JAKARTA - Penguatan ekonomi desa menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional.
Melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Dalam upaya mewujudkan target ambisius tersebut, dukungan infrastruktur dan layanan dasar menjadi faktor kunci keberhasilan.
PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program prioritas Presiden tersebut. Dukungan ini tidak hanya terbatas pada penyediaan pasokan listrik yang andal, tetapi juga mencakup inovasi layanan berbasis digital serta peluang kemitraan yang berpotensi memperkuat keberlanjutan usaha koperasi di berbagai daerah.
Baca JugaPLN Gratiskan Listrik Huntara Korban Banjir Sumatera Selama Enam Bulan
Komitmen PLN untuk Penguatan Koperasi Desa
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa PLN siap berperan aktif dalam menyukseskan pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu.
Menurut Darmawan, PLN melihat koperasi sebagai mitra strategis dalam mendorong inklusi ekonomi dan pemerataan akses layanan dasar, khususnya kelistrikan. Oleh karena itu, PLN menyiapkan dukungan berupa penyediaan listrik yang andal serta berbagai inovasi layanan yang dirancang khusus agar koperasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Dukungan ini diharapkan mampu menjadikan Kopdes Merah Putih bukan hanya sebagai wadah ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai simpul layanan publik yang dekat dengan kebutuhan warga.
Inovasi Pembayaran Listrik Lewat Agen Koperasi
Salah satu bentuk dukungan konkret PLN adalah menghadirkan sistem pembayaran dan pembelian token listrik melalui platform WhatsApp yang dioperasikan oleh agen Koperasi Desa Merah Putih. Inovasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat desa dalam melakukan transaksi listrik tanpa harus datang ke kantor layanan.
“Kami membuat platform pembayaran di mana agen-agen koperasi bisa mendatangi rumah-rumah dan langsung melakukan transaksi listrik. Agen cukup menggunakan WhatsApp yang tersambung dengan server pembayaran,” ujar Darmawan.
Melalui skema ini, koperasi tidak hanya berperan sebagai perantara layanan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari setiap transaksi yang dilakukan. Sistem tersebut sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai pusat layanan keuangan dan utilitas di tingkat desa.
Pendapatan Berulang untuk Keberlanjutan Koperasi
Darmawan menjelaskan bahwa setiap transaksi pembayaran listrik melalui agen koperasi akan memberikan kontribusi biaya operasional bagi Kopdes Merah Putih. Skema ini dirancang untuk menciptakan pendapatan berulang atau recurring income yang dapat menopang keberlanjutan koperasi dalam jangka panjang.
Ia mencontohkan, apabila terdapat 1.000 rumah pelanggan di suatu wilayah, maka koperasi berpotensi memperoleh penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan hanya dari layanan pembayaran listrik.
Dengan cakupan rata-rata 5.000 hingga 8.000 rumah pelanggan di satu wilayah Kopdes/Kel Merah Putih, potensi pendapatan yang dihasilkan dinilai cukup signifikan. Pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan koperasi untuk mengembangkan usaha lain, memperkuat layanan anggota, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Darmawan menegaskan bahwa platform pembayaran ini dirancang khusus untuk Kopdes Merah Putih dan tidak digunakan oleh pihak lain, sehingga manfaat ekonominya benar-benar difokuskan untuk koperasi desa.
Kemudahan Akses dan Evaluasi Implementasi
Dengan jaringan koperasi yang tersebar luas di berbagai wilayah, masyarakat diharapkan dapat menikmati kemudahan akses pembayaran listrik. Kehadiran agen koperasi yang langsung melayani warga dinilai mampu menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan digital.
“Ini sudah kami luncurkan dan berjalan dengan baik. Tentu saja kami perlu menganalisis kisah suksesnya, tantangannya, dan bagaimana ke depan bisa di-scale up secara nasional,” kata Darmawan.
PLN berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi sistem ini, termasuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan peran koperasi serta dampaknya terhadap kemudahan layanan bagi masyarakat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar pengembangan dan perluasan program ke skala nasional.
Peluang Kerja Sama Energi Biomassa
Selain layanan pembayaran listrik, PLN juga membuka peluang kerja sama lain dengan Kopdes Merah Putih, khususnya di sektor energi terbarukan. Darmawan menyebut PLN berencana menggandeng koperasi dalam pengembangan energi biomassa.
Dalam skema ini, Kopdes Merah Putih akan dilibatkan sebagai bagian dari rantai pasok biomassa untuk program co-firing di pembangkit listrik PLN. Bahan baku biomassa dapat berasal dari limbah sawit maupun limbah kayu yang tersedia di daerah.
“Ini menjadi salah satu potensi kerja sama antara PLN dan Kopdes Merah Putih,” kata dia.
Melalui kemitraan tersebut, koperasi tidak hanya memperoleh sumber pendapatan baru, tetapi juga berkontribusi dalam agenda transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Sinergi antara PLN dan Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis energi bersih.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Bikin Badan Hangat! Lima Bakso Malang Enak di Jakarta dengan Harga Rp 20.000-an
- Kamis, 22 Januari 2026
Rekomendasi Lima Kedai Kopi Jadul Jakarta Timur yang Legendaris dan Penuh Cerita
- Kamis, 22 Januari 2026
5 Rekomendasi Lima Kafe 24 Jam di Bali, Tempat Nyaman Nongkrong Setelah Kerja
- Kamis, 22 Januari 2026
Tiga Tempat Dessert Favorit di Bali yang Pas Jadi Penutup Kulineran Manis
- Kamis, 22 Januari 2026
4 Manfaat Biji Nangka Rebus yang Jarang Diketahui untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
- Kamis, 22 Januari 2026
Berita Lainnya
Toyota-GAC bZ7, Sedan Listrik Futuristis Siap Diluncurkan Maret 2026 di China
- Kamis, 22 Januari 2026
Sensasi Menjajal Yangwang U9, Hypercar Listrik Ekstrem Andalan BYD Dunia
- Kamis, 22 Januari 2026
Menteri ATR Siap Refocusing Anggaran Tangani Dampak Pascabencana Sumatera
- Rabu, 21 Januari 2026












