Upaya Tekan Emisi, Papua Pegunungan Jadi Benteng Hutan Tropis
WAMENA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI berupaya menjadikan Papua Pegunungan sebagai benteng pelindung hutan tropis Indonesia dan dunia dalam rangka memangkas emisi gas karbon.
Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Prof. Haruni Krisnawati, menyatakan bahwa kondisi hutan di wilayah tersebut saat ini masih sangat terjaga.
Hal ini didasarkan pada paparan Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Wasuok D. Siep.
“Lebih dari 80 persen hutan di Papua Pegunungan masih terjaga dengan baik. Kami berharap wilayah ini menjadi benteng utama dalam menjaga hutan tropis Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu 21 Juni 2026.
Haruni menegaskan bahwa partisipasi aktif pemerintah provinsi beserta delapan kabupaten di Papua Pegunungan sangat krusial dalam menyeimbangkan antara pembangunan dan konservasi lingkungan.
Pembangunan di wilayah tersebut harus mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial agar keberlangsungan hutan tetap terjamin sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Kami berharap pembangunan tetap berjalan, namun keseimbangan lingkungan harus tetap menjadi prioritas sehingga masyarakat dapat hidup sejahtera tanpa merusak hutan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Papua Pegunungan memiliki potensi besar untuk menjadi daerah percontohan pengelolaan hutan lestari setelah adanya rencana kerja subnasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Melalui program ini, wilayah tersebut diharapkan mendapatkan dukungan luas, baik dari pemerintah pusat maupun internasional.
Program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 adalah strategi nasional agar sektor kehutanan dan penggunaan lahan menjadi penyerap karbon bersih pada tahun 2030.
Mengingat sektor kehutanan berkontribusi hingga hampir 60 persen terhadap target penurunan emisi nasional, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting.
Data mencatat, Papua Pegunungan memiliki kawasan hutan sekitar 5,12 juta hektare di delapan kabupaten.
Dengan luas wilayah total 5,22 juta hektare, kawasan hutan mendominasi sekitar 98 persen wilayah berdasarkan klasifikasi fungsi kawasan kehutanan.
Potensi ini diharapkan menjadikan Papua Pegunungan sebagai pilar strategis bagi upaya global dalam mitigasi perubahan iklim.