Dorong Transisi Energi, Telkom-PGN Integrasikan Infrastruktur Digital

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 25 Mei 2026
Dorong Transisi Energi, Telkom-PGN Integrasikan Infrastruktur Digital
Telkom-PGN. ( Sumber : NET )

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk telah menandatangani Nota Kesepahaman terkait kolaborasi strategis pengembangan ekosistem green digital infrastructure di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Langkah nyata menuju operasional pusat data hijau yang berkelanjutan ini ditempuh melalui integrasi infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon, sebagaimana dilansir dari Investortrust.

Implementasi kemitraan ini menempatkan Telkom sebagai pengembang ekosistem digital dan pusat data, sementara PGN berperan menyuplai energi rendah emisi, termasuk biomethane yang dihasilkan dari limbah kelapa sawit di Sumatra.

Cakupan kerja sama ini meliputi studi bersama serta penjajakan pemanfaatan energi ramah lingkungan pada ekosistem pusat data TelkomGroup, baik di pasar domestik maupun mancanegara.

Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto menyambut baik sinergi antar kedua sektor tersebut.

"Sinergi ini tidak hanya menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang nilai tambah baru yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional," ujarnya.

Pengembangan infrastruktur digital ramah lingkungan ini direncanakan mencakup lima wilayah strategis yang dilalui jaringan pipa gas PGN, yaitu Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan kaitan kemitraan ini dengan kedaulatan digital nasional.

"Kolaborasi ini sejalan dengan ambisi TelkomGroup untuk menjadi digital infrastructure powerhouse di regional serta mendorong Indonesia sebagai regional digital hub," ungkapnya.

Ekspansi internasional untuk penguatan infrastruktur hijau digital ini juga diperluas melalui kemitraan strategis yang telah berjalan sejak tahun 2025 bersama Sembcorp Development Ltd lewat entitas pusat data NeutraDC.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto mengonfirmasi peran energi terbarukan ini terhadap peta jalan bisnis perusahaan gas tersebut.

"Inisiatif biomethane untuk data center ini membuka peluang nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional," jelasnya.

Kerja sama berkelanjutan tersebut difokuskan pada penyediaan solusi energi rendah karbon berskala global untuk mendukung operasional serta kebutuhan pelanggan korporasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua