Dari Pohon hingga Ban Bekas, Aksi Lingkungan Elnusa Petrofin

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 22 Juni 2026
Dari Pohon hingga Ban Bekas, Aksi Lingkungan Elnusa Petrofin
Penanaman 13.023 bibit pohon oleh Elnusa Petrofin sebagai upaya reduksi emisi karbon. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Di balik operasional truk tangki yang mendistribusikan jutaan liter bahan bakar minyak melintasi ribuan kilometer di Nusantara, terdapat jejak karbon yang tak terhindarkan.

PT Elnusa Petrofin (EPN), selaku mitra utama Pertamina dalam pendistribusian energi fosil, menyikapi tantangan tersebut secara serius.

Perusahaan ini mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan ke dalam operasionalnya melalui serangkaian program CSR yang inovatif.

Pilar utama komitmen lingkungan EPN adalah Program Hutan Petrofin, yang resmi diluncurkan sebagai CSR unggulan pada 2025.

Inisiatif yang dimulai sejak 2022 ini tidak sekadar seremoni penanaman, tetapi berfokus pada dampak jangka panjang.

Hingga saat ini, EPN telah menanam 13.023 bibit pohon, termasuk trembesi, mangrove, dan bambu, dengan estimasi reduksi emisi sebesar 127,6 ton CO2 Equivalent.

Data menunjukkan akselerasi signifikan, di mana periode 2023 hingga kuartal pertama 2025 mencatatkan penanaman sebanyak 9.292 pohon.

Pemilihan jenis pohon dilakukan secara strategis.

Trembesi dipilih karena kemampuan penyerap karbonnya yang tinggi, bambu sebagai penahan erosi dan penyerap CO2, serta mangrove sebagai pelindung pesisir dan penyimpan blue carbon.

Selain penanaman, EPN menerapkan filosofi ekonomi sirkular melalui Program Appostraps (Alat Pemecah, Peredam Ombak, dan Sedimen Traps).

Program ini memanfaatkan ban bekas armada tangki yang tidak layak pakai menjadi struktur pemecah gelombang guna mengatasi abrasi pantai.

Pelaksanaannya dimulai di Teluk Kabung, Padang, pada Juli 2025, kemudian diperluas ke Balikpapan dan Desa Tokorondo di Poso, Sulawesi Tengah, dengan total 367 ban bekas.

Pendekatan cradle-to-grave ini memperpanjang siklus hidup produk sekaligus membantu komunitas pesisir.

EPN juga terlibat dalam Gerakan Wisata Bersih di Manado melalui penyediaan peralatan kebersihan dan aksi beach clean up.

Selain itu, terdapat Program ASIAP di Minahasa Selatan yang mengolah sampah anorganik menjadi bernilai ekonomi.

Dimensi sosial-lingkungan juga diperkuat lewat Program Petrofin Berkurban yang menggunakan wadah distribusi daging reusable untuk mendukung kampanye pengurangan plastik sekali pakai.

Seluruh inisiatif ini dirangkai dalam pilar #PetrofinResik.

Melalui langkah terintegrasi ini, EPN membuktikan bahwa perusahaan di sektor energi fosil dapat berkontribusi aktif mencapai Net Zero Emission 2060 dengan menyeimbangkan kinerja operasional dan pelestarian lingkungan.

Pendekatan holistik ini menjadikan Elnusa Petrofin sebagai model keberlanjutan bagi korporasi di industri serupa.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua