Peserta BTI 2026 Kembangkan Prototipe PLTMH Berbasis IoT

Ekosistem EBT UMM Dorong Peserta BTI 2026 Rancang Prototipe Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Selasa, 07 Juli 2026 | 14:03:12 WIB

MALANG - Ekosistem Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dikembangkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi ilham bagi para peserta Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 dalam menciptakan inovasi teknologi kelistrikan.

Salah satunya dialami oleh Muhammad Luthfi Aziz, siswa kelas XII SMA Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan, Jombang.

Dari Sumbernya mengaku mendapatkan banyak ide dari sarana serta keahlian dosen di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) UMM untuk menyusun purwarupa teknologi pembangkit listrik yang berbasis energi terbarukan.

Selaku peserta binaan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Luthfi mengikuti karantina BTI di UMM pada 1–7 Juli 2026.

Menurut dari Sumbernya, kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) binaan UMM di Sumber Maron menyajikan pengalaman sekaligus gagasan baru dalam menyusun teknologi kelistrikan untuk warga.

“Baru kali ini saya melihat kampus dengan penerapan EBT yang sangat maksimal. Pakar-pakar UMM yang dihadirkan selama workshop juga sangat menarik, memberikan kami bekal keilmuan STEM yang nyata untuk merancang prototipe kelistrikan bagi daerah terpencil,” tegasnya kepada Humas UMM, 6 Juli 2026.

Terinspirasi dari pengalaman tersebut, Luthfi bersama kelompoknya menyusun purwarupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan semboyan “Airnya Ngalir, Energinya Hadir!”.

Purwarupa tersebut disusun sebagai jawaban pemanfaatan energi terbarukan yang memakai aliran sungai guna memproduksi listrik dengan ongkos yang terjangkau serta tidak merusak lingkungan.

Selain menciptakan energi listrik, terobosan itu pun dibekali teknologi Internet of Things (IoT) yang sanggup mengawasi bermacam situasi secara langsung.

Menurut Luthfi, metode tersebut disusun untuk menjaga kestabilan pembangkit, memperhatikan arus air, mengetahui potensi banjir bandang, sampai mengenali kerusakan sistem secara mandiri.

“Sistem IoT ini memungkinkan kami memantau stabilitas listrik, debit air, hingga potensi bencana secara real-time dari jarak jauh. Jadi, inovasi ini tidak sekadar memberikan pemerataan akses listrik bagi masyarakat pedalaman, tetapi juga memastikan ekosistem alamnya tetap terjaga dengan aman,” urainya.

Purwarupa tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu jawaban dalam melebarkan jangkauan listrik di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Ketua Pelaksana BTI di UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., menekankan dedikasi UMM dalam menyokong pengembangan talenta muda Indonesia melalui penyediaan sarana riset serta pembinaan inovasi.

“UMM selalu siap menjadi laboratorium hidup yang sesungguhnya bagi para pelajar. Kami sangat berharap prototipe teknologi hijau karya peserta BTI ini dapat terus disempurnakan hingga tahap hilirisasi dan produksi nyata, sehingga kemandirian energi nasional benar-benar terwujud lewat tangan generasi penerus kami,” pungkasnya.

Lewat ekosistem EBT yang dibangun di area kampus, UMM berharap dapat terus menjadi wadah belajar serta laboratorium inovasi yang memicu munculnya beragam jawaban teknologi berkelanjutan bagi masyarakat. 

Reporter: Talita Malinda