JAKARTA - Setelah makan, banyak orang cenderung bersantai atau tidur sebentar. Padahal, cara tubuh bergerak pasca-santap dapat memengaruhi kadar gula darah.
Aktivitas sederhana seperti jalan kaki, hidrasi yang tepat, dan pilihan makanan penutup dapat membantu menahan lonjakan glukosa, sehingga menjaga energi tetap stabil.
Lonjakan gula darah yang terlalu tinggi tidak hanya berdampak pada kesehatan jangka panjang tetapi juga membuat tubuh merasa lelah atau mengantuk. Dengan strategi sederhana, pengelolaan gula darah bisa dilakukan tanpa memerlukan alat khusus atau waktu yang lama.
Baca Juga
Jalan Kaki Singkat Pasca Makan Sangat Efektif
Salah satu cara paling mudah menurunkan gula darah setelah makan adalah dengan berjalan kaki selama sekitar 10 menit. Menurut edukator diabetes Amy Kimberlain, berjalan kaki membantu tubuh menggunakan glukosa dari makanan segera, sehingga kadar gula tidak menumpuk di aliran darah.
Penelitian menunjukkan efek jalan kaki 10 menit setelah makan serupa dengan jalan kaki 30 menit, namun lebih praktis. Bagi yang tidak bisa keluar rumah, aktivitas rumah tangga ringan, seperti mencuci piring atau merapikan meja kerja, juga memberikan manfaat serupa.
Aktivitas ringan ini efektif sekaligus membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik dan mengurangi rasa kantuk.
Minum Air Putih Sebagai Strategi Pendukung
Hidrasi adalah aspek penting lain dalam mengatur gula darah pasca-makan. Minum air putih setelah makan membantu ginjal mengeluarkan kelebihan glukosa dari darah. Kimberlain menekankan bahwa air putih bukanlah intervensi utama, tetapi strategi pendukung yang lembut.
Air putih yang cukup sepanjang hari juga membantu metabolisme tetap stabil, mendukung fungsi organ, dan menjaga tubuh tetap segar. Bahkan sebelum atau saat makan, meminum air putih cukup dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih efisien.
Kombinasi hidrasi dan aktivitas ringan meningkatkan efektivitas pengelolaan gula darah.
Pilihan Buah dan Serat Sebagai Penutup Makan
Mengonsumsi makanan penutup kaya serat juga dapat menahan lonjakan gula. Buah-buahan atau puding biji chia, misalnya, membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dari makanan utama.
Strategi ini memungkinkan kadar glukosa naik lebih perlahan, sehingga energi lebih stabil dan rasa lapar lebih terkontrol.
Selain buah, makanan fermentasi yang tinggi serat seperti yogurt probiotik juga mendukung metabolisme glukosa. Konsumsi serat dan fermentasi membantu menjaga mikrobiota usus yang sehat, yang berperan dalam pengelolaan gula darah dan fungsi sistem pencernaan.
Dengan menutup makan dengan pilihan sehat, tubuh mendapatkan manfaat ganda: tetap kenyang, terhidrasi, dan kadar gula lebih stabil.
Dengan kombinasi aktivitas ringan, hidrasi cukup, dan makanan penutup berserat, pengelolaan gula darah setelah makan menjadi lebih mudah dilakukan.
Bagi penderita diabetes atau yang memiliki risiko tinggi, strategi ini tetap harus dikombinasikan dengan pemantauan rutin dan konsultasi medis. Namun bagi orang sehat, langkah-langkah sederhana ini cukup membantu menjaga energi, mengurangi kantuk, dan mencegah lonjakan gula darah berlebihan.
Menerapkan kebiasaan ini secara konsisten juga memudahkan tubuh menyesuaikan diri dengan pola makan sehat, sehingga efek samping seperti rasa lelah atau lapar berlebihan bisa diminimalkan.
Aktivitas pasca-makan yang tepat menjadi kunci sederhana untuk kesehatan jangka panjang, sekaligus menjaga kadar glukosa tetap stabil setiap hari.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.







