Penguatan IA-CEPA jadi Misi Pemerintah Indonesia dan Australia

Penguatan IA-CEPA jadi Misi Pemerintah Indonesia dan Australia

JAKARTA — Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengapresiasi dampak positif Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia (IndonesiaAustralia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA).

Menurutnya, IA-CEPA semakin memberikan keuntungan bagi kedua negara antara lain Mutual Recognition Arrangement (MRA) insinyur profesional, penambahan kuota Working-Holiday Visa (WHV) untuk masuk Australia, pembukaan universitas-universitas Australia di Indonesia, dan lainnya.

Demikian disampaikan Wamendag dalam pertemuan bilateral dengan Asisten Menteri Urusan Luar Negeri Australia Tim Watts MP (Member of Parliament) yang berlangsung pada Senin, (21/8/2023) di sela Pertemuan ke-55 Menteri Ekonomi ASEAN dan Pertemuan Terkait Lainnya di Semarang, Jawa Tengah. Turut mendampingi Wamendag Jerry yaitu Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Johni Martha.

Baca Juga

Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan

“Saya menyambut baik penandatanganan MRA on Professional Engineers pada 30 Juni 2023 oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Engineers Australia (EA). Semoga MRA ini dapat memanfaatkan secara maksimal oleh para insinyur Indonesia untuk menembus pasar Australia, dan asosiasi jasa profesional lainnya dapat menyusul membentuk MRA,” jelasnya dalam siaran pers, Minggu 27 Agustus 2023

Wamendag juga menerangkan, bahwa dalam pertemuan ini juga dibahas mengenai penambahan kuota WHV yang merupakan hasil dari IA-CEPA sebesar 30 persen dari 4.435 menjadi 5.766 orang pada periode 2022—2023. “Saya menyambut baik penambahan kuota tersebut. Penambahan ini diharapkan mampu mendekatkan kedua negara,” imbuhnya.

Asisten Menteri Tim Watts MP mengapresiasi IA-CEPA yang membuka peluang bagi universitasuniversitas Australia membuka kampus di Indonesia. Tim juga menyampaikan harapannya agar IACEPA dan Annual Leaders’ Meeting (ALM) antara Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Albanese pada 4 Juli 2023 lalu dapat membawa momentum pemulihan people-to-people connection kembali seperti sebelum pandemi.

Selain itu turut dibahas mengenai RCEP dan AANZFTA.

“Saya meminta dukungan Australia selaku Ketua Negara Mitra ASEAN untuk mendorong Negara Mitra ASEAN dalam pembentukan RCEP Support Unit agar dapat beroperasi pada 2024. Saya juga berharap AANZFTA dapat memberikan hasil nyata,” terang Wamendag.

Total perdagangan Indonesia-Australia pada periode Januari—Juni 2023 tercatat sebesar USD 5,84 miliar. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Australia sebesar USD 1,53 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari Australia sebesar USD 4,30 miliar.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Australia adalah pupuk mineral/kimia, aparatus untuk televisi, minyak petroleum, perangkat telepon, dan kayu. Sementara, produk impor utama Indonesia dari Australia adalah batu bara, gandum dan meslin, bijih besi, emas, serta minyak petroleum

Redaksi

Redaksi

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru

Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru

Kemensos Kaji Transformasi MBG dengan Pengasuh Lansia Disabilitas Terpadu

Kemensos Kaji Transformasi MBG dengan Pengasuh Lansia Disabilitas Terpadu

BGN Targetkan Enam Dapur SPPG Baru untuk Wilayah 3T Papua Barat

BGN Targetkan Enam Dapur SPPG Baru untuk Wilayah 3T Papua Barat

Mendag: Aktivitas di Pasar di Aceh Tamiang Sudah 80 Persen Pulih Pascabencana

Mendag: Aktivitas di Pasar di Aceh Tamiang Sudah 80 Persen Pulih Pascabencana

Kemenhaj Optimistis Sebagian Tower Kampung Haji Dapat Digunakan 2028

Kemenhaj Optimistis Sebagian Tower Kampung Haji Dapat Digunakan 2028