Impor Migas Dorong Kenaikan Angka Impor Kalimantan Timur

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 08 Juni 2026
Impor Migas Dorong Kenaikan Angka Impor Kalimantan Timur
Impor migas masih mendominasi dengan kontribusi 87,86 persen (FOTO: NET)

SAMARINDA – Kegiatan impor Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan pada April 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat nilai impor berhasil menembus angka 1,84 miliar dolar AS atau melonjak sebesar 32,94 persen dibandingkan perolehan Maret 2026 yang berada di angka 631,57 juta dolar AS.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, memaparkan bahwa lonjakan aktivitas impor ini utamanya didorong oleh kenaikan impor di sektor minyak dan gas (migas) yang sejauh ini masih mendominasi struktur impor di wilayah tersebut.

“Nilai impor migas pada April 2026 mencapai 750,74 juta dolar AS atau meningkat 33,82 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara impor nonmigas tercatat sebesar 89 juta dolar AS atau naik 25,94 persen,” ujarnya.

Menurut Mas’ud, tingginya angka impor pada sektor migas mencerminkan besarnya kebutuhan energi serta bahan bakar untuk menyokong aktivitas industri dan sektor transportasi di Kaltim.

Selain itu, pelaksanaan berbagai proyek strategis saat ini turut memicu tingginya permintaan terhadap produk energi maupun komoditas penunjang lainnya.

Pada kategori nonmigas, pertumbuhan paling kentara terlihat pada kelompok komoditas pupuk yang mengalami penambahan sebesar 12,09 juta dolar AS.

Kenaikan tersebut memperlihatkan kebutuhan yang jauh lebih besar dari sektor perkebunan serta pertanian yang hingga kini menjadi salah satu pilar penopang ekonomi wilayah.

Di sisi lain, impor komoditas barang dari besi dan baja justru mengalami penurunan terdalam, yakni merosot sebesar 8 juta dolar AS atau anjlok 63,75 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Situasi ini diperkirakan terjadi akibat berkurangnya kebutuhan material tertentu setelah sejumlah proyek konstruksi beralih ke tahapan berbeda atau telah menyelesaikan proses pengadaan pada periode lalu.

Mas’ud menyampaikan bahwa dinamika impor Kaltim ini tidak terlepas dari pergerakan aktivitas pembangunan yang terus merangkak naik.

Kebutuhan terhadap bahan baku industri, barang modal, hingga barang konsumsi memperlihatkan tren positif sepanjang April 2026.

Catatan data BPS menunjukkan bahwa impor barang konsumsi mengalami kenaikan sebesar 60 persen dibandingkan Maret 2026.

Sementara itu, sektor impor bahan baku serta barang penolong tumbuh sebesar 33,50 persen, sedangkan impor barang modal terkerek naik sebesar 14,55 persen.

“Peningkatan pada kelompok bahan baku dan barang modal mengindikasikan aktivitas produksi dan investasi masih berjalan cukup kuat. Ini biasanya berkaitan dengan kebutuhan industri maupun pembangunan berbagai proyek di daerah,” jelasnya.

Menilik negara asal komoditas, Tiongkok masih kokoh menjadi pemasok terbesar untuk impor nonmigas Kaltim sepanjang periode Januari–April 2026 dengan nilai 65,71 juta dolar AS atau berkontribusi sebesar 22,03 persen.

Peringkat selanjutnya dihuni oleh Malaysia dengan nilai 42,17 juta dolar AS atau 14,14 persen, lalu diikuti oleh Amerika Serikat yang menyentuh angka 31,61 juta dolar AS atau 10,60 persen.

Walaupun aktivitas impor mengalami lonjakan tajam, neraca perdagangan Kaltim dipastikan tetap mencatatkan performa positif.

Pada April 2026, neraca perdagangan Kaltim sukses mencatatkan surplus yang menyentuh angka 934,41 juta dolar AS.

Capaian surplus tersebut utamanya didorong oleh sektor nonmigas yang menorehkan kelebihan perdagangan hingga 1,58 miliar dolar AS.

Akan tetapi, sektor migas terpantau masih mengalami defisit sebesar 649,74 juta dolar AS karena tingginya kebutuhan terhadap impor energi.

Mas’ud menilai bahwa situasi ini mengindikasikan roda perekonomian Kaltim masih berjalan aktif.

Tingginya angka impor tidak selalu menjadi indikator negatif, terutama jika aktivitas tersebut didominasi oleh bahan baku, barang modal, serta keperluan produksi yang dipastikan mampu menyokong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua