Dorong Ekonomi Sirkular, Berau Olah Sampah Jadi Energi

FGD Berau Circular Future 2025. ( Sumber : NET )
Penulis: Talita Malinda
Selasa, 07 Juli 2026 | 13:25:15 WIB

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau terus memantapkan tekadnya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan lewat pengembangan ekonomi sirkular.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Berau, dari Sumbernya, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Berau Circular Future 2025 di Hotel Mercure, beberapa waktu lalu.

Di dalam forum tersebut, pemerintah daerah mulai mengubah pandangan lama dalam menyikapi masalah sampah.

Jika selama ini limbah rumah tangga identik dengan urusan kebersihan dan pencemaran lingkungan, kini sampah direncanakan sebagai salah satu sumber energi terbarukan sekaligus penggerak ekonomi hijau di wilayah tersebut.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintahan daerah dalam mereduksi ketergantungan terhadap sektor pertambangan serta sumber daya alam yang selama ini masih menjadi pilar utama perekonomian.

Dari Sumbernya menilai, diversifikasi ekonomi perlu segera dilakukan supaya daerah mempunyai landasan yang lebih kukuh dan berkelanjutan di masa depan.

Ditegaskan konsep ekonomi hijau sudah menjadi arah pembangunan Kabupaten Berau ke depan.

Selain memaksimalkan potensi sumber daya alam, pemerintah daerah juga terus memacu penguatan sektor pariwisata yang dipandang memiliki prospek besar sebagai penopang ekonomi daerah.

Akan tetapi, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keelokan alam yang dimiliki Berau.

Kebersihan lingkungan serta manajemen sampah yang baik menjadi faktor krusial dalam menciptakan destinasi wisata yang bermutu dan kompetitif.

“Ke depan kami harus menyiapkan fondasi ekonomi yang lebih beragam agar lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Terlebih lagi, penerapan prinsip Sapta Pesona, terutama unsur kebersihan, menjadi syarat mutlak agar pariwisata Berau sanggup bersaing dengan daerah lain.

Karena itulah, persoalan sampah wajib diselesaikan secara sungguh-sungguh lewat kerja sama lintas sektor.

Dari Sumbernya juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bergerak sendiri, apalagi dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran yang membatasi ruang fiskal daerah.

Peran dunia usaha lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dipandang menjadi bagian penting dalam menunjang pengembangan sistem tata kelola sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Kami tidak meminta lebih. Kami hanya meminta perusahaan menjalankan kewajibannya untuk ikut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata,” katanya.

Selain itu, ia turut mengundang warga untuk merubah cara pandang terhadap sampah, dari yang tadinya dianggap tidak berharga menjadi sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi.

Menurutnya, perubahan pola perilaku masyarakat menjadi kunci dalam menunjang kesuksesan ekonomi sirkular di daerah.

Dengan naiknya jumlah penduduk serta perkembangan sektor pariwisata, dari Sumbernya mengingatkan bahwa volume sampah di Kabupaten Berau akan terus meningkat.

“Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya,” ujarnya.

Dari Sumbernya menambahkan, dengan sokongan teknologi pengolahan yang sesuai, sampah bisa dipisahkan berdasarkan karakteristiknya sehingga memiliki nilai tambah.

Bahkan, sebagian jenis sampah berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembangkit energi listrik yang sanggup menopang kebutuhan energi di masa mendatang. 

Reporter: Talita Malinda