Usai Gangguan, Presiden Iran Instruksikan Normalisasi Internet
TEHERAN – Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menginstruksikan pemulihan akses internet internasional di negaranya.
Langkah ini diambil setelah layanan internet sempat ditangguhkan sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan. "Dekrit yang bertujuan untuk memulihkan akses internet ke kondisi sebelum Januari telah dikomunikasikan kepada Kementerian Komunikasi oleh presiden," demikian dilaporkan kantor berita Iran Tasnim dan Fars, dilansir AFP, Selasa (26/5/2026).
Untuk diketahui, pihak berwenang sempat mematikan jaringan internet selama aksi protes anti-pemerintah berskala besar yang memuncak pada awal Januari 2026.
Kemudian, internet kembali ditangguhkan pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan dimulainya konflik di Timur Tengah.
Sejak saat itu, masyarakat hanya bisa mengakses platform dan situs web domestik.
Sebelumnya, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintahannya tidak mengambil keputusan strategis tanpa persetujuan pemimpin tertinggi, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.
Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian, seperti dilansir Press TV, Senin (25/5), di tengah laporan bahwa Iran dan Amerika Serikat (AS)—yang melakukan perundingan tidak langsung melalui mediasi Pakistan—semakin dekat dalam memfinalisasi nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.
"Tidak ada keputusan di Republik Islam Iran yang akan diambil di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) dan tanpa koordinasi serta izin dari pemimpin (tertinggi)," tegas Pezeshkian saat berbicara dalam pertemuan dengan kepala dan manajer Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB). "Ketika sebuah keputusan diambil di bidang diplomasi, semua institusi, platform, dan gerakan harus mendukungnya sehingga suara yang tunggal dan koheren dapat disampaikan kepada dunia dari Republik Islam," ucapnya.