Produksi Minyak Papua Tembus 14 Mbopd, Fokus Kejar Cadangan Baru

Produksi Minyak Papua Tembus 14 Mbopd, Fokus Kejar Cadangan Baru
Sejumlah pekerja Pertamina EP Papua Field (Sumber : NET )

JAKARTA — Pemerintah senantiasa mendorong kemajuan sektor hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) di wilayah Papua sebagai upaya memperkuat kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

 Langkah strategis ini juga ditempuh guna menjamin ketersediaan energi dalam jangka panjang melalui akselerasi aktivitas eksplorasi untuk menemukan cadangan baru.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memaparkan bahwa Papua memiliki posisi strategis dalam peta pengembangan migas di tanah air. 

Baca Juga

Kronologi Warga Bakar Fasilitas Ponpes Nurul Jadid di Mesuji

Hingga Mei 2026, tercatat ada 11 Wilayah Kerja (WK) Migas di Papua yang telah memasuki fase produksi, pengembangan, serta eksplorasi, dengan capaian produksi minyak mencapai angka 14 ribu barel per hari.

Sejumlah area produksi aktif saat ini dikelola oleh BP Berau, Petrogas Besin, Petrogas Island Limited, dan PT Pertamina EP.

 Sementara itu, blok-blok lain masih dalam tahap pengembangan dan eksplorasi, seperti Genting Oil Kasuri, Bobara, Semai Tiga, serta Gaya.

“Kunci keberhasilan pembangunan itu berada di kekuatan SDM di daerah maupun di pusat. 

Kolaborasi ini baik sekali dan bisa dijadikan benchmark untuk ke depannya dengan provinsi-provinsi yang lain,” ungkap Laode dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu, 10 Mei 2026.

“Masa depan Papua tidak hanya digantungkan oleh besarnya sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya,” lanjut Laode.

Selain sumbangsih minyak sebesar 14 mbopd, kawasan Papua saat ini juga membukukan produksi gas bumi mencapai 2.000 mmscfd.

 Guna meningkatkan hasil produksi, pemerintah mendorong pembukaan lapangan-lapangan baru serta optimalisasi sumur-sumur idle dengan memanfaatkan teknologi fracking, enhanced oil recovery (EOR), hingga horizontal drilling.

Proyek migas di tanah Papua tidak hanya ditujukan untuk mengejar target produksi nasional, melainkan juga untuk memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah serta peningkatan kualitas SDM lokal. 

Laode menilai bahwa keberhasilan pembangunan di Papua sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan akademisi, hingga pihak swasta.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Humpuss Maritim Tingkatkan Pendapatan USD96,4 Juta, Fokus Ekspansi Bisnis

Humpuss Maritim Tingkatkan Pendapatan USD96,4 Juta, Fokus Ekspansi Bisnis

Sinergi ADHI dan JAMDATUN: Perkuat Tata Kelola Perusahaan yang Akuntabel

Sinergi ADHI dan JAMDATUN: Perkuat Tata Kelola Perusahaan yang Akuntabel

Kolaborasi Mahasiswa dan Polri di Rimbang Baling, Upaya Serius Cegah Karhutla dan Narkoba di Riau

Kolaborasi Mahasiswa dan Polri di Rimbang Baling, Upaya Serius Cegah Karhutla dan Narkoba di Riau

Torehkan Prestasi Mendunia, PLN Indonesia Power Borong 9 Penghargaan di Ajang Global CSR & ESG Awards 2026

Torehkan Prestasi Mendunia, PLN Indonesia Power Borong 9 Penghargaan di Ajang Global CSR & ESG Awards 2026

Kinerja ADHI TW I 2026: Laba Rp154M & Kontrak Baru Naik 131%

Kinerja ADHI TW I 2026: Laba Rp154M & Kontrak Baru Naik 131%