Gas Alam: Jembatan atau Jalan Buntu bagi Transisi Energi Indonesia?

Gas Alam: Jembatan atau Jalan Buntu bagi Transisi Energi Indonesia?
ilustrasi Gas Alam

JAKARTA - Penggunaan gas alam sebagai energi transisi di Indonesia kini dipertanyakan menyusul risiko ketahanan energi dan lonjakan biaya akibat krisis geopolitik global.

Ketergantungan pada sumber bahan bakar fosil ini dianggap bisa menjadi bumerang yang menghambat kemandirian energi nasional di masa mendatang.

"Konflik di kawasan Teluk Persia telah menunjukkan betapa rapuhnya sumber energi berbasis fosil," ujar Iqbal Damanik, sebagaimana dikutip dari sumbernya, Senin (4/5/2026).

Baca Juga

Gubernur Pramono Anung Resmikan 4 Kantor Kelurahan Baru di Jakarta

Iqbal Damanik berpendapat bahwa gangguan pada jalur perdagangan dunia seperti Selat Hormuz secara otomatis memicu kenaikan harga listrik bagi konsumen domestik.

Data terbaru menunjukkan bahwa pasokan gas cair dunia merosot hingga 20 persen akibat ketegangan militer yang melibatkan beberapa negara besar.

Kondisi tersebut memperparah posisi Indonesia yang masih mengandalkan mekanisme pasar global untuk memenuhi kebutuhan pembangkitan energi.

Studi dari lembaga riset CERAH mengungkapkan bahwa belanja bahan bakar untuk unit pembangkit baru dapat menyedot dana hingga 155,8 triliun rupiah setiap tahunnya.

Beban finansial yang masif ini dikhawatirkan akan melemahkan struktur keuangan perusahaan listrik milik negara dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Indonesia memiliki harta karun energi surya yang mencapai 3.200 GW namun pemanfaatannya saat ini masih di bawah 1 persen.

Sektor industri juga didorong untuk segera beralih dari penggunaan energi konvensional ke teknologi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Investasi pada energi terbarukan bukan hanya soal lingkungan, melainkan upaya konkret untuk melindungi kedaulatan bangsa dari guncangan ekonomi dunia.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Siapkan Gas Baru Pengganti LPG 3 Kg Lebih Murah 30-40%

Pemerintah Siapkan Gas Baru Pengganti LPG 3 Kg Lebih Murah 30-40%

Daftar Tarif Listrik PLN Mei 2026: Cek Ketentuan Resminya di Sini

Daftar Tarif Listrik PLN Mei 2026: Cek Ketentuan Resminya di Sini

PLN Rilis Tender Giga One, Pengusaha Sambut Proyek PLTS 1,22 GW

PLN Rilis Tender Giga One, Pengusaha Sambut Proyek PLTS 1,22 GW

JP Morgan: Batu Bara Menjadi Tulung Punggung Ketahanan Energi RI

JP Morgan: Batu Bara Menjadi Tulung Punggung Ketahanan Energi RI

GAPKI Gelar Andalas Forum VI Perkuat Sinergi Energi Kelapa Sawit

GAPKI Gelar Andalas Forum VI Perkuat Sinergi Energi Kelapa Sawit