Strategi Jaga Bumi, Telkomsel Implementasikan 360 Green BTS

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 08 Juni 2026
Strategi Jaga Bumi, Telkomsel Implementasikan 360 Green BTS
BTS Energi Hijau Telkomsel. ( Sumber : NET )

JAKARTA - PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel mengungkapkan bahwa lebih dari 360 unit base transceiver station (BTS) kini telah memanfaatkan energi terbarukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Vice President Corporate Innovation, Sustainability & Marketing Telkomsel, Mia Melinda, dalam acara peluncuran Sustainability Report 2025 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Pengembangan BTS dengan energi hijau ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan Telkomsel melalui pilar "Jaga Bumi".

Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan ekspansi jaringan dengan upaya pelestarian lingkungan melalui prinsip keberlanjutan yang terintegrasi dalam seluruh proses bisnis perusahaan.

Oleh karena itu, pengembangan jaringan serta investasi teknologi kini mulai mengutamakan solusi yang lebih ramah lingkungan.

Perusahaan tidak hanya menerapkan BTS bertenaga surya atau panel surya, tetapi juga melakukan pengelolaan limbah elektronik melalui metode reuse dan recycle.

"Yang kami lakukan terkait penurunan emisi di alat-alat produksi kami misalnya, itu lebih ke arah bagaimana kami lebih memilih menggunakan Green BTS apabila dimungkinkan," kata Mia.

Selain membangun BTS hijau, operator seluler tersebut juga menjalankan berbagai program efisiensi energi.

Spesifikasi keberlanjutan kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam setiap pengadaan teknologi dan inovasi baru.

Mia menjelaskan bahwa investasi Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak ditempatkan pada anggaran khusus, melainkan prinsip keberlanjutan diterapkan langsung ke dalam keputusan operasional serta bisnis perusahaan.

Berdasarkan data perusahaan, Telkomsel menghasilkan emisi sekitar 1,7 juta ton setara karbon dioksida (CO2e).

Walaupun angka tersebut lebih rendah dibanding sektor industri berat, perusahaan tetap berkomitmen mendukung target penurunan emisi nasional.

Vice President Corporate Communications & CSR Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyampaikan bahwa berbagai inisiatif yang dijalankan sejak 2023 hingga 2025 telah berhasil menurunkan emisi sekitar 83 ton karbon.

Upaya tersebut dilakukan beriringan dengan pertumbuhan kebutuhan jaringan dan layanan digital.

"Komitmen Telkomsel untuk mengurangi karbon terus berjalan. Ke depan kami akan mengikuti arah kebijakan emission reduction yang telah ditetapkan pemerintah," jelas Fahmi.

Telkomsel sendiri telah menargetkan penguatan program keberlanjutan hingga tahun 2030.

Fokus perusahaan mencakup pembangunan infrastruktur hijau, efisiensi energi, serta penggunaan teknologi rendah emisi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa keberhasilan bisnis berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

"Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kami bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia," ujarnya.

Ia berharap Telkomsel dapat menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

"Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan," tutup Wong Soon Nam.

Ke depan, Telkomsel akan terus memperkuat implementasi strategi keberlanjutan yang sejalan dengan program GoZero Telkom Group, sekaligus mendukung target pengurangan emisi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua