BPH Migas Imbau Masyarakat Bijak Gunakan BBM Subsidi Saat Arus Balik
BEKASI - Pergerakan masyarakat saat arus balik pasca libur panjang Hari Raya mendorong Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan distribusi energi.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meninjau langsung ketersediaan serta kelancaran penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan kompensasi, di sepanjang jalur tol dari Jakarta menuju Cikampek maupun arah sebaliknya.
Kegiatan monitoring ini dilaksanakan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rest Area KM 19A Bekasi, serta Rest Area KM 62B Tol Jakarta – Cikampek arah Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Menurut Wahyudi, langkah pengawasan ini sangat diperlukan mengingat tingginya volume kendaraan yang kembali menuju area Jakarta dan sekitarnya.
“Monitoring kami lakukan di ruas Tol Cikampek menuju Jakarta karena saat ini banyak masyarakat yang kembali dari luar kota setelah memanfaatkan libur panjang. Memastikan layanan BBM, baik stok maupun penyalurannya kepada masyarakat, berjalan aman dan lancar,” ujar Wahyudi.
Wahyudi memaparkan, momen libur nasional senantiasa disertai dengan lonjakan konsumsi BBM, khususnya pada jalur-jalur utama yang menjadi rute mudik dan balik.
BPH Migas bersama Badan Usaha Penugasan terus bersinergi melakukan pengamanan agar pasokan energi tetap terjaga.
“Masyarakat sangat membutuhkan BBM pada momentum libur nasional seperti saat ini. Karena itu, kami memastikan distribusi berjalan baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala,” tegasnya.
Di samping menjamin ketersediaan pasokan, Wahyudi turut mengimbau warga agar selalu menggunakan BBM secara bijaksana.
Pola konsumsi yang normal akan sangat membantu dalam menjaga kelancaran pasokan serta memastikan seluruh elemen masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik.
“Beberapa kondisi yang kami lihat, masyarakat menggunakan BBM dengan bijak dan wajar. Kalau kebutuhannya 15 liter, 20 liter, atau 25 liter, (jumlah) itu yang dibeli. Tidak perlu mengisi BBM secara berlebihan,” terang Wahyudi.
Lewat agenda pemantauan tersebut, Wahyudi sempat melakukan tanya jawab dengan sejumlah konsumen BBM.
Berdasarkan hasil obrolan dengan pengendara mobil yang tengah menempuh perjalanan bersama keluarga, rata-rata volume pemakaian BBM berkisar antara 20 liter sampai 44 liter per hari.
Merespons informasi tersebut, Wahyudi memberikan apresiasi kepada para pengemudi atas pembelian BBM yang dinilai wajar dan proporsional sesuai kebutuhan.
“Mari bersama-sama memastikan stok BBM subsidi dan kompensasi tetap tersedia sehingga masyarakat dapat terlayani dengan lancar sesuai kebutuhannya. Dengan demikian, upaya terbaik dalam penyediaan dan distribusi BBM dapat terus terjaga dan aktivitas masyarakat berjalan normal,” jelas Wahyudi.
Pada kesempatan terpisah, salah satu pengemudi truk logistik pengangkut daging beku bernama Anun (28), merasa sangat terbantu oleh eksistensi solar subsidi dalam menyokong proses distribusi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Pria ini mengisi sekitar 50 liter solar setiap harinya.
“Terima kasih Pak Presiden, BBM subsidi selalu ada untuk kami,” tuturnya.
Sopir lainnya, Hendra (30) yang bekerja sebagai pengemudi travel lintas Jakarta – Yogyakarta, mengungkapkan bahwa sepanjang rute perjalanan dirinya sangat mudah mendapatkan BBM subsidi di SPBU.
“Butuh solar kurang lebih Rp400 ribu sampai ke Yogya dan beli BBM subsidi sesuai kebutuhan. Terima kasih, BBM subsidi selalu tersedia,” ucapnya.
Di lokasi yang sama, Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman menegaskan, BBM subsidi adalah komoditas yang disokong oleh anggaran negara, sehingga pemanfaatannya wajib tepat sasaran.
Pria yang akrab disapa Didit ini juga memberikan peringatan agar warga tidak menyalahgunakan alokasi subsidi yang dikucurkan oleh Pemerintah.
“Pada BBM solar ada subsidi. Ada uang negara di dalamnya, harus digunakan untuk konsumen pengguna yang berhak,” terangnya.
Didit pun memberikan perhatian khusus mengenai pentingnya menjaga QR Code sebagai alat kendali dalam penyaluran BBM subsidi.
QR Code tersebut wajib dipergunakan secara penuh tanggung jawab dan dilarang keras dipindahtangankan kepada orang lain.
“QR Code jangan sampai disalahgunakan, disimpan yang rapih,” ujarnya.
Agenda peninjauan lapangan ini juga didampingi oleh Sales Area Manager Retail Karawang Pertamina Patra Niaga Ancala Egah serta Sales Branch Manager Karawang II Fuel Pertamina Patra Niaga Heidy Septiana Nugroho.