Kemenhub dan US-ABC Perkuat Kerja Sama Produksi Komponen Pesawat Hijau
- Senin, 20 Oktober 2025
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memperkuat kerja sama internasional untuk mempercepat pengembangan sektor transportasi berkelanjutan.
Langkah ini diwujudkan melalui pertemuan dengan US-ASEAN Business Council (US-ABC), sebuah kelompok advokasi yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan negara-negara ASEAN.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak membahas peluang besar dalam kolaborasi strategis, khususnya di sektor industri penerbangan. Salah satu fokus pembicaraan adalah potensi produksi komponen pesawat dan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan, dua bidang yang kini menjadi perhatian global dalam upaya menekan emisi karbon.
Baca JugaKemendikdasmen Salurkan Rp94 Miliar untuk Pemulihan Pendidikan Pascabencana
US-ABC diwakili oleh Ketua Ambassador Brian McFeeters bersama perwakilan dari 21 perusahaan besar Amerika Serikat, di antaranya FedEx, Citibank, ExxonMobil, 3M, Google, Boeing, dan Ford Motor. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara Indonesia dan mitra internasional dalam mendorong inovasi teknologi transportasi masa depan.
Fokus Kemenhub pada Transportasi Hijau dan Digitalisasi
Dalam diskusi tersebut, Kemenhub memaparkan arah kebijakan transportasi nasional untuk periode 2025–2029. Kebijakan ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan logistik nasional, transportasi hijau, dan transformasi digital.
Perusahaan-perusahaan peserta juga menyampaikan aspirasi mereka terkait regulasi ekspor-impor, akses terhadap infrastruktur jalan tol, serta peningkatan konektivitas logistik. Namun, perhatian utama tertuju pada industri penerbangan dan energi berkelanjutan yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan investor asing.
Kemenhub menegaskan, kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem transportasi nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing industri dalam negeri melalui penerapan teknologi mutakhir dan efisiensi energi.
Peluang Pengembangan Komponen Pesawat dan Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Kemenhub dan US-ABC membahas secara mendalam potensi kerja sama dalam produksi komponen pesawat dan pengembangan bahan bakar berkelanjutan (sustainable fuel). Keduanya menjadi faktor kunci dalam mendukung komitmen Indonesia terhadap target pengurangan emisi karbon global.
“Kemenhub berkomitmen membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Kami terbuka dan menyambut baik untuk membahas dan menjajaki berbagai potensi kerja sama di Indonesia,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, dalam keterangan resminya.
Selain sektor penerbangan, pembahasan juga mencakup potensi bisnis di bidang produksi komponen kendaraan yang menunjang keselamatan jalan, serta implementasi sistem digital transportasi. Langkah ini sejalan dengan misi pemerintah untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
Dorongan Investasi dan Penguatan SDM Transportasi Nasional
Kemenhub menyampaikan bahwa hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti melalui forum kerja sama teknis berikutnya. Pemerintah berharap kolaborasi dengan US-ABC dapat mendorong masuknya investasi baru, memperluas digitalisasi transportasi, dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia.
Ada tiga fokus utama yang disampaikan Kemenhub kepada pihak AS untuk memperdalam kemitraan strategis ini. Pertama, mengundang perusahaan-perusahaan Amerika berinvestasi di sektor transportasi Indonesia. Kedua, meminta dukungan teknis dan kajian ilmiah guna memperkuat sistem transportasi nasional. Ketiga, membuka peluang pelatihan dan magang bagi pelajar di bawah naungan Kemenhub agar sumber daya manusia di bidang transportasi semakin kompeten dan berdaya saing global.
Kemenhub menegaskan bahwa kerja sama dengan US-ABC tidak hanya akan memperkuat industri penerbangan nasional, tetapi juga mempercepat transformasi menuju transportasi rendah emisi. Dengan keterlibatan perusahaan besar seperti Boeing dan ExxonMobil, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi di bidang komponen pesawat dan bahan bakar ramah lingkungan, yang menjadi kunci dalam pembangunan transportasi masa depan.
Melalui kolaborasi yang saling menguntungkan ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan transportasi hijau di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat perannya dalam rantai pasok global industri penerbangan dan energi bersih.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi 7 Destinasi Wisata Bali Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar Liburan
- Jumat, 23 Januari 2026
Panduan Lengkap Login DANA Lewat Chrome Tanpa Aplikasi untuk Pengguna Akun Bisnis
- Jumat, 23 Januari 2026
Tujuh Cara Efektif Melubangi Galon Bekas Anti Pecah untuk Drainase Tanaman
- Jumat, 23 Januari 2026
9 Inspirasi Teras Rumah Adem dengan Kombinasi Pohon dan Tanaman Gantung
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Hilirisasi Riset Dinilai Jadi Kunci Penguatan dan Keberlanjutan Inovasi Daerah
- Jumat, 23 Januari 2026
Prabowo Instruksikan Tim Kajian Nasional Tangani Banjir Terpadu di Pulau Jawa
- Jumat, 23 Januari 2026
Penguatan Fundamental Ekonomi Jadi Strategi Utama Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah
- Jumat, 23 Januari 2026
Seskab: Kerja Sama Maritim Indonesia–Inggris Diproyeksi Serap 600 Ribu Tenaga Kerja
- Kamis, 22 Januari 2026
Petugas Haji yang Pernah Berhaji Akan Langsung Ditempatkan di Mina Tahun Ini
- Kamis, 22 Januari 2026












