Jangan Salah Pilih! Ini Sembilan Tips Memilih Cokelat Hitam yang Sehat agar Manfaatnya Lebih Maksimal

Jangan Salah Pilih! Ini Sembilan Tips Memilih Cokelat Hitam yang Sehat agar Manfaatnya Lebih Maksimal
Jangan Salah Pilih! Ini Sembilan Tips Memilih Cokelat Hitam yang Sehat agar Manfaatnya Lebih Maksimal

JAKARTA - Cokelat kerap identik dengan camilan manis yang dianggap kurang ramah bagi kesehatan. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar ketika berbicara tentang cokelat hitam. 

Dibandingkan cokelat susu atau cokelat putih, cokelat hitam justru kerap direkomendasikan sebagai pilihan yang lebih sehat jika dikonsumsi dengan bijak dan tepat.

Cokelat hitam dikenal memiliki kandungan kakao yang tinggi, sehingga kaya akan antioksidan, flavonoid, serta berbagai senyawa aktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh. Tak heran jika cokelat jenis ini sering dikaitkan dengan kesehatan jantung, peningkatan suasana hati, hingga dukungan bagi fungsi otak.

Baca Juga

Karakteristik, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan Bahan American drill

Meski demikian, tidak semua produk cokelat hitam di pasaran benar-benar memberikan manfaat kesehatan. Banyak cokelat yang tampak “sehat” dari kemasannya, tetapi ternyata mengandung gula tinggi, bahan tambahan berlebih, atau melalui proses yang justru menurunkan kandungan nutrisinya. Oleh sebab itu, penting bagi konsumen untuk lebih teliti sebelum memilih cokelat hitam.

Melansir dari laman Health, berikut ini sembilan tips memilih cokelat hitam yang paling sehat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
1. Pilih Cokelat dengan Persentase Kakao Minimal 70 Persen

Persentase kakao menjadi indikator utama kualitas cokelat hitam. Idealnya, pilih cokelat dengan kandungan kakao minimal 70 persen. Semakin tinggi kadar kakaonya, biasanya semakin rendah kandungan gula dan bahan tambahan lainnya. Selain itu, cokelat dengan kakao tinggi juga mengandung lebih banyak serat, zat besi, serta magnesium yang bermanfaat bagi tubuh.

2. Batasi Kandungan Gula Tambahan

Meski tergolong lebih sehat, cokelat hitam tetap mengandung gula. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa jumlah gula per porsi. Sebaiknya pilih cokelat dengan kandungan gula sekitar 8 gram atau kurang per porsi. Beberapa produk juga menggunakan pemanis alami seperti gula kelapa atau kurma yang dapat menjadi alternatif lebih baik dibandingkan gula rafinasi.

3. Cermati Daftar Bahan pada Kemasan

Cokelat hitam berkualitas umumnya memiliki daftar bahan yang singkat dan mudah dipahami. Bahan pertama yang tercantum seharusnya adalah kakao, diikuti mentega kakao, lalu sedikit pemanis atau vanila. Hindari produk yang mengandung pemanis buatan, sirup jagung fruktosa tinggi, atau terlalu banyak bahan kimia tambahan.

4. Hindari Cokelat Hitam yang Mengandung Susu

Cokelat hitam asli seharusnya tidak mengandung susu. Jika terdapat tambahan susu, kualitas serta manfaat kesehatannya bisa berkurang, terutama bagi Anda yang sensitif terhadap produk susu. Kehadiran susu juga dapat menurunkan kandungan antioksidan yang terdapat dalam kakao.

5. Pilih Cokelat Non-Alkali atau Non Dutch Process

Cokelat yang diproses menggunakan metode alkali atau Dutch process memang memiliki rasa lebih lembut dan warna lebih gelap. Namun, proses ini dapat mengurangi kandungan flavonoid dan antioksidan secara signifikan. Jika tujuan Anda mengonsumsi cokelat hitam untuk kesehatan, sebaiknya pilih cokelat non-alkali.

6. Waspadai Kandungan Logam Berat

Beberapa produk cokelat hitam dapat mengandung jejak logam berat seperti kadmium dan timbal. Meski sulit dihindari sepenuhnya, Anda bisa membatasi konsumsi dan memilih cokelat dengan persentase kakao yang tidak terlalu ekstrem, misalnya sekitar 70 persen, sebagai langkah pencegahan.

7. Perhatikan Kandungan Seratnya

Cokelat hitam dapat menjadi sumber serat yang cukup baik. Dalam satu ons cokelat hitam dengan kakao 70–85 persen, terdapat lebih dari 3 gram serat yang membantu pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Kandungan serat ini menjadi nilai tambah jika cokelat dikonsumsi dalam jumlah wajar.

8. Hindari Tambahan Topping atau Isian Berlebih

Tambahan seperti karamel, nougat, atau selai kacang memang membuat cokelat lebih menggoda. Namun, isian tersebut biasanya meningkatkan kadar gula dan kalori. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan secara optimal, cokelat hitam polos tetap menjadi pilihan terbaik.

9. Pertimbangkan Memilih Cokelat Berlabel Organik

Tanaman kakao sering dibudidayakan menggunakan pestisida. Memilih cokelat hitam berlabel organik dapat membantu mengurangi paparan bahan kimia berbahaya. Meski harganya cenderung lebih tinggi, cokelat organik umumnya menawarkan kualitas bahan yang lebih terjaga.

Dengan memahami berbagai tips di atas, Anda tidak hanya menikmati rasa cokelat hitam, tetapi juga mendapatkan manfaat kesehatannya secara maksimal. Kunci utamanya adalah membaca label dengan cermat, memilih produk berkualitas, serta mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

5 Rekomendasi Chinese Food Favorit di Surabaya Versi Google Maps, Cocok Untuk Rayakan Imlek

5 Rekomendasi Chinese Food Favorit di Surabaya Versi Google Maps, Cocok Untuk Rayakan Imlek

10 Resto Sunda di Bogor untuk Bukber Keluarga dengan Nuansa Tradisional

10 Resto Sunda di Bogor untuk Bukber Keluarga dengan Nuansa Tradisional

Pecinta Matcha Wajib Merapat! Ini Tiga Spot Matcha Baru di Bandung yang Sedang Hits yang Harus di Coba

Pecinta Matcha Wajib Merapat! Ini Tiga Spot Matcha Baru di Bandung yang Sedang Hits yang Harus di Coba

Wajib Dicoba, 3 Tempat Makan Burger Enak Favorit Anak Nongkrong Jakarta Selatan

Wajib Dicoba, 3 Tempat Makan Burger Enak Favorit Anak Nongkrong Jakarta Selatan

Berburu Kuliner Imlek Halal di Jakarta Barat, Ini 6 Tempat Favorit yang Selalu Jadi Andalan

Berburu Kuliner Imlek Halal di Jakarta Barat, Ini 6 Tempat Favorit yang Selalu Jadi Andalan