Panduan Perawatan Baterai Mobil Listrik agar Tetap Awet dan Optimal
- Selasa, 12 Mei 2026
JAKARTA – Jumlah kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia terus memperlihatkan tren kenaikan yang sangat pesat dalam beberapa tahun belakangan.
Ketertarikan warga terhadap mobil ramah lingkungan ini dipicu oleh semakin banyaknya pilihan model serta efisiensi teknologi baterai yang ditawarkan ke pasar.
Walaupun semakin disukai, memiliki mobil listrik memerlukan tanggung jawab pemeliharaan yang berbeda jika disandingkan dengan mobil konvensional.
Baca JugaSolusi Praktis, Tukar Baterai Motor Listrik Cukup Hitungan Menit
Salah satu fokus mendasar bagi para pemilik EV yaitu mempertahankan kondisi kesehatan baterai guna menjamin performa serta nilai jual kendaraan dalam waktu lama.
Kondisi komponen utama ini sering kali dihubungkan dengan persoalan degradasi baterai.
Seiring berjalannya waktu, kapasitas penyimpanan energi pada sel lithium-ion bakal menyusut secara organik akibat penggunaan dan reaksi kimiawi.
Dikutip dari Otomotif, Mahaendra Gofar selaku pendiri EVSafe menyebutkan bahwa penyusutan kapasitas baterai pada mobil listrik merupakan fenomena yang tidak bisa dielakkan sepenuhnya.
Meski demikian, ia memberikan penekanan bahwa kecepatan degradasi tersebut dapat dikontrol.
"Degradasi baterai EV terjadi secara alami seiring bertambahnya usia sel lithium-ion dan mengalami perubahan kimia akibat penggunaan, yang menyebabkan penurunan kapasitas maksimum secara perlahan dari waktu ke waktu," kata Gofar.
Salah satu tindakan penting untuk mempertahankan usia pakai baterai yakni dengan mengatur kebiasaan pengisian daya.
Para pengguna dianjurkan untuk tidak merutinkan pengisian daya hingga 100 persen tiap hari, kecuali bila kendaraan bakal dipakai untuk menempuh rute jarak jauh.
Mempertahankan level daya dalam kisaran tertentu sangat berguna dalam mengurangi beban pada sel baterai.
Di sisi lain, membiarkan kondisi baterai berada pada tingkat sangat minim atau nyaris nol persen secara berulang juga sangat tidak disarankan.
"Pola charging sangat berpengaruh terhadap umur baterai. Penggunaan yang lebih bijak bisa membantu memperlambat degradasi," ujar Gofar.
Selain rutinitas pengisian daya, unsur suhu lingkungan juga memiliki pengaruh besar.
Paparan panas yang ekstrem dalam jangka waktu lama terbukti dapat mempercepat laju kerusakan sel kimia di bagian dalam baterai mobil listrik.
Sebagai upaya antisipasi, pemilik diimbau untuk menaruh kendaraan di tempat yang sejuk saat kondisi cuaca panas.
Selain itu, pemanfaatan fitur pengisian daya cepat atau fast charging sebaiknya dibatasi dan dipakai hanya ketika benar-benar mendesak.
Gofar menambahkan bahwa walaupun degradasi tetap terjadi, proses itu berjalan secara bertahap dan merupakan sesuatu yang normal.
Selama memperoleh perawatan yang sesuai, baterai EV diklaim tetap mempunyai daya tahan yang lama dan layak untuk menunjang aktivitas harian.
Talita Malinda
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026











