Pertamina Perluas Program Sekolah Energi Berdikari ke Seluruh Negeri

Pertamina Perluas Program Sekolah Energi Berdikari ke Seluruh Negeri
PT Pertamina Perluas Edukasi Transisi Energi Lewat SEB. ( Sumber : NET )

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memiliki rencana untuk memperlebar intervensi melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB) guna mengedukasi generasi muda mengenai transisi energi.

 Mempertimbangkan dinamika masa depan energi di kancah nasional maupun global, Pertamina merasa perlu mendiseminasi perubahan paradigma dari penggunaan energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) kepada para pelajar sejak dini.

"Keniscayaan akan terjadi di masa yang akan datang. Jumlah penduduk akan semakin banyak, fosil semakin sedikit dan semakin kompetitif. Kompetitif dalam artian semua negara sekarang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan energi tersebut, sehingga menjadikan ada potensi eskalasi ke depan," kata VP CSR SMEPP Management PT Pertamina, Rudi Ariffianto dalam kegiatan Talkshow di SMAN 40 Jakarta, Senin (11/5/2026).

Baca Juga

Solusi Praktis, Tukar Baterai Motor Listrik Cukup Hitungan Menit

Hingga saat ini, program SEB telah menjangkau 23 sekolah di berbagai wilayah Indonesia dan ditargetkan akan menambah 10 sekolah lagi dalam jangkauannya.

Langkah ekspansi ini sejalan dengan meningkatnya minat pelajar terhadap bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang melonjak hingga 80-90 persen.

Rudi memiliki harapan agar program SEB ini dapat diduplikasi oleh perusahaan lain maupun sekolah-sekolah di bawah naungan pemerintah, seperti Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat.

"Mungkin kalau itu direpetisi, tingkat literasi siswa kami terhadap STEM itu akan melonjak. Nah itu yang kami harapkan," tutur Rudi.

Selain sumber energi fosil, Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang melimpah yang memerlukan pengelolaan optimal.

 Melalui SEB, Pertamina berupaya membangun kesadaran anak muda mengenai potensi EBT.

 Saat ini, Pertamina menjalankan dual growth strategy, yakni menjaga bisnis inti energi fosil untuk kebutuhan masa kini, sembari meningkatkan bauran EBT secara bertahap.

"Kami perkenalkan kepada adik-adik siswa-siswa. 20 tahun yang akan datang mereka akan menjadi penentu kebijakan.Tidak hanya sebagai penikmat dari energi. Bisa jadi mereka adalah regulator atau pelaku dari industri itu sendiri di bidang energi, sehingga ini kemudian perlu kami tanamkan," ucapnya.

Pertamina sendiri telah membangun ekosistem energi bersih lewat berbagai produk biofuel, seperti biodiesel, biogasoline, dan bioavtur. Selain itu, pengembangan listrik berbasis EBT juga dilakukan melalui PLTP, PLTB, PLTS, hingga PLTMH.

"Kami kaya sekali dan harus diperkenalkan itu di SEB sebagai sebuah kekayaan masa depan yang pelajar SMA inilah yang akan menjadi pemangkunya. Nah, harapannya, setelah mereka duduk ya sebagai orang-orang yang memang sudah memiliki nih ya maturity untuk sebagai regulator dan lain-lain, dengan peran-peran mereka masing-masing, mereka sudah tidak lagi gagap tentang transisi energi ya," ujar Rudi.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kisah Wasriah, Pemulung di Klender yang Punya Dana Darurat dari Sampah

Kisah Wasriah, Pemulung di Klender yang Punya Dana Darurat dari Sampah

Dishub Depok Bakal Kempiskan hingga Derek Parkir Liar di Margonda

Dishub Depok Bakal Kempiskan hingga Derek Parkir Liar di Margonda

Kocok Ulang MSCI Mei 2026, AMMN hingga BREN Terdepak dari Indeks Utama

Kocok Ulang MSCI Mei 2026, AMMN hingga BREN Terdepak dari Indeks Utama

Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Pertalite dan Solar Berdasar Mesin

Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Pertalite dan Solar Berdasar Mesin

Juri LCC MPR RI Dinilai Tak Konsisten, SMAN 1 Pontianak Layangkan Protes

Juri LCC MPR RI Dinilai Tak Konsisten, SMAN 1 Pontianak Layangkan Protes