Prabowo: Gangguan Pasokan Energi Global Tak Akan Reda dalam Waktu Dekat

Prabowo: Gangguan Pasokan Energi Global Tak Akan Reda dalam Waktu Dekat
Presiden Prabowo Subianto di KTT ASEAN.Foto: (Kris-Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA – Tekanan pada sektor energi diprediksi masih akan terus berlanjut dalam periode yang lama. Peringatan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato pada sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Filipina.

 Presiden Prabowo meyakini bahwa situasi sulit ini tidak akan membaik dalam waktu dekat, dan hambatan pada pasokan energi akan terus terjadi untuk jangka waktu panjang.

"Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur global utama sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi pada situasi energi negara kami dan tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat," ujar Presiden dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga

Solusi Praktis, Tukar Baterai Motor Listrik Cukup Hitungan Menit

Melihat situasi tersebut, Presiden Prabowo menyatakan bahwa negara-negara anggota ASEAN wajib bersiap mengantisipasi potensi gangguan jangka panjang.

 Beliau menekankan bahwa ketangguhan energi di kawasan tidak boleh hanya dibangun secara reaktif, namun perlu dipersiapkan secara proaktif dengan strategi yang jelas serta berorientasi pada masa depan.

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa melakukan diversifikasi energi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak.

 Menurut Presiden, negara-negara ASEAN harus bergerak dengan lebih gesit dalam mencari sumber energi alternatif, memperluas pemanfaatan energi terbarukan, serta memperkokoh kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan skenario global.

"Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. 

Ini sangat penting, ini perlu. Kami harus bergerak lebih cepat.

 Kami harus melalui sumber alternatif dan kami harus mempersiapkan energi terbarukan," lanjut Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sudah menempuh langkah-langkah nyata demi memperkuat ketahanan energi di tingkat nasional. 

Langkah tersebut mencakup pengembangan sumber energi baru dan terbarukan, optimalisasi bioenergi, akselerasi penggunaan kendaraan listrik, hingga pengerjaan program tenaga surya dalam skala besar.

"Kami sedang mengembangkan alternatif, energi terbarukan, menggunakan bioenergi, juga meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, dan kami sedang membangun program energi surya 100 gigawatt yang sangat ambisius yang ingin kami selesaikan dalam tiga tahun," papar Presiden Prabowo.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kisah Wasriah, Pemulung di Klender yang Punya Dana Darurat dari Sampah

Kisah Wasriah, Pemulung di Klender yang Punya Dana Darurat dari Sampah

Dishub Depok Bakal Kempiskan hingga Derek Parkir Liar di Margonda

Dishub Depok Bakal Kempiskan hingga Derek Parkir Liar di Margonda

Kocok Ulang MSCI Mei 2026, AMMN hingga BREN Terdepak dari Indeks Utama

Kocok Ulang MSCI Mei 2026, AMMN hingga BREN Terdepak dari Indeks Utama

Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Pertalite dan Solar Berdasar Mesin

Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Pertalite dan Solar Berdasar Mesin

Juri LCC MPR RI Dinilai Tak Konsisten, SMAN 1 Pontianak Layangkan Protes

Juri LCC MPR RI Dinilai Tak Konsisten, SMAN 1 Pontianak Layangkan Protes