Keuangan Syariah dan Sektor Riil Diproyeksi Tumbuh Bersama Lebih Kuat

Keuangan Syariah dan Sektor Riil Diproyeksi Tumbuh Bersama Lebih Kuat
Keuangan Syariah dan Sektor Riil Diproyeksi Tumbuh Bersama Lebih Kuat

JAKARTA - Penguatan ekonomi syariah di Indonesia semakin diarahkan untuk tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan sektor riil yang langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat. 

Pendekatan ini dinilai menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, terutama melalui pengembangan UMKM dan koperasi di tingkat daerah.

Pemerintah melihat bahwa keuangan syariah tidak hanya berperan sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi nyata. Dengan sinergi yang tepat, keduanya diyakini mampu saling memperkuat dan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kokoh hingga ke akar rumput.

Baca Juga

Update Harga Emas Antam Hari ini, 3 April 2026 Turun Rp65.000 Hari Ini, Cek Rinciannya Lengkap

Sinergi Keuangan Syariah dan Sektor Riil Jadi Kunci Pertumbuhan

Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan keuangan syariah dan sektor riil akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan.

Ia juga memandang bahwa pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah perlu diperluas sampai ke level desa-desa.

“Penguatan keuangan syariah pada periode ini tidak bisa dilepaskan dari penguatan sektor riil karena sebenarnya di kegiatan itulah keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan antara aktivitas ekonomi riil baik itu UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), industri halal, maupun usaha produktif yang lain-lainnya yang ada di masyarakat,” katanya dalam agenda Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 di Jakarta.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan keuangan syariah sangat bergantung pada perkembangan aktivitas ekonomi riil yang terjadi di masyarakat.

Peran Koperasi Desa dalam Mendorong Ekosistem Syariah

Dalam konteks itu, lanjutnya, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (kopdes) Merah Putih yang sudah puluhan ribu terbangun bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya, diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan literasi dan pengembangan sektor riil dari MES.

Dengan pendekatan yang terintegrasi antara literasi, inklusi pembiayaan dan penguatan sektor riil, pihaknya optimis bahwa kopdes akan menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Keberadaan koperasi desa ini dinilai strategis karena berada dekat dengan masyarakat, sehingga dapat menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil dengan akses pembiayaan dan pasar.

Produk UMKM Diprioritaskan Masuk Gerai Koperasi

“Kalau perlu kami prioritaskan seluruh produk-produk UMKM yang ada di daerah-daerah akan kita prioritaskan untuk mengisi gerai-gerai yang ada di koperasi-koperasi desa yang salah satu aktivitasnya adalah retail yang akan dikelola secara modern yang jumlahnya puluhan ribu,” kata Ferry.

Karena itu, ia mengatakan kementerian akan mendorong program kurasi, inkubasi, dan pembiayaan bagi produk-produk UMKM.

Langkah ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Dengan adanya dukungan tersebut, UMKM tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

UMKM Didukung Jadi Produsen, Bukan Sekadar Konsumen

“UMKM di seluruh daerah yang enggak usah takut produknya enggak laku, karena pasti kami jamin itu akan kita prioritaskan dijual di gerai-gerai atau rak-rak yang ada di koperasi-koperasi desa kelurahan merah putih. Ini juga akan menumbuhkan perilaku yang semula dari masyarakat kita yang hanya jadi konsumen, sekarang bisa berkembang menjadi produsen,” ujar dia.

“Banyak produk-produk yang sebenarnya sangat baik yang ada di daerah-daerah yang kalau kemarin agak kesulitan masuk jual ke retail-retail, sekarang kita buka kesempatannya akan kita prioritaskan bagi produk-produk lokal yang ada,” kata Menkop.

Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi masyarakat. Dari yang sebelumnya hanya berperan sebagai konsumen, kini didorong menjadi pelaku produksi yang aktif.

Dengan ekosistem yang terbangun, mulai dari pembiayaan syariah, koperasi desa, hingga akses pasar, diharapkan tercipta siklus ekonomi yang saling menguatkan. Keuangan syariah tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Ke depan, sinergi antara keuangan syariah dan sektor riil ini diyakini akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi nasional, sekaligus memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok desa.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS Hari Ini, Simak Proyeksi dan Sentimen Pekan Depan

Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS Hari Ini, Simak Proyeksi dan Sentimen Pekan Depan

Resmi Dirilis BEI, Ini Daftar 9 Saham dengan Kepemilikan Tinggi

Resmi Dirilis BEI, Ini Daftar 9 Saham dengan Kepemilikan Tinggi

5 Mie Ayam Enak di Tebet untuk Makan Siang: Murah, Porsi Besar, dan Bikin Kenyang!

5 Mie Ayam Enak di Tebet untuk Makan Siang: Murah, Porsi Besar, dan Bikin Kenyang!

Kinerja Moncer Nobu Bank 2025, Laba Melonjak 46 Persen dan QRIS 2 Juta Merchant

Kinerja Moncer Nobu Bank 2025, Laba Melonjak 46 Persen dan QRIS 2 Juta Merchant

Mega Insurance Lirik Peluang Kampung Nelayan 5.000 Program Nasional 2029

Mega Insurance Lirik Peluang Kampung Nelayan 5.000 Program Nasional 2029