Bisnis-27 Naik 1,44 Persen, Saham INCO, BRPT, dan BUMI Tancap Gas di Awal Perdagangan
- Rabu, 01 April 2026
JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik pada awal perdagangan Rabu, 1 April 20126 menunjukkan sinyal positif yang cukup kuat.
Setelah sempat dibayangi tekanan eksternal pada hari sebelumnya, indeks saham unggulan kembali menunjukkan performa yang menguat. Kenaikan ini tidak hanya tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tetapi juga pada Indeks Bisnis-27 yang dibuka di zona hijau.
Seiring dengan pergerakan tersebut, sejumlah saham unggulan langsung melesat dan menjadi motor penggerak utama indeks. Saham-saham seperti INCO, BRPT, BUMI, dan NCKL tercatat mengalami penguatan signifikan pada awal sesi perdagangan. Kondisi ini menunjukkan adanya optimisme pasar yang kembali muncul, didorong oleh sentimen global yang mulai mereda.
Baca JugaSetoran Pajak Digital Tembus Rp48,11 Triliun hingga Februari 2026, Ini Rinciannya
Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat Seiring IHSG
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini naik 1,44% ke level 490,04 hingga pukul 09.02 WIB. Pergerakan ini mencerminkan dominasi saham-saham yang menguat dibandingkan yang melemah pada awal perdagangan.
Tercatat, sebanyak 21 saham mengalami kenaikan, sementara hanya 6 saham yang mengalami penurunan. Komposisi ini memperlihatkan sentimen pasar yang cenderung positif sejak pembukaan.
Kenaikan ini berjalan seiring dengan penguatan IHSG yang juga dibuka naik 1,34% ke posisi 7.142,86 pada waktu yang sama. Indeks komposit bahkan sempat dibuka di level 7.149,25 dan menyentuh posisi tertinggi intraday di 7.158,76.
Dari keseluruhan perdagangan, sebanyak 418 saham tercatat menguat, 113 saham melemah, dan 427 saham stagnan. Total kapitalisasi pasar juga mencapai angka Rp12.581 triliun, menandakan adanya peningkatan nilai pasar secara keseluruhan.
Saham INCO, BRPT, hingga BUMI Pimpin Penguatan
Dalam daftar saham dengan performa terbaik, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menjadi pemimpin dengan kenaikan tertinggi. Saham ini melonjak 4,67% ke level Rp5.600 per saham, menunjukkan minat beli yang cukup kuat dari pelaku pasar.
Posisi berikutnya ditempati oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang naik 4,03% ke harga Rp1.420 per saham. Kinerja saham ini turut memperkuat pergerakan indeks secara keseluruhan.
Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 3,70% ke level Rp224. Sementara itu, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) turut menguat 3,69% menjadi Rp1.125 per saham.
Kenaikan pada saham-saham tersebut menunjukkan bahwa sektor-sektor berbasis komoditas dan energi masih menjadi perhatian utama investor di tengah dinamika global yang berlangsung.
Sebagian Saham Masih Terkoreksi di Tengah Tren Positif
Meskipun mayoritas saham mengalami penguatan, terdapat pula beberapa emiten yang mencatatkan penurunan. Saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) menjadi salah satu yang mengalami koreksi terdalam dengan penurunan sebesar 4,94% ke level Rp1.250 per saham.
Selain itu, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) juga mencatatkan penurunan sebesar 2,83% ke posisi Rp3.090. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tidak semua sektor mengalami penguatan secara merata, meskipun secara umum pasar berada dalam tren positif.
Kondisi ini menjadi gambaran bahwa investor tetap selektif dalam memilih saham, dengan mempertimbangkan faktor fundamental maupun sentimen sektoral yang berkembang.
Sentimen Global Dorong Optimisme Pasar
Penguatan yang terjadi pada perdagangan hari ini tidak lepas dari pengaruh sentimen global yang mulai mereda. Setelah sebelumnya pasar Asia tertekan akibat ketegangan geopolitik, kondisi yang lebih stabil memberikan ruang bagi pasar untuk bangkit kembali.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan bahwa meskipun IHSG ditutup melemah 0,61% dengan aksi jual bersih asing sebesar Rp1,17 triliun pada Selasa (31/3), indeks masih memiliki peluang untuk rebound.
“IHSG berpotensi menguat hari ini dengan rentang support di level 6.950—7.000 dan resistance pada area 7.150—7.300,” ujar Fanny dalam risetnya.
Ia menambahkan bahwa sentimen global menjadi faktor pendorong utama, terutama setelah bursa saham Amerika Serikat mengalami penguatan signifikan. Indeks Dow Jones tercatat melonjak 2,49%, sementara Nasdaq naik tajam hingga 3,83%.
Kenaikan tersebut dipicu oleh laporan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang menunjukkan keterbukaan untuk mengakhiri konflik dengan syarat adanya jaminan internasional. Selain itu, kesediaan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan aksi militer turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap stabilitas global.
Namun demikian, Fanny mengingatkan bahwa pelaku pasar masih mencermati perkembangan harga minyak dunia. Harga minyak Brent yang bertahan tinggi di level US$118,35 per barel menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai, terutama karena ketegangan di Selat Hormuz belum sepenuhnya mereda.
Kombinasi antara sentimen positif global dan kehati-hatian terhadap risiko eksternal membuat pergerakan pasar tetap dinamis. Investor diharapkan terus mencermati perkembangan yang ada guna mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah kondisi yang masih fluktuatif.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Rekomendasi Toko Pie Susu di Bali paling Favorit, Lengkap dan Buka 24 Jam
- Rabu, 01 April 2026
Berita Lainnya
Bank Mandiri Percepat Penyaluran KUR UMKM Lewat Skema Ekosistem Terintegrasi
- Rabu, 01 April 2026




.jpg)







