Peran Bursa Karbon bagi Ekonomi Daerah dan Keberlanjutan Lingkungan

Bursa Karbon: (Sumber Foto: NET)
Penulis: Talita Malinda
Kamis, 21 Mei 2026 | 12:04:04 WIB

BANDARLAMPUNG – Indonesia memiliki peluang besar pada bursa karbon berkat kekayaan alamnya, seperti hutan tropis, ekosistem gambut, dan mangrove yang mampu menyerap emisi dalam jumlah besar.

Keberadaan bursa karbon tidak sekadar membuka peluang investasi berkelanjutan dan pembiayaan hijau, tetapi juga berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru lewat perdagangan kredit karbon, baik di domestik maupun internasional.

Pasar karbon juga memiliki potensi untuk mengakselerasi transisi energi dan meningkatkan daya saing industri nasional di tengah meningkatnya tuntutan global terkait standar emisi rendah.

Optimalisasi potensi tersebut sangat bergantung pada kesiapan regulasi, kredibilitas sistem verifikasi emisi, serta kemampuan dalam membangun pasar yang transparan dan likuid guna menarik minat investor serta pelaku usaha.

Kepala Direktorat Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bayu Samodro, menyatakan bahwa kehadiran bursa karbon dapat menjadi potensi untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Sebenarnya bursa karbon ini belum sampai ke ritel atau individu, melainkan lebih ke institusi di pasar karbon. Tapi edukasi mengenai ini terus kami sebarluaskan agar banyak yang memahami tentang bursa karbon," ujar Bayu Samodro di Bandarlampung, Selasa (20/5).

Bayu menjelaskan bahwa saat ini sudah terdapat emiten ramah lingkungan yang tergabung dalam kerangka environmental, social, and governance (ESG) dan rutin menyampaikan kinerja melalui laporan keberlanjutan dalam pelaksanaan bursa karbon.

"Jadi para emiten atau perusahaan publik yang fokus pada keberlanjutan lingkungan akan jadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi karena mereka berhasil meningkatkan kredibilitas dalam mereduksi emisi. Untuk di Lampung kami akan coba hitung apakah sudah ada emiten yang masuk dalam bursa karbon," katanya.

Keberadaan bursa karbon dinilai mampu meningkatkan ekonomi sekaligus menjaga lingkungan dengan mentransformasi emiten beremisi tinggi menjadi perusahaan hijau yang berkelanjutan.

"Selain itu pemerintah daerah pun terus dipacu untuk menciptakan energi yang lebih hijau. Karena dengan mengurangi emisi bisa juga dilakukan pemberdayaan ekonomi daerah melalui perdagangan karbon," ucap dia.

Upaya peningkatan nilai ekonomi dan pendapatan daerah disebut bisa selaras dengan pelestarian lingkungan serta hutan.

"Dengan adanya potensi hutan di daerah, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menghijaukan hutan, lahan rusak yang memiliki nilai karbon untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Kami terus mempromosikan bursa karbon dan perdagangan karbon, salah satunya di Lampung," tambahnya.

Reporter: Talita Malinda