Kronologi Warga Bakar Fasilitas Ponpes Nurul Jadid di Mesuji

Senin, 11 Mei 2026 | 14:44:23 WIB
Massa mengamuk dan bakar Ponpes Nurul Jadid Mesuji. (Sumber Foto:NET).

MESUJI - Aksi perusakan serta pembakaran sejumlah fasilitas di Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berada di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, terjadi pada Jumat (8/5/2026). 

Peristiwa tersebut sempat memicu situasi yang tidak kondusif di lingkungan sekitar. 

Sampai saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Berdasarkan laporan kepolisian, rentetan kejadian dimulai pada Jumat sekitar pukul 12.30 WIB setelah salat Jumat.

 Mulanya, warga Desa Tanjung Mas Jaya berkumpul untuk membahas rencana pengembangan masjid desa. 

Akan tetapi, pembahasan justru bergeser pada masalah internal Pondok Pesantren Nurul Jadid. 

Masyarakat menyoroti sikap Kiyai Muhammad Fajar Sodiq yang dianggap melanggar kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya.

"Penyampaian aspirasi terkait mengapa Kiyai Muhammad Fajar Sodiq kembali ke pondok pesantren dan tidak mengikuti kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya," terang IPDA Andri dikutip dari laman Tribratanews Polri.

Massa kemudian berniat mengutarakan aspirasi mereka secara langsung dengan didampingi Bhabinkamtibmas. 

Namun, proses komunikasi tersebut tidak membuahkan hasil. Lambat laun, jumlah warga yang berkumpul semakin banyak sehingga keadaan mulai sukar dikontrol.

Sekitar pukul 19.00 WIB, aparat kepolisian bersama pihak kecamatan telah mencoba menenangkan keadaan. 

Meski demikian, situasi justru kian genting hingga pecah aksi demonstrasi anarkis.

 Pada pukul 23.00 WIB, massa mulai melakukan perusakan dan membakar fasilitas pesantren sembari mencari keberadaan Kiyai Muhammad Fajar Sodiq.

Beruntung, yang bersangkutan telah dievakuasi lebih awal oleh petugas ke kediaman warga.

Dalam peristiwa ini, petugas mengamankan barang bukti berupa satu gelas air mineral berisi bensin serta satu unit motor Honda Vario yang diduga kuat dipakai saat aksi pembakaran berlangsung.

Untuk menjamin keamanan setelah insiden, Polres Mesuji dan Polsek Mesuji Timur menjalin koordinasi dengan perangkat desa serta mendekati tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

 Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus mengimbau warga agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan hukum kepada pihak berwajib.

"Mari kami sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif, jangan ada lagi kejadian serupa di kemudian hari, serta menyerahkan semua permasalahan ini kepada pihak kepolisian," ujarnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya sikap menahan diri. 

"Terkait proses hukum mari kami serahkan dan percayakan kepada pihak kepolisian," tambahnya.

Kepala Desa Tanjung Mas Jaya, Suyanto, mengapresiasi respons cepat kepolisian dalam menangani perselisihan tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres dan jajarannya yang hari ini bersedia duduk bersama kami guna menyelesaikan permasalahan yang sudah terjadi di desa kami," ujarnya.

Suyanto pun menyampaikan permohonan maaf atas kericuhan yang sempat terjadi.

 "Saya selaku kepala desa mewakili masyarakat meminta maaf kepada Polres Mesuji dan jajaran atas insiden yang terjadi," ungkapnya.

Kapolsek Mesuji Timur IPDA Andri Fernandes menyatakan bahwa satu orang terduga pelaku berinisial AN (30) sudah diringkus. 

"Hasil pemeriksaan sementara pelaku diduga telah melakukan provokasi terhadap warga untuk melakukan tindakan anarkis terhadap fasilitas pondok pesantren dengan cara membakar dan merusak," pungkasnya. Saat ini, AN telah digelandang ke Mapolres Mesuji untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Terkini