Bahlil Paparkan Strategi Indonesia Kian Tangguh Energi di Depan TNI
- Kamis, 30 April 2026
JAKARTA – Menteri Bahlil memaparkan capaian strategis agar Indonesia kian tangguh energi melalui penguatan kedaulatan sumber daya di hadapan para komandan satuan TNI.
Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan ekonomi energi dengan stabilitas keamanan nasional yang dijaga oleh militer.
Bahlil berpendapat, bahwa sektor energi merupakan pilar kedaulatan yang tidak hanya soal bisnis tetapi menyangkut harga diri bangsa di mata dunia internasional.
Baca JugaESDM Respons Tambang Nikel WBN Tutup dengan Opsi Revisi RKAB
"Kami akan terus memantau perkembangan harga pangan di pasar menjelang Idulfitri," ujar Bahlil, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (20/4/2026).
Upaya percepatan investasi di sektor hulu migas terus dilakukan guna meningkatkan lifting nasional yang menjadi tumpuan kebutuhan dalam negeri.
Pemerintah juga fokus pada pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan.
Optimalisasi sumber daya alam lewat kebijakan hilirisasi terbukti mampu meningkatkan nilai tambah komoditas secara signifikan bagi kas negara.
Prajurit TNI diharapkan mampu membantu mengamankan objek vital nasional yang menjadi pusat produksi energi dari gangguan pihak luar.
Pemerataan akses listrik hingga ke pelosok perbatasan menjadi target 100 persen yang ingin segera dituntaskan dalam waktu dekat.
Tantangan geopolitik global saat ini menuntut kesiapan stok energi cadangan yang kuat agar tidak terjadi gejolak harga di masyarakat.
Pemanfaatan energi baru terbarukan terus didorong lewat pembangunan PLTS dan PLTA di berbagai wilayah potensial di seluruh tanah air.
Keberlanjutan pasokan energi nasional menjadi fondasi utama dalam menggerakkan roda industri besar maupun ekonomi kerakyatan secara mandiri.
Talita Malinda
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026











