Pertamina EP Cepu Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Organik Blora

Pertamina EP Cepu Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Organik Blora
Pertamina EP Cepu Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Organik Blora

JAKARTA - Upaya menjaga ketahanan energi kini berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan.

Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan bertajuk PUSAKA BLORA, PT Pertamina EP Cepu Field (PEP Cepu Field) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Blora untuk mendorong transformasi pertanian konvensional menjadi sistem organik yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi.

Inisiatif ini tak hanya memperkuat perekonomian masyarakat, tetapi juga menghadirkan inovasi pertanian hijau yang berkontribusi terhadap pelestarian alam dan efisiensi produksi. Panen raya padi organik yang digelar bersama masyarakat menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi tersebut.

Baca Juga

Produksi dan Konsumsi Jagung Melonjak 23 Persen, Pemerintah Siapkan Ekspor Nasional

Transformasi Pertanian Menuju Sistem Ramah Lingkungan

Melalui program PUSAKA BLORA, para petani kini dapat menikmati panen tiga kali setahun dengan produktivitas sekitar 8 ton per hektar, sekaligus menekan biaya produksi hingga Rp4 juta per musim tanam berkat penggunaan pupuk organik buatan sendiri.

Program ini juga berhasil merehabilitasi lebih dari 15 hektare lahan rusak, menghasilkan 5–6 ton pupuk organik setiap minggu, serta membina 141 petani di wilayah Blora. Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi lokal mampu memberikan dampak besar bagi keberlanjutan ekonomi desa.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, menjelaskan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program.

“Kolaborasi perusahaan dan masyarakat mampu menciptakan dampak nyata, mulai dari efisiensi biaya pupuk, peningkatan produktivitas, hingga perbaikan kualitas lingkungan,” ujar Edi.

Menurutnya, sinergi semacam ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Republik Indonesia, di mana sektor energi dan pangan saling memperkuat.

Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Manajemen PHE

Acara panen raya dihadiri oleh Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Muhamad Arifin, General Manager Zona 11, Zulfikar Akbar, dan Bupati Blora, Arief Rohman. Ketiganya turun langsung meninjau program unggulan, berdialog dengan petani, serta mengikuti panen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pertanian berkelanjutan.

Muhamad Arifin menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat kemandirian masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

“PEP Cepu Field terus memperkuat program TJSL yang berfokus pada kemandirian masyarakat dan kelestarian lingkungan. Blora menjadi contoh nyata bagaimana pendampingan jangka panjang dapat menghasilkan perubahan positif,” ungkap Arifin.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, mengapresiasi langkah Pertamina yang berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Pertamina telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap ketahanan pangan dan lingkungan. Kami berharap program ini terus berlanjut agar Blora menjadi kabupaten organik yang berdaya saing,” tutur Arief.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, manajemen PHE dan PEP Cepu Field juga menyerahkan bantuan simbolis berupa lima alat administrasi kelompok, dua unit hand tractor, dan satu unit chopper kompos untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengelola pertanian organik secara mandiri.

Kontribusi untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Ketahanan Nasional

Program PUSAKA BLORA tidak hanya memberi manfaat langsung bagi petani, tetapi juga telah memperoleh berbagai penghargaan nasional, termasuk Indonesia Social Responsibility Award. Keberhasilannya menjadikan program ini sebagai rujukan pengembangan pertanian organik di wilayah kerja Subholding Upstream Pertamina lainnya.

Melalui program TJSL, PHE turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam tujuan tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta ekosistem daratan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kegiatan usaha di sektor hulu migas dapat berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan Direksi PHE ke Blora yang dikemas dalam agenda Management Goes to Community (MGTC) menjadi bukti komitmen perusahaan untuk melihat, mendengar, dan belajar langsung dari masyarakat. Langkah ini memperkuat kedekatan antara industri dan komunitas lokal, sekaligus membangun rasa saling percaya.

Sebagai bagian dari upaya menuju operasional yang bersih dan transparan, PHE menegaskan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016.

Melalui inisiatif di Blora ini, Pertamina EP Cepu Field membuktikan bahwa ketahanan energi nasional dapat dibangun berdampingan dengan kemandirian pangan dan keberlanjutan lingkungan. Pertanian organik bukan sekadar solusi lokal, melainkan bagian dari visi besar Indonesia menuju masa depan hijau dan berdaya saing global.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Harga BBM Pertamina Sabtu 10 Januari 2026 Berlaku Nasional, Ini Daftar Lengkapnya di Semua Provinsi

Update Harga BBM Pertamina Sabtu 10 Januari 2026 Berlaku Nasional, Ini Daftar Lengkapnya di Semua Provinsi

Pertamina Klaim Distribusi BBM Berangsur Normal, 97 Persen SPBU Aceh Sudah Aktif

Pertamina Klaim Distribusi BBM Berangsur Normal, 97 Persen SPBU Aceh Sudah Aktif

Rekomendasi 5 Rumah Murah di Probolinggo dengan Harga Terjangkau Mulai Rp150 Juta

Rekomendasi 5 Rumah Murah di Probolinggo dengan Harga Terjangkau Mulai Rp150 Juta

Pemerintah Matangkan Proyek DME Batu Bara dengan Koordinasi Intensif

Pemerintah Matangkan Proyek DME Batu Bara dengan Koordinasi Intensif

Lifting Minyak Nasional Capai 605 Ribu Barel, Pemerintah Optimistis 2026

Lifting Minyak Nasional Capai 605 Ribu Barel, Pemerintah Optimistis 2026