Lampaui Target RKAP 2025, Produksi Minyak PHI Tembus 107 Persen

Produksi Minyak PHI (FOTO: NET)
Penulis: Talita Malinda
Jumat, 05 Juni 2026 | 13:13:34 WIB

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) membukukan rata-rata produksi minyak sebesar 44,42 ribu barel per hari (bph) selama tahun 2025.

Realisasi ini menyentuh kisaran 107,29% dari target Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP) PHI tahun 2025.

Pada sektor gas, PHI mengemas rata-rata produksi 536,72 juta standar kaki kubik (MMSCFD) atau menembus 101,34% dari target semula.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto menjabarkan bahwa performa produksi pada 2025 disokong oleh komitmen kuat Perusahaan dalam memasok migas demi target nasional.

“Di PHI, kami terus berinvestasi di industri hulu migas nasional sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Sunaryanto dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dikutip, Kamis (4/6/2026).

Pria yang akrab disapa Anto ini mengimbuhkan, PHI konsisten menanamkan investasi pada lini eksplorasi dan eksploitasi untuk menjaga pasokan energi nasional.

“Pencapaian produksi dan lifting migas yang naik di tahun buku 2025 merupakan hasil dari selective investment, inovasi filling the gap serta optimasi baseline dan well intervention,” tambahnya.

Sepanjang kurun waktu lima tahun ke belakang, PHI telah merampungkan pengeboran 13 sumur eksplorasi serta 517 sumur eksploitasi di area Kalimantan.

Di samping capaian operasional, PHI mendulang lonjakan cadangan migas 1P di atas 70 juta barel setara minyak atau melesat hingga 193% dari target RKAP 2025.

Keberhasilan ini berkelindan dengan tuntasnya pengeboran 146 sumur pengembangan, 619 proyek workover, serta 9.783 pengerjaan well service.

Menyangkut urusan finansial, Auditor Eksternal memberikan opini bahwa Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan telah menyajikan posisi keuangan grup per 31 Desember 2025 secara wajar.

Seluruh capaian keuangan serta arus kas konsolidasi periode tersebut dinilai telah selaras dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Reporter: Talita Malinda