," ujar Rosan dalam wawancara cegat seusai acara bertajuk "Semangat Awal Tahun 2026" di Jakarta.
Selain itu, Rosan juga menyampaikan bahwa proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) berpotensi masuk dalam daftar proyek yang akan dilakukan peletakan batu pertama pada Februari 2026. Proyek ini dipandang penting dalam mendukung ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan pada impor energi tertentu.
Dengan dimulainya berbagai proyek hilirisasi tersebut, pemerintah berharap transformasi ekonomi berbasis industri dapat berjalan lebih cepat, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
7 Rekomendasi Kuliner Malam Legendaris di Jakarta yang Tak Pernah Kehilangan Penggemar
- Jumat, 23 Januari 2026
Rekomendasi Tiga Tempat Sarapan Legendaris di Jakarta Selatan untuk Awali Hari Kerja
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenkomdigi: Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Pascabencana Tembus 99 Persen
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Perpres AI Ditargetkan Rampung, Pemerintah Siapkan Arah dan Etika Nasional
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenkomdigi: Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Pascabencana Tembus 99 Persen
- Jumat, 23 Januari 2026
Becak Listrik Bantuan Prabowo Akan Difungsikan Sebagai Transportasi Wisata Surabaya
- Jumat, 23 Januari 2026











