JAKARTA – Provinsi Ca Mau menargetkan rata-rata pertumbuhan produksi listrik lebih dari 10,4 persen periode 2026-2030 guna menjamin keamanan energi dan ekonomi sosial.
Otoritas wilayah setempat kini memberikan prioritas tinggi pada pengembangan infrastruktur jaringan transmisi serta pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah.
Huynh Chi Nguyen berpendapat, bahwa komite rakyat provinsi telah mengarahkan departemen terkait untuk fokus pada implementasi solusi yang mendorong pertumbuhan energi berkelanjutan.
"Ca Mau secara aktif mendukung investor dan sektor kelistrikan untuk segera menyelesaikan kesulitan dan hambatan, terutama dalam pembebasan lahan, dan untuk mempercepat pelaksanaan proyek jaringan transmisi 500kV dan 220kV secara sinkron dengan proyek pembangkit listrik tenaga angin, surya, gas, dan biomassa, memastikan kapasitas penuh pembangkit listrik di provinsi tersebut dimanfaatkan dan menghubungkan jaringan listrik dengan provinsi dan kota di wilayah tersebut; pada saat yang sama, berkoordinasi dengan sektor kelistrikan sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, memantau kemajuan investasi proyek jaringan listrik 500kV dan 220kV," ujar Huynh Chi Nguyen, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).
Langkah koordinasi ini bertujuan agar seluruh potensi pembangkit listrik dapat terhubung secara optimal dengan jaringan nasional maupun antarprovinsi.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi para investor agar operasional proyek dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Target besar yang ingin dicapai pada 2030 adalah menjadikan wilayah ini sebagai titik pusat ekspor energi hijau di kawasan Delta Mekong.
Hingga saat ini, cakupan rumah tangga yang telah menikmati fasilitas listrik nasional di wilayah tersebut sudah menyentuh angka 99,97 persen.
Pembangunan jalur transmisi tegangan menengah sepanjang 497,03 km telah diselesaikan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik.
Investasi besar senilai 653 miliar VND telah dikucurkan untuk memperkuat kapasitas gardu transformator di berbagai titik strategis.
Pada tahun 2026, perusahaan listrik terkait kembali mengalokasikan dana lebih dari 2.000 miliar VND untuk melanjutkan 9 proyek jaringan listrik tegangan tinggi.
Fokus utama dari perluasan jaringan ini adalah untuk mendukung produktivitas daerah budidaya perikanan yang menjadi motor ekonomi warga.
Potensi wilayah laut seluas 120.000 km2 menjadi daya tarik utama bagi penanam modal domestik maupun mancanegara dalam sektor energi angin.
Tercatat ada 14 proyek tenaga angin yang telah beroperasi secara komersial dari total 28 rencana yang sudah mendapatkan lampu hijau kebijakan investasi.
Rencana jangka panjang hingga 2030 mencakup pengoperasian 38 proyek tambahan dengan total kapasitas mencapai 5.448 MW.