ADB Luncurkan Skema Baru Pendanaan Rantai Pasok Mineral Kritis
- Senin, 04 Mei 2026
SAMARKAND - ADB resmi meluncurkan skema pendanaan baru untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis di Asia-Pasifik guna mendukung industri baterai dan kendaraan listrik.
Langkah strategis ini dirancang untuk memfasilitasi persiapan proyek serta pembangunan fasilitas manufaktur dan daur ulang di berbagai negara anggota.
“Asia dan Pasifik seharusnya tidak hanya menjadi sumber bahan mentah. Kawasan ini juga harus mendapatkan lapangan kerja, teknologi, dan nilai tambah dari mineral tersebut,” ujar Kanda dalam pertemuan tahunan ADB di Samarkand, Uzbekistan, Minggu (3/5/2026).
Baca JugaSolusi Praktis, Tukar Baterai Motor Listrik Cukup Hitungan Menit
Masato Kanda berpendapat bahwa pembangunan rantai pasok yang bertanggung jawab sangat mendesak dilakukan agar negara berkembang mampu bersaing dalam kancah manufaktur global.
Fasilitas ini mengusung prinsip keadilan demi memastikan terciptanya peluang ekonomi domestik yang lebih merata.
Dukungan finansial awal telah mengalir melalui kerja sama dengan Korea Eximbank dan K-SURE dengan nilai masing-masing 500 juta dolar AS.
Jepang beserta Inggris turut memperkuat inisiatif ini dengan menyalurkan dana hibah untuk pengembangan proyek tahap awal.
Integrasi industri pengolahan mineral di dalam negeri dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan posisi tawar kawasan.
Negara-negara di Asia dan Pasifik kini memiliki akses lebih luas untuk membiayai infrastruktur teknologi masa depan yang ramah lingkungan.
Sinergi antara pemangku kepentingan diharapkan dapat mempercepat transisi energi melalui hilirisasi sumber daya alam yang berkelanjutan.
Upaya kolektif ini menandai babak baru bagi kemandirian teknologi digital dan energi bersih di seluruh pelosok kawasan.
Talita Malinda
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026











