Mentrans Sebut Tiga Kampus Dunia Tertarik Berkolaborasi dalam Program Beasiswa Patriot Transmigrasi
- Senin, 19 Januari 2026
JAKARTA - Upaya pemerintah memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia mulai menarik perhatian dunia internasional.
Program Beasiswa Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi tidak hanya menjadi instrumen pemerataan pendidikan nasional, tetapi juga mulai dilirik oleh perguruan tinggi ternama dari luar negeri sebagai ruang kolaborasi strategis lintas negara.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat tiga universitas asing yang menyatakan minat untuk terlibat dalam implementasi Program Beasiswa Patriot. Ketertarikan tersebut dinilai sebagai sinyal positif terhadap arah kebijakan transmigrasi yang kini menitikberatkan pada penguatan kapasitas intelektual dan inovasi.
Baca JugaHarga Pangan Hari Ini 19 Januari 2026Terpantau Stabil, Telur Ayam Ras Naik Tipis
TUM, Tsinghua, dan Stanford Masuk Radar Kolaborasi Internasional
Ia menuturkan bahwa ketiga perguruan tinggi luar negeri yang menyatakan minat tersebut berasal dari negara dengan tradisi akademik kuat. Kampus yang dimaksud adalah Technical University of Munich (TUM) dari Jerman, Tsinghua University dari China, serta Stanford University dari Amerika Serikat.
“Kalau pertanyaannya apakah ada kampus dari luar Indonesia yang tertarik untuk berkolaborasi, ada, saya sudah dapat, saya sudah ketemu juga,” ucap M Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Minggu malam (18/1).
Menurutnya, ketertarikan ini menunjukkan bahwa Program Beasiswa Patriot memiliki daya tarik internasional, terutama karena orientasinya yang tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pada pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
Pertemuan Langsung Jadi Pintu Awal Kerja Sama Akademik
Iftitah menjelaskan, perwakilan dari TUM dan Tsinghua University secara langsung menyampaikan minat mereka untuk berkolaborasi saat menghadiri pertemuan dengan dirinya. Dalam pertemuan tersebut, dibahas potensi sinergi akademik yang dapat dikembangkan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sementara itu, informasi terkait adanya peluang kerja sama dengan Stanford University diperoleh Mentrans Iftitah melalui IPB University. Kampus tersebut menjadi salah satu mitra strategis Kementerian Transmigrasi dalam pelaksanaan Program Beasiswa Patriot dan aktif menjalin jejaring internasional.
Regulasi Masih Menjadi Tantangan Utama Implementasi
Meski minat dari kampus asing cukup kuat, Mentrans mengakui bahwa saat ini masih terdapat kendala regulasi yang perlu diselesaikan sebelum kolaborasi tersebut dapat diwujudkan. Kendala tersebut antara lain berkaitan dengan penerimaan mahasiswa asing, skema pendidikan lintas negara, serta kemungkinan penerapan program double degree.
Menurutnya, tanpa penyesuaian regulasi yang tepat, kerja sama antara perguruan tinggi luar negeri dan dalam negeri dalam skema beasiswa akan sulit dijalankan secara optimal.
Pembahasan Skema Kolaborasi Dibawa ke Rakor Patriot 2026
Sebagai langkah awal, pembahasan mengenai penyesuaian regulasi tersebut dijadwalkan berlangsung dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Jakarta mulai Minggu (18/1) hingga Selasa (20/1).
Forum tersebut menjadi wadah koordinasi antara Kementerian Transmigrasi dan perguruan tinggi mitra dalam merumuskan arah kebijakan serta bentuk kerja sama yang memungkinkan dilakukan ke depan.
“Sekarang persoalannya regulasi. Jadi ke depan, pasti akan ada universitas (asing) yang bergabung. Seperti apa bentuk (kerjasamanya), ini nanti tergantung kecepatan kita menyesuaikan dengan masalah regulasi ini,” kata Iftitah.
Knowledge Spillover Jadi Tujuan Strategis Pelibatan Kampus Asing
Iftitah menegaskan bahwa pelibatan kampus asing memiliki tujuan strategis yang jauh melampaui kerja sama akademik biasa. Salah satunya adalah menciptakan knowledge spillover atau limpahan pengetahuan dari sistem pendidikan global ke dalam ekosistem pendidikan nasional.
Dengan adanya transfer pengetahuan tersebut, diharapkan inovasi teknologi di dalam negeri dapat meningkat, khususnya yang relevan dengan kebutuhan pembangunan kawasan transmigrasi.
Pendidikan Internasional untuk Dorong Inovasi Kawasan Transmigrasi
Selain itu, kehadiran akademisi dan sistem pendidikan berstandar internasional diharapkan mampu menghadirkan useful knowledge atau pengetahuan yang benar-benar aplikatif bagi pengembangan kawasan transmigrasi.
Ilmu dan teknologi yang dibawa dari perguruan tinggi dunia dinilai dapat mempercepat proses pembangunan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah-daerah transmigrasi agar mampu tumbuh sebagai pusat ekonomi baru.
Ilmu Pengetahuan sebagai Kunci Atasi Ketimpangan Wilayah
Iftitah menyampaikan bahwa pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan wilayah yang masih terjadi di berbagai kawasan Indonesia.
Dengan menghadirkan inovasi secara berkelanjutan ke wilayah transmigrasi, pemerintah berharap kesenjangan pembangunan antarwilayah dapat ditekan secara signifikan.
“Masalah ketimpangan wilayah ini tidak mungkin bisa kita selesaikan secara masif dan berkelanjutan tanpa adanya banjir ilmu pengetahuan dan teknologi dan inovasi yang terus menerus dilakukan oleh perguruan tinggi,” ujarnya.
Beasiswa Patriot Siapkan Ribuan Mahasiswa Kampus Unggulan Nasional
Pada tahun ini, Program Beasiswa Patriot dipersiapkan untuk menjangkau 1.000 hingga 1.500 mahasiswa. Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Melalui program ini, Kementerian Transmigrasi berharap dapat melahirkan generasi patriot transmigrasi yang unggul secara akademik dan siap berkontribusi langsung dalam pembangunan kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Disiapkan Jadi Penggerak Investasi 2026, Kepastian Kebijakan Krusial
- Senin, 19 Januari 2026
Aktivasi BPJS Kesehatan Jadi Syarat Penting Perlindungan Jemaah Haji Indonesia
- Senin, 19 Januari 2026
PMI BI Kuartal IV/2025 Menguat, Sektor Manufaktur Belum Pulih Sepenuhnya
- Senin, 19 Januari 2026
SBN Tetap Jadi Pilar Utama Investasi Dana Pensiun Indonesia Tahun 2026
- Senin, 19 Januari 2026
Berita Lainnya
Update Lengkap Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Senin 19 Januari 2026
- Senin, 19 Januari 2026
Tarif Listrik 19–25 Januari 2026 Masih Tetap, Beli Token Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh?
- Senin, 19 Januari 2026
Kemenekraf Gandeng KOCCA Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Indonesia Global
- Senin, 19 Januari 2026
Kementrans Luncurkan Beasiswa Patriot bagi 1.100 Mahasiswa Tujuh Kampus Negeri
- Senin, 19 Januari 2026











