Pakar Desak Pembatasan PLTU di Jateng dan Beralih ke EBT
- Senin, 18 Mei 2026
SEMARANG - Penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di wilayah Jawa Tengah dianggap masih belum optimal.
Pengamat Lingkungan dari Universitas Katolik Soegijapranata (SCU) Semarang, Benny Danang Setianto, meminta pemerintah daerah maupun pusat untuk membatasi pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan batu bara, khususnya karena daerah ini sekarang telah mengalami kelebihan pasokan daya listrik.
“Kalau memang sudah kelebihan energi, ngapain dibangun lagi? Kalau perlu, ada baiknya beberapa PLTU di-shutdown dan mulai beralih ke energi lain,” kata Benny usai diskusi lingkungan di Pringsewu, Kota Lama Semarang, Sabtu (16/5/2026).
Baca JugaKerap Pakai Fast Charging? Ini Kata Ahli UGM dan GAC Indonesia
Benny berpendapat bahwa kebijakan meneruskan pembangunan pembangkit berbasis fosil sudah tidak relevan dan malah menambah beban bagi lingkungan.
Ia menyoroti pandangan skeptis yang mencemaskan pasokan daya tidak akan cukup apabila ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dikurangi.
Menurutnya, Jawa Tengah mempunyai potensi energi alternatif yang sangat melimpah, akan tetapi pemanfaatannya saat ini masih sangat minim (underutilized).
Data yang ditunjukkan oleh Benny memperlihatkan potensi panas bumi (geotermal) di Jawa Tengah baru dimanfaatkan berkisar 9 persen.
Di samping itu, potensi energi angin atau bayu di sepanjang garis pantai utara maupun selatan juga masih belum dikelola secara serius.
“Energi angin belum kami manfaatkan secara maksimal. Pembangkit listrik tenaga bayu di pinggiran pantai belum menyentuh 1 persen dari total potensi, menurut data Kementerian ESDM tahun 2021, dan hingga kini belum banyak berubah,” ujar Benny.
Ia menegaskan pentingnya perubahan strategis dari pembangkit fosil menuju energi terbarukan supaya pembangunan energi menjadi lebih berkelanjutan serta tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
David Ilham
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026











