Menyusuri 10 Kuliner Legendaris Pasar Beringharjo, Dari Soto Hingga Pecel

Menyusuri 10 Kuliner Legendaris Pasar Beringharjo, Dari Soto Hingga Pecel
Menyusuri 10 Kuliner Legendaris Pasar Beringharjo, Dari Soto Hingga Pecel

JAKARTA - Pasar Beringharjo selama ini identik dengan pusat belanja batik dan kebutuhan khas Yogyakarta.

Namun, lebih dari sekadar tempat berbelanja, pasar ini juga menjadi titik temu berbagai kuliner legendaris yang telah ada sejak lama. Di sela aktivitas jual beli, pengunjung bisa menemukan aneka makanan berat, jajanan tradisional, hingga minuman khas yang menawarkan cita rasa autentik.

Kuliner Pasar Beringharjo tersebar di bagian dalam maupun area sekitarnya. Mulai dari sarapan pagi hingga santapan sore dan malam hari, semuanya tersedia dan siap memanjakan lidah. Tak heran jika banyak wisatawan sengaja menyisihkan waktu khusus hanya untuk berburu makanan di kawasan ini.

Baca Juga

Bikin Badan Hangat! Lima Bakso Malang Enak di Jakarta dengan Harga Rp 20.000-an

Ragam Kuliner Khas yang Menjadi Daya Tarik Pasar

Berbagai sumber literatur kuliner Yogyakarta menyebut Pasar Beringharjo sebagai salah satu pusat jajanan tradisional yang masih bertahan hingga kini. Keunikan setiap menu bukan hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada cara penyajian serta suasana saat menikmatinya langsung di pasar.

Berikut daftar kuliner legendaris Pasar Beringharjo yang patut dicoba.

Daftar 10 Kuliner Legendaris Pasar Beringharjo

1. Gado-gado
Gado-gado di Pasar Beringharjo menjadi salah satu menu yang cukup dikenal. Meski gado-gado merupakan makanan yang umum dijumpai, versi pasar ini memiliki ciri khas pada bumbu kacangnya yang legit. Perpaduan sayurannya diolah dengan baik dan disajikan dalam porsi yang pas. Penjual gado-gado legendaris biasanya berada di bagian dalam pasar dan telah berjualan sejak puluhan tahun lalu.

2. Aneka Daging Matang
Beberapa pedagang di Pasar Beringharjo menjajakan aneka daging matang yang cocok dijadikan lauk maupun oleh-oleh. Pilihannya cukup beragam, mulai dari ayam, puyuh, hingga sapi. Daging-daging tersebut diolah dengan berbagai menu seperti bacem, bumbu kuning, kicik, dan terik, sehingga pengunjung memiliki banyak alternatif rasa.

3. Soto Pites
Soto pites menjadi salah satu kuliner yang sering dicari pengunjung. Berlokasi di bagian timur lantai dasar Pasar Beringharjo, soto ini memiliki keunikan pada penggunaan cabai yang “dipites” atau dihancurkan terlebih dahulu sebelum disiram kuah panas. Sensasi pedasnya terasa lebih segar dan menyatu dengan kuah soto yang hangat.

4. Cenil
Sebagai jajanan tradisional, cenil masih mudah ditemukan di Pasar Beringharjo. Biasanya dijual bersama lupis, klepon, dan gethuk, cenil disajikan menggunakan pincuk daun pisang. Taburan parutan kelapa dan siraman gula merah memberikan rasa manis dan gurih, sementara teksturnya yang kenyal serta warna-warninya yang cerah membuatnya menarik untuk dicicipi.

5. Pecel Senggol
Pecel senggol dikenal sebagai menu sarapan favorit di sekitar Pasar Beringharjo. Nama “senggol” merujuk pada cara para pedagang berjualan yang berhimpitan satu sama lain. Meski kini tidak lagi memenuhi Jalan Malioboro, beberapa penjual pecel senggol masih bertahan di area samping pasar. Isiannya mirip pecel pada umumnya, namun suasana makannya memberikan pengalaman berbeda.

Kuliner Tradisional yang Kian Langka

Selain menu populer, Pasar Beringharjo juga menyimpan beberapa kuliner tradisional yang kini mulai jarang ditemui. Keberadaannya menjadi bukti bahwa pasar ini masih menjaga warisan rasa dari masa ke masa.

6. Buntil
Buntil merupakan penganan tradisional yang tidak banyak dijual. Terbuat dari daun pepaya muda yang diisi parutan kelapa, ikan asin, dan bumbu khusus, buntil kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang. Rasanya gurih dengan sedikit pahit khas daun pepaya, menciptakan cita rasa yang unik.

7. Kipo
Kue kipo adalah jajanan khas Kotagede yang masih bisa dijumpai di Pasar Beringharjo. Berwarna hijau, kue ini dibuat dari tepung ketan dengan isian unti kelapa. Berbeda dari jajanan lain, kipo diolah dengan cara dibakar atau dipanggang, menghasilkan aroma khas dan rasa manis gurih.

Minuman Hangat dan Sajian Ikonik Pasar

Tidak hanya makanan, Pasar Beringharjo juga menawarkan minuman tradisional dan sajian ikonik yang banyak diburu pengunjung.

8. Wedang Ronde
Wedang ronde menjadi pilihan minuman hangat yang cocok dinikmati sore atau malam hari. Kuah jahenya membantu menghangatkan tubuh, sementara isiannya berupa kacang sangrai, kolang-kaling, roti tawar, dan bola ronde dari tepung ketan menambah kekayaan rasa.

9. Pecel Urap
Pecel urap berbeda dari pecel berkuah kacang. Sajian ini menggunakan bumbu parutan kelapa dengan rasa gurih dan sedikit manis. Biasanya dijual pada pagi hari sebagai menu sarapan, dengan isian sayuran seperti bayam, tauge, kacang panjang, dan wortel.

10. Mie Nyemek
Mie nyemek menjadi kuliner penutup yang paling ikonik di Pasar Beringharjo. Proses memasaknya masih menggunakan tungku gerabah dan arang, dengan tambahan sedikit kuah. Popularitasnya yang viral membuat pengunjung perlu bersiap mengantre demi mencicipi sensasi mie setengah berkuah ini.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dompet Menipis? Ini 5 Pilihan Kuliner Tanggal Tua Enak dan Murah di Tebet

Dompet Menipis? Ini 5 Pilihan Kuliner Tanggal Tua Enak dan Murah di Tebet

Resep Steak Ayam Tepung Renyah dengan Saus Lada Hitam, Praktis dan Lezat ala Rumahan

Resep Steak Ayam Tepung Renyah dengan Saus Lada Hitam, Praktis dan Lezat ala Rumahan

Cara Cek Nomor Penipuan Telegram dengan Mudah 2026

Cara Cek Nomor Penipuan Telegram dengan Mudah 2026

Perkiraan Biaya Liburan ke Bali dan Tips Budget-friendly 2026

Perkiraan Biaya Liburan ke Bali dan Tips Budget-friendly 2026

Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 13 Pro 5G, Semakin Menarik!

Kelebihan dan Kekurangan Redmi Note 13 Pro 5G, Semakin Menarik!