Bertemu 13 Bos Jepang, Prabowo Tawarkan Peluang Investasi Hilirisasi Indonesia
- Rabu, 01 April 2026
JAKARTA - Upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global terus dilakukan melalui diplomasi ekonomi tingkat tinggi.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang, Presiden Republik Indonesia memanfaatkan momentum untuk membuka ruang dialog langsung dengan para pemimpin industri besar. Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam strategi menarik investasi berkualitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Fokus utama yang diangkat dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan sektor hilirisasi, yang dinilai sebagai kunci peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Dengan menggandeng investor global, pemerintah berharap dapat mempercepat transformasi ekonomi sekaligus memperluas peluang kerja di dalam negeri.
Baca JugaAturan Baru Mendagri: PNS dan PPPK Pemda WFH Setiap Jumat Mulai April 2026
Pertemuan Strategis dengan Pimpinan Perusahaan Jepang
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 13 pimpinan perushaaan besar di Tokyo pada Selasa, 31 Maret 2026.
Pertemuan ini digelar di tengah kunjungan kerja kenegaraan Prabowo di Jepang dalam memperkuat kerja sama antara kedua negara.
Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memperkuat kerja sama investasi, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri sebagai prioritas nasional serta memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
“Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama investasi strategis, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri sebagai prioritas nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” tulis Teddy.
Daftar Perusahaan dan Tokoh yang Hadir
Sejumlah pimpinan perusahaan terkemuka Jepang turut hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain dari Toyota Motor Corporation, Mitsubishi Corporation, dan Panasonic Group, serta berbagai perusahaan strategis lainnya dari sektor energi, keuangan, perdagangan, hingga farmasi.
Adapun tokoh-tokoh yang hadir yaitu:
- Takayuki Ueda, Presiden dan CEO INPEX, perusahaan energi dan minyak & gas;
- Nobumitsu Hayashi, Governor of Japan Bank for International Cooperation (JBIC), lembaga pembiayaan internasional milik pemerintah Jepang;
- Yoshinobu Tsutsui, Chairman of Keidanren, federasi bisnis terbesar Jepang;
- Masayuki Omoto, Presiden dan CEO Marubeni Corporation, perusahaan perdagangan umum;
- Kenichi Hori, Presiden dan CEO Mitsui & Co. Ltd., perusahaan perdagangan dan investasi global;
- Kosuke Uemura, Presiden dan CEO Sojitz Corporation, perusahaan perdagangan dan investasi;
- Shingo Ueno, Presiden dan CEO Sumitomo Corporation, perusahaan perdagangan dan investasi global;
- Christophe Weber, CEO Takeda Pharmaceutical Company, perusahaan farmasi global;
- Shinichi Sasayama, Presiden dan CEO Tokyo Gas Co. Ltd., perusahaan energi dan gas;
- Kenta Kon, Presiden dan CEO Toyota Motor Corporation, perusahaan otomotif global;
- Katsuya Nakanishi, Presiden dan CEO Mitsubishi Corporation, perusahaan perdagangan dan investasi global;
- Yuki Kusumi, President dan Group CEO Panasonic Group, perusahaan elektronik dan teknologi; dan
- Keita Ishii, Presiden dan COO Itochu Corporation, perusahaan perdagangan dan investasi global.
Kehadiran para pemimpin industri ini mencerminkan besarnya minat pelaku usaha Jepang terhadap peluang investasi di Indonesia.
Dorongan Investasi Hilirisasi untuk Nilai Tambah Ekonomi
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mendorong para investor Jepang untuk makin aktif memperluas investasi di Indonesia, terutama pada sektor hilirisasi yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Presiden Prabowo mendorong para investor Jepang untuk semakin aktif memperluas investasi di Indonesia, khususnya pada sektor hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” lanjut Teddy.
Hilirisasi menjadi fokus utama karena mampu meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Komitmen Investasi dan Penguatan Kemitraan Strategis
Pertemuan ini juga menjadi kelanjutan dari capaian investasi signifikan yang diraih sebelumnya, dengan nilai komitmen lebih dari Rp 380 triliun, yang menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Melalui dialog langsung dengan para pemimpin industri global, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan iklim investasi yang kondusif, responsif, dan berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Jepang di masa depan.
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi.
Mazroh Atul Jannah
Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mandatori B50 Berlaku Juli 2026, Pemerintah Dorong Kemandirian Energi Nasional
- Rabu, 01 April 2026
Berita Lainnya
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026











