Mengenal Baterai Sodium untuk Mobil Listrik, Solusi Energi Murah

Mengenal Baterai Sodium untuk Mobil Listrik, Solusi Energi Murah
ilustrasi Baterai Sodium

JAKARTA – Mengenal baterai sodium untuk mobil listrik sebagai alternatif pengganti litium yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan untuk mobilitas perkotaan jarak dekat.

Teknologi ini menggunakan bahan baku garam yang melimpah sehingga biaya produksinya jauh di bawah baterai berbasis litium.

Banyak produsen otomotif kini melirik potensi tersebut untuk mengejar target pasar kendaraan listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Baca Juga

Solusi Praktis, Tukar Baterai Motor Listrik Cukup Hitungan Menit

"Pengembangan baterai sodium ion merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada mineral langka seperti litium dan kobalt," ujar Moeldoko, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), sebagaimana dilansir dari viva.co.id, Senin (27/4/2026).

Moeldoko menjelaskan bahwa kestabilan kimiawi baterai ini menjadikannya lebih aman dari risiko kebakaran saat terjadi benturan atau panas ekstrem.

Meski demikian, kepadatan energi yang lebih rendah membuat kendaraan dengan baterai ini belum bisa menempuh perjalanan antar kota yang sangat jauh.

"Baterai jenis ini sangat cocok untuk kendaraan listrik perkotaan atau micro-mobility yang tidak membutuhkan jangkauan hingga ratusan kilometer," kata Moeldoko, mengutip dari viva.co.id.

Moeldoko berpendapat bahwa kemandirian industri otomotif nasional bisa dipercepat jika riset mengenai pengolahan sodium di dalam negeri terus ditingkatkan.

Saat ini sejumlah perusahaan di China sudah mulai memproduksi massal model kendaraan kecil yang ditenagai oleh sel baterai sodium tersebut.

"Harganya bisa lebih murah 30 persen sampai 40 persen dibandingkan baterai LFP yang saat ini populer digunakan," jelas Moeldoko, dilansir dari viva.co.id.

Keunggulan lain dari teknologi ini adalah kemampuannya untuk diisi daya pada suhu dingin tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan.

Integrasi baterai sodium diprediksi akan menjadi kunci utama dalam mempopulerkan kendaraan listrik di negara-negara berkembang dengan daya beli terbatas.

Talita Malinda

Talita Malinda

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kisah Wasriah, Pemulung di Klender yang Punya Dana Darurat dari Sampah

Kisah Wasriah, Pemulung di Klender yang Punya Dana Darurat dari Sampah

Dishub Depok Bakal Kempiskan hingga Derek Parkir Liar di Margonda

Dishub Depok Bakal Kempiskan hingga Derek Parkir Liar di Margonda

Kocok Ulang MSCI Mei 2026, AMMN hingga BREN Terdepak dari Indeks Utama

Kocok Ulang MSCI Mei 2026, AMMN hingga BREN Terdepak dari Indeks Utama

Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Pertalite dan Solar Berdasar Mesin

Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Pertalite dan Solar Berdasar Mesin

Juri LCC MPR RI Dinilai Tak Konsisten, SMAN 1 Pontianak Layangkan Protes

Juri LCC MPR RI Dinilai Tak Konsisten, SMAN 1 Pontianak Layangkan Protes