Krakatau Steel Targetkan Pendapatan Konsolidasi Rp 26,9 Triliun Lewat Strategi Baru

Krakatau Steel Targetkan Pendapatan Konsolidasi Rp 26,9 Triliun Lewat Strategi Baru
Krakatau Steel Targetkan Pendapatan Konsolidasi Rp 26,9 Triliun Lewat Strategi Baru

JAKARTA - Perusahaan baja milik negara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja bisnisnya di tengah dinamika industri global. 

Dalam menghadapi berbagai tantangan seperti volatilitas ekonomi dunia dan percepatan perkembangan teknologi, perusahaan berupaya melakukan transformasi organisasi yang lebih adaptif serta berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Upaya transformasi tersebut tidak hanya menyasar aspek operasional, tetapi juga menyentuh perubahan cara kerja, budaya perusahaan, hingga strategi pengembangan sumber daya manusia. Melalui langkah ini, Krakatau Steel ingin memastikan bahwa perusahaan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang bisnis di pasar nasional maupun global.

Baca Juga

Jadwal KRL Solo–Jogja Rabu 11 Maret 2026 Lengkap dari Palur hingga Tugu, Tarif Murah Rp8.000

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk resmi memperkenalkan strategi transformasi terbaru bertajuk KRAS Reborn. Melalui inisiatif ini, perseroan menetapkan visi untuk mencapai target pendapatan konsolidasi sebesar USD 1,6 miliar, atau setara Rp 26,97 triliun (kurs Rp 16.860 per dolar AS) sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.

Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menegaskan, KRAS Reborn merupakan langkah visioner perusahaan untuk mengonversi dinamika volatilitas global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.

Strategi ini menandai fase krusial bagi perusahaan untuk beranjak dari sekadar bertahan menuju ambisi besar menjadi pemimpin industri baja yang tangguh di kancah global.

"Kita harus menyadari bahwa Krakatau Steel tidak pernah kehilangan kekuatannya; hari ini kita sedang membangkitkan kesadaran kolektif atas kapabilitas besar yang selama ini terpendam," ujar dia.

Strategi Transformasi KRAS Reborn

Strategi KRAS Reborn memposisikan energi organisasi dan ketangguhan mental talenta sebagai fondasi utama.

Melalui sinergi resilient mindset dan execution excellence, setiap insan perusahaan dipacu untuk menghasilkan kinerja optimal di tengah dinamika industri.

Transformasi ini merevolusi SDM menjadi business-driven people yang didukung penuh oleh kelincahan organisasi (organizational agility).

Dengan menjadikan renewal through innovation sebagai motor penggerak, seluruh upaya ini bermuara pada satu visi kolektif: mewujudkan Krakatau Steel sebagai National Pride with Global Standards melalui pencapaian Key Performance Index (KPI) yang terukur dan akuntabel.

Direktur SDM Krakatau Steel Suryantoro Waluyo memaparkan, esensi dari KRAS Reborn adalah sebuah intervensi energi organisasi yang menyeluruh.

"Fokus utamanya bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyelarasan aspek budaya kerja, ketangguhan mental, dan optimalisasi kinerja berbasis target yang terukur untuk memastikan setiap individu di dalam perusahaan bergerak sebagai mitra bisnis strategis yang berkontribusi langsung pada pendapatan perusahaan melalui pengaktifan sense awareness, zense of belonging, dan sense of urgency," tuturnya.

Perkuat Kawasan Industri Krakatau

Selain melakukan transformasi internal, Krakatau Steel juga terus memperkuat posisi Kawasan Industri Krakatau sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menegaskan komitmen menjadikan posisi Kawasan Industri Krakatau sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional.

Ini disampaikan Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan pada gelaran Krakatau Industrial Business Gathering 2026.

Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang investasi global dan mendorong transformasi kawasan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Sebagai tuan rumah kawasan industri, Krakatau Steel Group akan terus memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan kemudahan berinvestasi bagi tenant dan investor. Kolaborasi adalah kunci membangun kawasan industri yang kompetitif,” jelas dia.

Dengan strategi tersebut, Krakatau Steel berharap mampu menarik lebih banyak investor yang tertarik mengembangkan bisnisnya di kawasan industri yang dikelola perusahaan.

Pandangan Sandiaga Uno Soal Peluang Industri

Dalam acara tersebut turut hadir Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Periode 2020-2024).

Dia memberikan perspektif strategis mengenai arah kebijakan ekonomi dan peluang ekspansi industri nasional pada tahun 2026.

Sandiaga menegaskan, ekonomi Indonesia tetap solid dengan pertumbuhan di atas 5 persen.

Daya saing kawasan industri yang meningkat menjadi faktor kunci yang membuka ruang investasi lebih luas.

“Kawasan industri adalah engine pertumbuhan ekonomi nasional yang berkontribusi signifikan terhadap PDB, lapangan kerja, dan ekspor nonmigas. Dengan kondisi PMI manufaktur yang ekspansif di tahun 2026, ini bukan saatnya untuk wait and see, melainkan momen tepat menjadi first mover dalam berinvestasi,” tegas Sandiaga.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sektor industri, termasuk industri baja, masih memiliki prospek pertumbuhan yang cukup kuat di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

Integrasi Ekonomi Hijau dan Kawasan Industri

Lebih lanjut, Sandiaga juga menyoroti pentingnya konsep pembangunan berkelanjutan dalam pengembangan kawasan industri.

Dia menekankan, masa depan kawasan industri terletak pada integrasi konsep Special Economic Zone (SEZ) dan Green Economy.

Dukungan energi terbarukan, konektivitas logistik yang efisien, serta prinsip keberlanjutan menjadi syarat mutlak untuk menarik minat investor global.

“Keberlanjutan harus menjadi nilai tambah bisnis—doing good and profitable. Melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, kawasan industri dapat bertransformasi menjadi ekosistem unggulan yang tidak hanya menarik investasi berkualitas, tetapi juga memperkuat basis ekspor nasional,” pungkasnya.

Dengan berbagai strategi transformasi yang tengah dijalankan, Krakatau Steel berupaya memperkuat perannya sebagai salah satu pemain utama dalam industri baja nasional.

Target pendapatan konsolidasi yang telah ditetapkan juga menjadi indikator ambisi perusahaan untuk terus berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

Energika.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal Bus DAMRI Jogja–YIA Rabu 11 Maret 2026, Tarif Rp80.000 dari Sleman hingga Gamping

Jadwal Bus DAMRI Jogja–YIA Rabu 11 Maret 2026, Tarif Rp80.000 dari Sleman hingga Gamping

Jadwal Lengkap Kapal Pelni Jakarta–Jayapura Maret 2026 dan Harga Tiketnya

Jadwal Lengkap Kapal Pelni Jakarta–Jayapura Maret 2026 dan Harga Tiketnya

Jadwal Kapal Feri Lombok–Situbondo Rabu 11 Maret 2026, Cek Jam Berangkatnya dan Tarif Penyeberangan

Jadwal Kapal Feri Lombok–Situbondo Rabu 11 Maret 2026, Cek Jam Berangkatnya dan Tarif Penyeberangan

Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026, Puncak Arus Diperkirakan 18 Maret 2026

Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Mudik Lebaran 2026, Puncak Arus Diperkirakan 18 Maret 2026

Cimory Targetkan Pendapatan 2026 Tumbuh 15 Persen, Siapkan Tujuh Strategi Bisnis

Cimory Targetkan Pendapatan 2026 Tumbuh 15 Persen, Siapkan Tujuh Strategi Bisnis