Ambisi PLTS 100 GW Jadi Penyelamat Industri Panel Surya Domestik

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:53:05 WIB
ilustrasi Ambisi PLTS

JAKARTA – Ambisi pemerintah mengejar kapasitas PLTS 100 GW dalam 3 tahun berpotensi menjadi penyelamat industri panel surya domestik yang tertekan hambatan ekspor global.

Target besar pembangunan energi bersih ini muncul saat manufaktur lokal menghadapi tantangan serius berupa tarif bea masuk tinggi dari pasar Amerika Serikat.

Chandra Wahjudi berpendapat, bahwa program PLTS skala besar dapat membantu menjaga keberlangsungan industri panel surya nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar ekspor.

“Dengan pasar domestik yang melonjak, industri panel surya Indonesia dapat mengalihkan kapasitas produksi yang terdampak tarif AS ke proyek PLTS nasional,” ujar Chandra Wahjudi sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Senin (4/5/2026).

Penerapan bea masuk antidumping oleh otoritas Amerika Serikat yang mencapai 143,30% mulai 6 Juli 2026 sangat memukul eksportir sel surya dari tanah air.

Kondisi ini memaksa produsen nasional untuk segera mencari alternatif pasar guna mempertahankan utilisasi pabrik yang ada.

Keberadaan pasar domestik yang masif melalui proyek strategis nasional menjadi solusi logis untuk menyerap produksi modul surya lokal.

Dukungan kebijakan berupa insentif fiskal seperti tax holiday sangat mendesak agar daya saing manufaktur dalam negeri semakin kokoh.

Pembebasan bea masuk bagi komponen yang belum tersedia di pasar lokal juga menjadi aspirasi utama para pelaku usaha saat ini.

Sinergi antar perusahaan milik negara seperti PT Antam, PT LEN, dan PT Timah dipandang mampu memperkuat ekosistem industri dari hulu ke hilir.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menekan angka impor komponen dan membangun kemandirian teknologi energi terbarukan di kawasan regional.

Kapasitas produksi nasional saat ini tercatat berada di angka 14 GW per tahun dan memiliki ruang untuk berkembang hingga 20 GW.

Kepastian perencanaan jangka panjang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik menjadi kunci bagi keberlanjutan investasi para pemodal.

Penghapusan sistem kuota pada sektor komersial dan industri dianggap mampu mempercepat penyerapan teknologi surya di masyarakat luas.

Transformasi kebijakan yang konsisten akan memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemain utama industri hijau dunia.

Terkini