APKI Dukung Perdagangan Karbon Kehutanan Lewat Regulasi Baru

APKI Dukung Perdagangan Karbon Kehutanan Lewat Regulasi Baru
Pemain Pasar Karbon Global. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Sektor industri pulp dan kertas Indonesia menyatakan kesiapannya dalam menyokong ekspansi pasar karbon kehutanan yang kredibel, transparan, serta mengantongi integritas tinggi.

Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Suhendra Wiriadinata memaparkan, aspek regulasi bertindak sebagai pilar krusial bagi dunia usaha demi memperluas sumbangsih terhadap pencapaian target reduksi emisi nasional sekaligus memperkokoh daya saing industri pulp dan kertas tanah air di kancah global.

Pihak pemerintah diketahui juga telah merilis Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 guna memacu pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan sekaligus mempertebal implementasi program Multiusaha Kehutanan.

Baca Juga

Blokade Minyak AS Perparah Krisis Energi Nasional di Kuba

“Industri pulp dan kertas Indonesia menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 yang memberikan kepastian regulasi dan kerangka tata kelola yang lebih jelas bagi pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan. Bagi industri kami, karbon merupakan nilai tambah yang melengkapi, bukan menggantikan, peran utama sektor ini dalam menghasilkan produk berbasis serat terbarukan yang dibutuhkan masyarakat global,” ujar Suhendra dalam keterangannya dalam Business Forum on Carbon Market di New York, AS, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (14/5).

Suhendra menilai, pasar karbon yang memiliki kredibilitas mampu memicu kucuran investasi yang lebih masif dalam hal restorasi lahan gambut, rehabilitasi kawasan hutan, konservasi keanekaragaman hayati, hingga agenda pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Faktor keberhasilan pasar karbon, menurut pandangannya, sangat bertumpu pada bobot integritas proyek, keterbukaan sistem pengukuran, kejelasan metodologi, hingga tingkat penerimaan di pasar domestik maupun mancanegara.

“APKI bersama seluruh anggota berkomitmen mendukung pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional, memberikan manfaat lingkungan yang nyata, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam perdagangan karbon berbasis kehutanan di tingkat global,” ujar Suhendra.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah melangkah ke babak baru dalam tata kelola hutan. Menurut penilaiannya, nilai ekonomi kawasan hutan tidak lagi sekadar bertumpu pada komoditas kayu, namun juga menyangkut aspek karbon, keanekaragaman hayati, jasa lingkungan, serta pemberdayaan bagi masyarakat.

Menteri Kehutanan menguraikan bahwa lewat manajemen hutan tanaman industri yang berkelanjutan, efisiensi konsumsi energi, utilisasi energi terbarukan, pengaplikasian ekonomi sirkular, serta inovasi komoditas yang bisa diperbarui dan didaur ulang, industri pulp dan kertas konsisten mempertebal kontribusinya dalam masa transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Produk pulp dan kertas berbasis serat terbarukan merupakan bagian penting dari solusi iklim karena dapat menggantikan material berbasis fosil, mendukung pengurangan emisi, serta menjawab kebutuhan pasar global terhadap produk yang lebih ramah lingkungan,” kata Menteri Kehutanan.

Business Forum on Carbon Market merupakan pergelaran forum bisnis yang turut dihadiri oleh jajaran perwakilan pemerintah Indonesia, para pelaku usaha bidang kehutanan, investor internasional, asosiasi perdagangan emisi, serta sejumlah mitra strategis dari negara AS.

Melalui penyelenggaraan forum ini, Indonesia mempertegas komitmen kuatnya dalam memperkokoh posisi sektor kehutanan selaku komponen krusial pada agenda mitigasi perubahan iklim global, berbarengan dengan membuka keran peluang kolaborasi investasi hijau demi menyokong pencapaian target FOLU Net Sink 2030 serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Makalah Energi di Forum Global

Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Makalah Energi di Forum Global

Pertamina NRE Bidik Proyek Energi Surya di Bangladesh

Pertamina NRE Bidik Proyek Energi Surya di Bangladesh

Pertamina NRE dan CUSP Kembangkan Energi Bersih

Pertamina NRE dan CUSP Kembangkan Energi Bersih

Krisis Selat Hormuz Desak RI Percepat Transisi Energi Bersih

Krisis Selat Hormuz Desak RI Percepat Transisi Energi Bersih

Mungkinkah Indonesia Bangun PLTS 100 GW dalam Dua Tahun?

Mungkinkah Indonesia Bangun PLTS 100 GW dalam Dua Tahun?