Presiden Prabowo Ajak ASEAN Antisipasi Gangguan Pasokan Energi
- Senin, 11 Mei 2026
JAKARTA – Tekanan pada sektor energi diproyeksikan masih akan terus berlanjut dalam periode yang panjang.
Peringatan ini diutarakan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato pada sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Filipina.
Presiden Prabowo meyakini bahwa kondisi sulit ini tidak akan membaik dalam waktu dekat, dan kendala pada pasokan energi akan terus terjadi untuk jangka waktu lama.
Baca Juga
"Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur global utama sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi pada situasi energi negara kami dan tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat," ujar Presiden dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Melihat keadaan tersebut, Presiden Prabowo menyatakan bahwa negara-negara anggota ASEAN wajib bersiap mengantisipasi potensi gangguan jangka panjang.
Presiden menekankan bahwa ketangguhan energi di kawasan tidak boleh hanya dibangun secara reaktif, namun perlu dipersiapkan secara proaktif dengan strategi yang jelas serta berorientasi pada masa depan.
Presiden Prabowo mengingatkan bahwa melakukan diversifikasi energi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak.
Menurut Presiden, negara-negara ASEAN harus bergerak dengan lebih gesit dalam mencari sumber energi alternatif, memperluas pemanfaatan energi terbarukan, serta memperkokoh kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan skenario global.
"Diversifikasi energi bukan lagi pilihan.
Ini sangat penting, ini perlu. Kami harus bergerak lebih cepat. Kami harus melalui sumber alternatif dan kami harus mempersiapkan energi terbarukan," lanjut Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sudah menempuh langkah-langkah nyata demi memperkuat ketahanan energi di tingkat nasional.
Langkah tersebut mencakup pengembangan sumber energi baru dan terbarukan, optimalisasi bioenergi, akselerasi penggunaan kendaraan listrik, hingga pengerjaan program tenaga surya dalam skala besar.
"Kami sedang mengembangkan alternatif, energi terbarukan, menggunakan bioenergi, juga meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, dan kami sedang membangun program energi surya 100 gigawatt yang sangat ambisius yang ingin kami selesaikan dalam tiga tahun," papar Presiden Prabowo.
Talita Malinda
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026











