Masih Ragu Konsumsi Minyak Zaitun? Ini 5 Khasiat Sehatnya Sayang Jika Dilewatkan
- Kamis, 15 Januari 2026
JAKARTA - Bagi sebagian orang, minyak zaitun masih dianggap sekadar pelengkap salad atau olesan roti.
Padahal, di balik rasanya yang khas, minyak zaitun menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang telah lama direkomendasikan para ahli gizi. Bahkan, konsumsi rutin minyak zaitun disebut dapat berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik hingga umur panjang.
Minyak zaitun dikenal sebagai salah satu superfood yang banyak digunakan dalam pola makan sehat, terutama diet Mediterania. Tidak hanya digunakan sebagai bahan masakan, minyak zaitun juga aman dan dianjurkan untuk dikonsumsi langsung. Khasiatnya tidak main-main, terutama jika memilih jenis Extra Virgin Olive Oil yang kualitasnya paling tinggi.
Baca JugaIni Waktu dan Cara Mandi Tepat untuk Membantu Tidur Lebih Berkualitas
Para ahli gizi merekomendasikan konsumsi Extra Virgin Olive Oil setiap hari dengan takaran sekitar 1–2 sendok makan. Cara konsumsinya pun cukup fleksibel, bisa diminum langsung atau dipadukan dengan makanan lain. Berbeda dengan jenis minyak atau lemak lain, minyak zaitun tidak menyebabkan lonjakan kalori berlebih jika dikonsumsi sesuai anjuran.
Selain diminum langsung, minyak zaitun juga kerap dimanfaatkan sebagai saus salad atau cocolan roti. Kandungan lemak sehat di dalamnya justru membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi penting. Tak heran jika minyak zaitun sering disebut sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Berikut ini lima khasiat utama konsumsi minyak zaitun secara rutin yang sayang untuk dilewatkan.
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Salah satu manfaat paling dikenal dari minyak zaitun adalah perannya dalam menjaga kesehatan jantung. Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang dikenal baik bagi sistem kardiovaskular. Jenis lemak ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).
“Lemak tak jenuh tunggal di dalam minyak zaitun membantu meningkatkan kolesterol dengan menurunkan LDL dan meningkatkan HDL,” ujar Lauren Manaker selaku ahli gizi.
Tak hanya itu, minyak zaitun juga kaya akan antioksidan seperti polifenol dan vitamin E. Kandungan ini membantu melawan stres oksidatif yang dapat merusak pembuluh darah. Jika dibiarkan, stres oksidatif dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan kardiovaskular lainnya.
2. Membantu Mengurangi Peradangan
Peradangan kronis dan stres oksidatif merupakan faktor utama yang berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes, kanker, dan gangguan saraf. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap penurunan angka harapan hidup.
Polifenol dalam minyak zaitun memiliki sifat antiinflamasi yang kuat. Senyawa ini bekerja dengan menekan proses peradangan di dalam tubuh sekaligus bertindak sebagai antioksidan yang membantu menetralisir radikal bebas.
Radikal bebas dapat merusak sel dan jaringan tubuh jika jumlahnya berlebihan. Oleh karena itu, konsumsi minyak zaitun secara rutin berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan memperlambat proses penuaan sel.
3. Menjaga Ketajaman Fungsi Otak
Manfaat minyak zaitun tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga oleh otak. Kandungan vitamin E dan polifenol di dalamnya berfungsi melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas dan peradangan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya minyak zaitun berkaitan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer. Selain itu, ada pula penelitian yang menemukan hubungan antara konsumsi minyak zaitun dengan penurunan risiko kematian akibat demensia.
Meski demikian, manfaat ini hanya dapat diperoleh jika minyak zaitun dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dan seimbang sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.
4. Menyehatkan Sistem Pencernaan
Minyak zaitun juga berkontribusi besar terhadap kesehatan pencernaan. Polifenol di dalamnya berperan sebagai prebiotik, yaitu zat yang membantu memberi makan bakteri baik di dalam usus.
Dengan terjaganya keseimbangan mikrobioma usus, proses pencernaan dan penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Kesehatan usus sendiri sangat penting karena sering disebut sebagai “otak kedua” dalam tubuh manusia.
Selain itu, minyak zaitun membantu melumasi saluran pencernaan dan mendukung fungsi motilitas usus. Hal ini membuatnya bermanfaat untuk mencegah sembelit serta gangguan pencernaan lainnya, terutama bagi mereka yang kerap mengalami konstipasi.
5. Menurunkan Risiko Penyakit Kronis
Berbagai penelitian observasional menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis. Di antaranya diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, dan penyakit kardiovaskular.
Beberapa studi juga mencatat bahwa konsumsi minyak zaitun secara teratur berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung maupun penyebab lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa minyak zaitun dapat berperan dalam meningkatkan angka harapan hidup.
Lemak sehat yang terkandung dalam minyak zaitun juga membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta mengatur kadar gula darah. Dengan demikian, minyak zaitun berpotensi memberikan manfaat dalam pencegahan diabetes jika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat.
Melihat beragam manfaat tersebut, tak ada salahnya mulai mempertimbangkan minyak zaitun sebagai bagian dari konsumsi harian. Dengan takaran yang tepat dan pemilihan jenis berkualitas, minyak zaitun bisa menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Dari Puluhan hingga Ratusan Lauk, Ini 5 Nasi Rames Favorit Kelapa Gading
- Kamis, 15 Januari 2026
5 Rekomendasi Nasi Tempong Paling Diburu di Jakarta, Sambalnya Pedas Menggigit
- Kamis, 15 Januari 2026
Rekomendasi 7 Lalapan Favorit di Malang yang Enak dan Harga Terjangkau
- Kamis, 15 Januari 2026











