Peserta BTI 2026 Rancang Prototipe Listrik Ramah Lingkungan
MALANG - Ekosistem Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dibangun Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi sumber inspirasi bagi para peserta Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 dalam menciptakan inovasi teknologi kelistrikan.
Salah satunya dirasakan Muhammad Luthfi Aziz, murid kelas XII SMA Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan, Jombang.
Ia mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari fasilitas dan kepakaran dosen bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) UMM untuk menciptakan purwarupa teknologi pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.
Sebagai peserta binaan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Luthfi mengikuti pemusatan BTI di UMM pada 1–7 Juli 2026.
Menurutnya, kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) binaan UMM di Sumber Maron memberikan pengalaman sekaligus gagasan baru dalam merancang teknologi kelistrikan bagi masyarakat.
“Baru kali ini saya melihat kampus dengan penerapan EBT yang sangat maksimal. Pakar-pakar UMM yang dihadirkan selama workshop juga sangat menarik, memberikan kami bekal keilmuan STEM yang nyata untuk merancang prototipe kelistrikan bagi daerah terpencil,” tegasnya kepada Humas UMM, 6 Juli 2026.
Terinspirasi dari pengalaman tersebut, Luthfi bersama kelompoknya mengembangkan purwarupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan slogan “Airnya Ngalir, Energinya Hadir!”.
Purwarupa tersebut diciptakan sebagai solusi pemanfaatan energi terbarukan yang memakai aliran sungai untuk menghasilkan listrik dengan biaya cukup terjangkau dan bersahabat dengan lingkungan.
Selain menghasilkan tenaga listrik, inovasi itu pun dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) yang mampu memantau bermacam kondisi secara real time.
Menurut Luthfi, sistem tersebut dibuat untuk menjaga stabilitas pembangkit, memonitor debit air, mendeteksi potensi banjir bandang, hingga mengidentifikasi kerusakan sistem secara otomatis.
“Sistem IoT ini memungkinkan kami memantau stabilitas listrik, debit air, hingga potensi bencana secara real-time dari jarak jauh. Jadi, inovasi ini tidak sekadar memberikan pemerataan akses listrik bagi masyarakat pedalaman, tetapi juga memastikan ekosistem alamnya tetap terjaga dengan aman,” urainya.
Purwarupa tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu jalan keluar dalam memperluas jangkauan listrik di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Ketua Pelaksana BTI di UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., menekankan komitmen UMM dalam menunjang perkembangan talenta muda Indonesia lewat penyediaan prasarana riset dan pembinaan inovasi.
“UMM selalu siap menjadi laboratorium hidup yang sesungguhnya bagi para pelajar. Kami sangat berharap prototipe teknologi hijau karya peserta BTI ini dapat terus disempurnakan hingga tahap hilirisasi dan produksi nyata, sehingga kemandirian energi nasional benar-benar terwujud lewat tangan generasi penerus kami,” pungkasnya.
Lewat ekosistem EBT yang dikembangkan di lingkungan kampus, UMM berharap dapat terus menjadi tempat belajar dan laboratorium inovasi yang memicu lahirnya berbagai jalan keluar teknologi berkelanjutan bagi masyarakat.