Penyaluran Kredit Baru Perbankan Menguat di Kuartal IV 2025, BI Catat Kenaikan
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Kinerja intermediasi perbankan menunjukkan sinyal positif menjelang penutupan tahun 2025.
Bank Indonesia (BI) mencatat adanya peningkatan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2025 dibandingkan periode sebelumnya. Indikasi ini memperlihatkan optimisme sektor perbankan dalam menyalurkan pembiayaan, seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi dan terjaganya stabilitas moneter.
Berdasarkan hasil Survei Perbankan BI, peningkatan tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru yang mencapai 88,92 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2025 yang mencatatkan SBT sebesar 82,33 persen, menunjukkan akselerasi penyaluran kredit di akhir tahun.
Baca JugaBI Tegaskan Reformasi Sistem Pembayaran Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi Digital
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa hasil survei tersebut menggambarkan perbaikan kinerja kredit perbankan secara umum.
Kredit Modal Kerja dan Investasi Jadi Pendorong Utama
Merujuk pada hasil survei BI, peningkatan kredit baru pada triwulan IV 2025 terutama bersumber dari kredit berdasarkan jenis penggunaannya. Kredit modal kerja tercatat menjadi kontributor utama dengan SBT sebesar 88,64 persen. Hal ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap pembiayaan operasional.
Selain itu, kredit investasi juga menunjukkan peningkatan yang kuat dengan SBT sebesar 87,32 persen. Pertumbuhan kredit investasi mengindikasikan adanya ekspansi usaha dan penanaman modal baru oleh pelaku usaha, yang sejalan dengan perbaikan prospek ekonomi.
Sementara itu, kredit konsumsi terindikasi tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya, tercermin dari SBT sebesar 13,39 persen. Perlambatan ini menunjukkan adanya kehati-hatian masyarakat dalam mengambil pembiayaan konsumtif, meskipun secara umum permintaan kredit masih terjaga.
Perlambatan Kredit Konsumsi dan Dinamika Segmennya
BI mencatat bahwa perlambatan pertumbuhan kredit konsumsi pada triwulan IV 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah penurunan kredit kendaraan bermotor yang tercermin dari SBT negatif sebesar -2,14 persen.
Selain itu, perlambatan juga terjadi pada kredit multiguna dengan SBT sebesar 21,38 persen serta kredit tanpa agunan (KTA) dengan SBT sebesar 27,16 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat cenderung menunda pengambilan kredit konsumtif non-esensial.
Di sisi lain, pertumbuhan kartu kredit justru mengalami peningkatan signifikan dengan SBT sebesar 70,81 persen. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam menggunakan instrumen pembayaran dan pembiayaan jangka pendek. Sementara itu, pertumbuhan kredit pemilikan rumah atau apartemen (KPR/KPA) relatif stabil dengan SBT sebesar 48,00 persen.
Prospek Penyaluran Kredit Awal 2026 Masih Positif
Memasuki triwulan I 2026, BI memprakirakan penyaluran kredit baru tetap tumbuh meskipun dengan laju yang lebih moderat. Nilai SBT penyaluran kredit baru diperkirakan berada pada level 55,74 persen, lebih rendah dibandingkan capaian triwulan IV 2025.
Meski termoderasi, prioritas penyaluran kredit pada awal 2026 diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. Kredit modal kerja masih menjadi fokus utama perbankan, diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi.
Pada segmen kredit konsumsi, penyaluran KPR/KPA diprakirakan tetap menjadi prioritas utama. Selanjutnya, kredit multiguna dan kredit tanpa agunan diperkirakan menjadi pilihan berikutnya dalam portofolio penyaluran kredit konsumsi perbankan.
Kebijakan Kredit Lebih Longgar di Akhir 2025
Dari sisi standar penyaluran kredit, BI mencatat adanya pelonggaran pada triwulan IV 2025 dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang berada pada level negatif sebesar -2,59.
Kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar tersebut antara lain terlihat pada aspek biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, serta suku bunga kredit. Pelonggaran ini menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan penyaluran kredit baru di akhir tahun.
Namun demikian, pada triwulan I 2026, standar penyaluran kredit diprakirakan kembali lebih berhati-hati. BI memproyeksikan ILS berada pada level positif sebesar 2,75, yang menunjukkan sikap perbankan yang lebih selektif dalam menyalurkan kredit di awal tahun.
Outlook Kredit Hingga Akhir 2026 Tetap Terjaga
Ke depan, responden Survei Perbankan BI memprakirakan outstanding kredit hingga akhir tahun 2026 akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 9,79 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dari realisasi sebelumnya sebesar 9,69 persen (yoy).
Prospek positif tersebut antara lain ditopang oleh kondisi ekonomi dan moneter yang dinilai tetap baik. Selain itu, risiko dalam penyaluran kredit juga diperkirakan tetap terjaga, sehingga memberikan ruang bagi perbankan untuk terus menyalurkan pembiayaan secara berkelanjutan.
Dengan indikasi peningkatan penyaluran kredit di akhir 2025 dan prospek yang masih solid pada 2026, BI menilai sektor perbankan tetap memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui pembiayaan sektor produktif.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi 7 Destinasi Wisata Bali Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar Liburan
- Jumat, 23 Januari 2026
Panduan Lengkap Login DANA Lewat Chrome Tanpa Aplikasi untuk Pengguna Akun Bisnis
- Jumat, 23 Januari 2026
Tujuh Cara Efektif Melubangi Galon Bekas Anti Pecah untuk Drainase Tanaman
- Jumat, 23 Januari 2026
9 Inspirasi Teras Rumah Adem dengan Kombinasi Pohon dan Tanaman Gantung
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Amar Bank Hadirkan Layanan Perbankan Digital Terintegrasi di Ekosistem MRT Jakarta
- Jumat, 23 Januari 2026
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman hingga Ramadhan dan Lebaran 2026
- Jumat, 23 Januari 2026
Lonjakan Minat Haji Generasi Muda Dorong Kinerja Bank Mega Syariah Sepanjang 2025
- Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia Aljazair Perkuat Kerja Sama Fosfat Demi Pupuk Terjangkau Nasional
- Kamis, 22 Januari 2026












