Pemerintah Dorong Peningkatan Produksi Minyak untuk Kurangi Ketergantungan Impor BBM
- Kamis, 05 Desember 2024
JAKARTA – Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, memaparkan rencana strategis untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mendukung program swasembada energi sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui program Astacita.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 5 Desember 2024, Yuliot Tanjung menegaskan pentingnya pencapaian ketahanan energi nasional. "Ketahanan energi nasional adalah hal yang sangat penting untuk dicapai. Ini menyangkut kondisi terjaminnya ketersediaan energi yang dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau, berjangka panjang, dan tetap memperhatikan perlindungan lingkungan hidup," ujar Yuliot.
Prinsip ketahanan energi mencakup kestabilan pasokan dan kontingensi energi dalam negeri. Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah memandang PT Pertamina (Persero) memiliki peran sentral. Saat ini, Pertamina menyumbang sekitar 60% dari total produksi minyak nasional, yang setara dengan 400.000 barel per hari dari total produksi minyak nasional yang mencapai sekitar 600.000 barel per hari.
Peningkatan Produksi dan Penggunaan Biofuel
Lebih lanjut, Yuliot menyoroti bahwa meskipun Indonesia pernah menjadi eksportir minyak di tahun 1997, situasi kini telah berubah. Saat ini, tingkat konsumsi minyak nasional lebih dari 1,5 juta barel per hari, jauh melampaui produksi. Untuk itu, pemerintah mendorong peningkatan produksi migas nasional.
Salah satu pendekatan untuk mengurangi ketergantungan impor adalah meningkatkan penggunaan biofuel melalui program biofuel B40. Yuliot menjelaskan, "Kita harus mengurangi ketergantungan ini. Salah satu caranya adalah melalui biofuel yang lebih ramah lingkungan."
Target Produksi Minyak ke Depan
Pemerintah telah menargetkan untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak hingga 700.000 barel per hari pada tahun 2025-2026. Dengan kontribusi Pertamina yang diharapkan tetap sekitar 60%, target produksi dari perusahaan pelat merah ini berada pada 480.000 barel per hari. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 20% dari produksi saat ini, sebuah tantangan besar namun sangat diperlukan untuk mencapai swasembada energi.
Yuliot juga menjelaskan, "Pemerintah menargetkan peningkatan produksi minyak nasional hingga 700.000 barel per hari pada 2025-2026. Dengan kontribusi Pertamina yang diproyeksikan tetap 60 persen, target produksi Pertamina diharapkan mencapai 480.000 barel per hari, meningkat sekitar 20 persen dari produksi saat ini."
Kolaborasi antara Pemerintah dan BUMN
Kesuksesan rencana ini memerlukan koordinasi erat antara pemerintah, unit usaha terkait, dan badan usaha milik negara seperti Pertamina. Kolaborasi tersebut vital untuk memastikan bahwa arahan dan sasaran pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi dapat terlaksana.
"Kementerian ESDM dan Pertamina memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga ketahanan energi nasional. Hal ini membutuhkan kolaborasi yang kuat agar arahan Presiden untuk mewujudkan swasembada energi dapat terwujud," kata Yuliot.
Dengan strategi ini, diharapkan bahwa Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor BBM, meningkatkan kemandirian energi, dan menjaga stabilitas ekonomi negara dalam menghadapi tantangan energi di masa depan. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan akses energi yang terjangkau bagi masyarakat serta turut serta dalam upaya perlindungan lingkungan hidup.
Baca JugaBencana Sumatera Tak Hambat Target Penyerapan Beras Bulog 2026
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Bulog Dorong Fleksibilitas Pembelian Beras SPHP Demi Pemerataan Akses Pangan Nasional
- Senin, 12 Januari 2026
Bulog Fokus Awal Tahun, Target Serapan Beras Besar Jaga Stabilitas Pangan
- Senin, 12 Januari 2026
Berita Lainnya
Bulog Fokus Awal Tahun, Target Serapan Beras Besar Jaga Stabilitas Pangan
- Senin, 12 Januari 2026
Program SPHP Beras 2025 Diperpanjang hingga 31 Januari 2026 Lewat Skema RPATA
- Senin, 12 Januari 2026
Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan
- Sabtu, 10 Januari 2026
Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026
- Sabtu, 10 Januari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Daftar Franchise Es Teh Solo Modal Mulai 3 Jutaan, Menguntungkan
- 11 Januari 2026
4.
Harga iPad Air M2: Panduan Lengkap dan Update Terbaru
- 11 Januari 2026









